Tips Road Trip Hemat BBM: Jangan Cuma Ngegas, Cara Berkendaranya Juga Penting!

Tips Road Trip Hemat BBM: Jangan Cuma Ngegas, Cara Berkendaranya Juga Penting!

Hafizh Gemilang - detikOto
Rabu, 08 Apr 2026 11:41 WIB
Jakarta -

Road trip identik dengan perjalanan yang menempuh jarak panjang serta durasi perjalanan tak singkat.

Bagi detikers yang hendak melakukan road trip menggunakan kendaraan pribadi, efisiensi bahan bakar tentu menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan agar perjalanan tetap nyaman dan tidak terlalu sering berhenti untuk mengisi BBM.

Dilansir dari laman resmi Pertamina, ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan agar penggunaan bahan bakar lebih efisien sekaligus menjaga performa mesin tetap optimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antrean panjang kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina sejak pagi hingga siang hari ini, Selasa (31/3/2026).Ilustrasi SPBU Pertamina Foto: Andhika Prasetia/detikFoto

Cek Kondisi Kendaraan

Cara pertama adalah melakukan servis kendaraan secara berkala. Perawatan rutin dapat membantu memastikan seluruh komponen kendaraan, termasuk saluran bahan bakar, berada dalam kondisi terbaik.

ADVERTISEMENT

Dengan kondisi mesin yang prima, proses pembakaran menjadi lebih optimal sehingga konsumsi BBM bisa lebih efisien.

Cek Tekanan Angin Ban

Hal kedua yang sering dianggap sepele adalah tekanan angin pada ban. Tekanan ban yang kurang dapat meningkatkan tahanan gulir atau rolling resistance.

Ketika tahanan gulir meningkat, mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan dan pada akhirnya membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Karena itu, penting untuk rutin memeriksa tekanan angin ban sebelum memulai perjalanan jauh seperti mudik.

Cek Kondisi Filter Udara

Tips berikutnya adalah memperhatikan kondisi filter udara. Filter yang terlalu kotor dapat menghambat aliran udara bersih menuju mesin. Akibatnya, mesin harus bekerja lebih berat untuk menghisap udara sehingga konsumsi bahan bakar meningkat.

Filter udara sebaiknya dibersihkan setiap 2.000-3.000 km atau diganti apabila kondisinya sudah terlalu kotor.

Jaga Kecepatan Stabil

Cara keempat adalah menjaga kecepatan kendaraan tetap stabil. Saat berkendara, hindari akselerasi dan deselerasi yang terlalu agresif.

Mengemudi dengan kecepatan yang stabil akan membantu mesin bekerja lebih ringan sekaligus membuat penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien.

Mengemudi secara agresif atau ugal-ugalan bukan hanya berbahaya bagi keselamatan, tetapi juga membuat penggunaan BBM menjadi lebih boros

Gunakan BBM Sesuai Rekomendasi Kendaraan

Terakhir, gunakan bahan bakar yang sesuai dengan rekomendasi kendaraan. Pemakaian BBM yang tidak sesuai spesifikasi mesin dapat menyebabkan proses pembakaran tidak sempurna dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Produk bahan bakar seperti Pertamax dirancang untuk membantu menghasilkan pembakaran yang lebih optimal sehingga performa mesin tetap terjaga.

"Pertamax direkomendasikan untuk kendaraan yang memiliki kompresi 9,1-10,1, terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI) dan catalytic converters (pengubah katalitik)," tulis Pertamina Patra Niaga di laman resminya.

Selain itu ada juga Pertamax Green 95 yang menggunakan campuran Pertamax dan nabati etanol yang berasal dari tanaman tebu. Serta detikers bisa memilih Pertamax Turbo yang dikembangkan dengan formula Ignition Boost Formula (IBF) dengan angka oktan 98.

Alun-alun Kota TegalAlun-alun Kota Tegal Foto: Yudi Adi Kurniawan

Pilih Rute yang Terbaik

Tim detikcom sudah melakukan program Cek Jalur Mudik Jakarta-Tegal melalui rute kombinasi. Menggabungkan tol, jalan kota, dan jalur lintas membuat ritme perjalanan terasa lebih dinamis.

Kondisi seperti ini biasanya membuat pengemudi tidak mudah mengantuk. Selain itu, ritme berkendara yang lebih bervariasi juga bisa membantu efisiensi konsumsi BBM serta mengurangi beban mesin yang terus dipacu konstan di jalan bebas hambatan.

Secara keseluruhan, simulasi mudik Jakarta menuju Tegal melalui rute kombinasi ini menempuh jarak sekitar 288 km dengan waktu perjalanan sekitar 4,5 hingga 5 jam. Jarak tersebut sekitar 20 km lebih pendek dibandingkan jika seluruh perjalanan dilakukan lewat Tol Trans Jawa.
Keuntungannya bukan hanya lebih hemat biaya tol. Pemudik juga bisa singgah di beberapa kota, melihat tempat menarik, hingga menikmati wisata religi di sepanjang perjalanan.

(mhg/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads