ADVERTISEMENT

17 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Cipularang, Ini Pelajaran Pentingnya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 27 Jun 2022 09:20 WIB
Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang
Foto: Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang (Dian Firmansyah/detikJabar)
Jakarta -

Sebanyak 17 kendaraan mengalami tabrakan beruntun di Jalan Tol Cipularang KM 92, Purwakarta, Jawa Barat. Jangan sampai terulang, ini pelajaran pentingnya.

Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti apa penyebab 17 kendaraan tersebut mengalami kecelakaan beruntun. Yang jelas, kecelakaan ini sempat membuat kemacetan panjang di lokasi kejadian.

"Perkiraan ada sekitar 17 kendaraan yang terlibat, belum ditemukan atau laporan korban meninggal dunia, mudah-mudahan tidak ada," ungkap Kepala Induk PJR Tol Cipularang AKP Denny Catur dikutip detikJabar.

Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, menyampaikan ada tiga pelajaran penting yang bisa diambil dari kecelakaan ini. Pertama adalah soal kontrol emosi.

"Kontrol emosi saat berangkat dan pulang perjalanannya setelah liburan (terlalu senang, lelah/capek, euforia, cerita-cerita pengalaman dan lain-lain). Jangan ada target ketibaan yang bisa bikin pengemudi ngebut ingin cepat sampai," ucap Sony kepada detikcom, Senin (27/6/2022).

Yang kedua, lanjutnya, di jalan tol banyak rintangannya. Ada kontur jalan yang bergelombang, crosswind atau terpaan angin samping, turunan panjang, hingga visualisasi lingkungan yang monoton.

"Jaga kecepatan untuk memastikan kendaraan tetap terkontrol keseimbangannya," katanya.

Ketiga soal jaga jarak. Menurut Sony, kebiasaan tidak menjaga jarak membuat pengemudi tidak memiliki ruang yang aman untuk mengantisipasi dan bereaksi. Terlebih, di Tol Cipularang sering kali terjadi jarak yang terlalu rapat antar-kendaraan.

"Ketika ada kondisi di depan yang harus dihindarkan, si pengemudi hanya bisa pasrah (jika jarak antar-kendaraan terlalu rapat)," sebutnya.

Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) menyebutkan, selain harus tetap jaga jarak aman, pengendara juga harus memahami rumus tiga detik di jalan tol. Rumus perhitungan waktu ini untuk meminimalisir dan menghindari bahaya kecelakaan di jalan tol.

Maksud dari rumus tiga detik ini adalah pengendara harus menjaga jarak dengan perhitungan tiga detik. Caranya gampang, temukan patokan yang cukup besar dan tidak bergerak di sepanjang jalan, bisa tiang, pohon ataupun benda lainnya. Saat mobil di depan melintasi patokan yang kita tentukan, mulai hitung dalam hati dengan angka 1000 dan 1, 1000 dan 2, 1000 dan 3. Pastikan mobil kita melewati patokan yang sama pada akhir hitungan, jika sudah tepat maka kamu telah memenuhi jarak yang aman yaitu jarak tiga detik.

Menurut BPJT, rumus tiga detik ini sudah sesuai dengan reaksi pengemudi. Perhitungan waktu 1,5 - 2 detik yakni lama waktu persepsi manusia selaku pengendara dalam mengemudikan kendaraannya dan melihat kendaraan lain di depannya pada saat melakukan pengereman mendadak.

Selanjutnya pada waktu 0,5-1 detik, seorang pengendara mendapatkan reaksi secara cepat untuk menghentikan kendaraan dengan tenang sesuai jarak aman berkendara agar tidak menabrak kendaraan di depannya yang sudah melakukan pengereman secara mendadak.



Simak Video "Tabrakan Beruntun Terjadi di Tol Layang MBZ, Lalin Macet Parah!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT