ADVERTISEMENT

Jangan Sampai Terulang, Ini 7 Pemicu Tabrakan Beruntun

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 31 Agu 2022 11:07 WIB
Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Tol Sidoarjo-Porong
Tabrakan beruntun (Budi)
Jakarta -

Tabrakan beruntun masih banyak terjadi di jalan tol. Bahkan, tabrakan beruntun ada yang sampai menimbulkan korban jiwa. Jangan sampai terulang, ini 7 pemicu tabrakan beruntun di jalan tol.

Menurut Auto2000, ada tujuh penyebab tabrakan beruntun. Penyebab ini bisa kamu hindari agar tak terjadi tabrakan beruntun di jalan tol.

"Jalan tol adalah tempat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi sehingga harus bebas dari hambatan supaya tidak memicu kecelakaan. Pelajari pemicu tabrakan beruntun dan pastikan AutoFamily tahu cara mencegahnya," ujar Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000, dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/8/2022).

Apa saja ketujuh pemicu tabrakan beruntun itu?

1. Tidak Jaga Jarak

Seringnya tabrakan beruntun terjadi karena masing-masing kendaraan tidak menjaga jarak aman. Jika jarak terlalu rapat, begitu ada situasi darurat, pengemudi akan kesulitan melakukan pengereman mendadak meskipun mobil telah dilengkapi fitur safety yang canggih sekalipun. Karenanya, agar tidak terjadi tabrakan beruntun penting untuk menjaga jarak aman dengan mobil di depan sehingga pengemudi bisa melakukan pengereman secara bertahap dan diikuti oleh mobil di belakang.

2. Pindah Lajur Sembarangan

Mobil yang berpindah lajur sembarangan juga kerap memicu tabrakan beruntun. Memaksakan diri pindah lajur, terutama ke lajur cepat, padahal ada mobil lain dari belakang, bisa memicu tabrakan beruntun. Untuk menghindari tabrakan beruntun, kuncinya memastikan lajur yang akan dimasuki dalam kondisi aman dengan melihat kaca spion. Nyalakan lampu sein sebelum pindah lajur untuk memberi tanda ke pengguna jalan lain.

3. Tidak Patuh Aturan Kecepatan

Pengemudi kendaraan bermotor wajib mematuhi aturan batas kecepatan minimal dan maksimal. Beberapa kendaraan juga melaju pelan di lajur cepat alias lane hogger. Padahal, lajur tersebut digunakan oleh kendaraan dengan kecepatan tinggi. Di lajur lambat tidak boleh terlalu pelan karena berisiko sama. Namun, tidak dibenarkan juga untuk melaju terlalu cepat. Di jalan tol, batas kecepatan minimalnya adalah 60 km/jam dan batas kecepatan maksimal 80-100 km/jam. Gunakan lajur jalan tol sesuai peruntukan dan kecepatan.

4. Melaju di Bahu Jalan

Bahu jalan tol hanya untuk kondisi darurat dan tidak boleh dipakai untuk berkendara dengan alasan apa pun. Dalam banyak kasus, ada kendaraan darurat ditabrak dari belakang oleh pengguna bahu jalan. Atau bisa juga menabrak mobil lain di lajur utama akibat menghindar dari mobil yang berhenti darurat di bahu jalan.

5. Terdistraksi oleh Ponsel

Bermain ponsel saat mobil melaju sangat berbahaya. Bermain ponsel ketika mengemudi mengganggu konsentrasi. Karena tidak waspada akibat terdistraksi ponsel, pengemudi bakal kurang memperhatikan mobil di depan mengurangi kecepatan. Bahkan mobil yang dikendarai pindah lajur atau berkurang kecepatannya tanpa disadari, padahal dari belakang ada mobil lain, sehingga bisa memicu kecelakaan. Karenanya, pengemudi wajib konsentrasi saat berkendara.

6. Microsleep

Masalah microsleep atau tertidur sejenak tanpa sadar sama bahayanya dengan bermain ponsel saat mengemudi mobil. Meski hanya sepersekian detik, mobil dapat pindah lajur atau berkurang kecepatannya tiba-tiba. Tentu sangat berisiko dan dapat menyebabkan tabrakan beruntun. Solusi paling tepat untuk mengantuk hanya satu, yaitu tidur meskipun hanya 15 menit.

7. Lampu Rem Mobil Mati

Pengemudi di belakang tidak akan bisa mengetahui bahwa mobil sedang mengurangi kecepatan kalau rem mobil mati. Padahal ada langkah sederhana untuk mengecek lampu rem, yaitu dengan menginjak pedal rem sebelum jalan. Nyala sinar lampu rem akan terlihat di tembok garasi rumah. Pastikan lampu sein juga berfungsi dengan melakukan hal yang sama.



Simak Video "Tabrakan Beruntun Terjadi di Tol Layang MBZ, Lalin Macet Parah!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT