Waspada Rem Mendadak, Lakukan Hal Ini Saat Terjadi!

Yudistira Perdana Imandiar - detikOto
Sabtu, 23 Okt 2021 09:05 WIB
Ban Bridgestone
Foto: Bridgestone
Jakarta -

Pengereman mendadak kerap menjadi penyebab terjadinya insiden, seperti beberapa kasus tabrakan beruntun di jalan tol. Kejadian seperti itu sejatinya dapat dihindari jika setiap pengemudi mengindahkan batas jaga jarak aman.

Prinsip jaga jarak mesti diterapkan keadaan lalu lintas lenggang, padat, atau bahkan di kemacetan. Tujuannya untuk meminimalisir terjadinya risiko kecelakaan lalu lintas akibat pengereman mendadak.

Head of Corporate Communications & Public Relations PT Bridgestone Tire Indonesia Arko Kanadianto mengatakan jika dalam kondisi tertentu Anda terpaksa harus mengerem mendadak sekalipun sudah menjaga jarak aman, hal mendasar yang harus dilakukan adalah tetap fokus dan tidak panik.

"Saat kendaraan di depan berhenti secara tiba-tiba, pengemudi yang berada di belakangnya tidak boleh langsung panik dan harus tetap fokus. Saat panik, biasanya orang cenderung membanting setir ke jalur lain, hal ini justru bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas," jelas Arko dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/10/2021).

Selanjutnya, pengemudi juga disarankan untuk menyalakan lampu hazard sebagai tanda untuk kendaraan di belakang bahwa kita melakukan pemberhentian darurat, agar mereka dapat mengantisipasi.

Faktor kelalaian pengemudi kerap kali menjadi pemicu utama dari kegagalan pengereman. Dikatakan Direktur Penelitian Interactive Driving System, Dr Will Murray, konsultan manajemen fleet yang berfokus pada manajemen risiko kecelakaan, kewaspadaan supir akan mengurangi risiko kecelakaan, baik itu menabrak atau tertabrak kendaraan lain. Lebih spesifik lagi, guna menghindari tabrak belakang, pengemudi harus memperhatikan kondisi lalu lintas di depan dan belakang.

"Banyak kasus kecelakaan, disebabkan mengemudi terlalu kencang, terlalu dekat, dan tidak fokus mengemudi," sebut Dr Will.

Selain itu, Arko menambahkan, ada faktor lain yang juga mempengaruhi pengereman yaitu pemilihan ban yang tepat. Ia menerangkan, ban merupakan salah satu komponen vital yang dapat meningkatkan performa kendaraan saat melakukan pengereman. Ban harus mempunyai friksi yang cukup agar kendaraan bisa berhenti di tempat yang diinginkan saat rem dioperasikan.

Arko berpesan kepada pengendara agar memastikan ban tidak dalam keadaan gundul atau aus sehingga traksi terhadap aspal bisa tetap maksimal. Hal ini bisa ditandai dengan selalu melakukan pengecekan TWI (Tread Wear Indicator) pada telapak ban. Ketebalan TWI adalah 1.6 mm, melintang melewati alur telapak ban. Apabila tinggi telapak ban terlihat menyambung dengan tinggi tanda TWI maka menandakan ban sudah gundul dan perlu segera diganti.

Ban BridgestoneFoto: Bridgestone

Selain itu, lanjut Arko, pilih ban yang memberikan pengendalian yang lebih baik, seperti Bridgestone Potenza S007A. Ia mengulas setiap bagian terkecil dari Potenza S007A sudah dirancang untuk memberikan pengendalian dan respons berkendara yang maksimal baik di permukaan basah ataupun kering. Tidak hanya sekadar memberikan pengalaman berkendara yang maksimal, ban dengan performa tinggi ini juga menyuguhkan jarak tempuh yang lebih jauh dengan daya tahan ban yang sangat baik.

Bridgestone Potenza S007A juga dirancang untuk menghasilkan sensitivitas dan cengkeraman ban, terutama saat mengemudi dengan kecepatan tinggi. Hal ini memberikan area kontak yang lebih rata saat pengereman serta memperpendek jarak saat pengereman.

(fhs/ega)