ADVERTISEMENT

Ngeri! 17 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Cipularang, Ingat Rumus Ini

Tim detikcom - detikOto
Senin, 27 Jun 2022 07:35 WIB
Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang, Minggu (26/6/2022).
17 kendaraan terlibat tabrakan beruntun di Tol Cipularang. Foto: Dian Firmansyah
Jakarta -

17 kendaraan terlibat tabrakan beruntun di Tol Cipularang km 92. Dilansir detikJabar, akibat kecelakaan itu 4 orang mengalami luka berat dan beberapa di antaranya menderita luka ringan. Tampak dalam video, beberapa mobil terlihat ringsek di bagian depan dan belakang.

Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti apa penyebab 17 kendaraan tersebut mengalami kecelakaan beruntun. Yang jelas, kecelakaan ini sempat membuat kemacetan panjang di lokasi kejadian.

"Perkiraan ada sekitar 17 kendaraan yang terlibat, belum ditemukan atau laporan korban meninggal dunia, mudah-mudahan tidak ada," ungkap Kepala Induk PJR Tol Cipularang AKP Denny Catur.

Tabrakan beruntun memang kerap terjadi di tol. Ada beberapa hal yang menjadi pemicunya, salah satunya adalah jarak antar-kendaraan.

Adapun saat di tol, pengendara harus tetap menjaga jarak aman. Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) menyebutkan, selain harus tetap jaga jarak aman, pengendara juga harus memahami rumus tiga detik di jalan tol. Rumus perhitungan waktu ini untuk meminimalisir dan menghindari bahaya kecelakaan di jalan tol.

Maksud dari rumus tiga detik ini adalah pengendara harus menjaga jarak dengan perhitungan tiga detik. Caranya gampang, temukan patokan yang cukup besar dan tidak bergerak di sepanjang jalan, bisa tiang, pohon ataupun benda lainnya. Saat mobil di depan melintasi patokan yang kita tentukan, mulai hitung dalam hati dengan angka 1000 dan 1, 1000 dan 2, 1000 dan 3. Pastikan mobil kita melewati patokan yang sama pada akhir hitungan, jika sudah tepat maka kamu telah memenuhi jarak yang aman yaitu jarak tiga detik.

Menurut BPJT, rumus tiga detik ini sudah sesuai dengan reaksi pengemudi. Perhitungan waktu 1,5 - 2 detik yakni lama waktu persepsi manusia selaku pengendara dalam mengemudikan kendaraannya dan melihat kendaraan lain di depannya pada saat melakukan pengereman mendadak.

Selanjutnya pada waktu 0,5-1 detik, seorang pengendara mendapatkan reaksi secara cepat untuk menghentikan kendaraan dengan tenang sesuai jarak aman berkendara agar tidak menabrak kendaraan di depannya yang sudah melakukan pengereman secara mendadak.

"Penghitungan rumus 3 detik tersebut diharapkan untuk tetap menjaga jarak aman saat mengerem kendaraan mendadak, sehingga kendaraan tidak langsung menabrak kendaraan di depan, begitupun kendaraan di belakang yang juga menjaga jarak dengan aman," sebut BPJT.



Simak Video "Tabrakan Beruntun Terjadi di Tol Layang MBZ, Lalin Macet Parah!"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT