Awas Mundur! Ini Tips Nanjak Pakai Mobil Matik

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 03 Sep 2021 06:52 WIB
Test Drive Xpander Semarang-Solo
Tips menanjak pakai mobil matik. Foto: Dok. Mitsubishi
Jakarta -

Beberapa waktu lalu viral sebuah Mitsubishi Xpander mengalami kesulitan menanjak di Sitinjau Lauik. Mobil Xpander itu sampai mengalami selip di bagian depan. Teknik mengemudi mobil mempengaruhinya.

Menurut Boediarto, General Manager After Sales Division PT PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), pada umumnya pengemudi yang melewati tanjakan Sitinjau Lauik mengambil sudut luar yang tanjakannya tak terlalu curam. Sementara Xpander yang mengalami selip itu mengambil sudut dalam yang memiliki sudut tanjakan terlalu curam.

"Kami mendapatkan banyak testimoni pengguna Xpander yang sering melewati rute tersebut tanpa kendala," kata Boediarto dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Kamis (2/9/2021).

Boediarto menyarankan, dalam menaklukkan tanjakan sebaiknya pengemudi mengambil sudut belok yang tepat. Pengemudi juga harus mengambil jarak ancang-ancang yang cukup, menahan transmisi di gigi L, menekan pedal gas secara perlahan, serta menjaga jarak dengan kendaraan di depan agar momentum power kendaraan ketika menanjak tidak hilang.

"Pastikan juga kondisi ban dalam kondisi masih bagus/layak untuk mencegah slip terutama ketika jalan licin akibat hujan. Fenomena ini mengisyaratkan pentingnya kemampuan dan pengalaman mengemudi pengendara," ujar Boediarto.

"Saat melewati tanjakan yang terjal sebaiknya pengemudi menggunakan gigi rendah seperti L/1 atau 2 yang memiliki gear ratio lebih besar sehingga mendapatkan torsi yang lebih besar," sambungnya.

Dikutip dari laman resmi Mitsubishi Motors, berikut tips menanjak menggunakan mobil matik.

1. Pakai Gigi Rendah

Menggunakan mobil matik jangan cuma pakai transmisi D, apalagi di tanjakan. Mobil matik pasti memiliki beberapa tingkatan atau gigi sesuai kebutuhan. Untuk jalan menanjak yang cukup terjal, biasanya dibutuhkan transmisi otomatis dengan percepatan terendah, yaitu 1/L (low). Cukup pindahkan tuas dari mode D (drive) ke L ini ketika menghadapi tanjakan curam atau ketika terjebak macet dan berjalan pelan di tanjakan.

Dengan posisi tersebut, percepatan dapat diatur untuk memaksimalkan torsi yang besar untuk melibas tanjakan. Dengan gigi berada di posisi tersebut, pastinya daya puntir lebih maksimal dan tidak ada masalah saat melewati tanjakan dengan kemiringan yang ekstrem sekalipun.

Sedangkan jalan menanjak yang masih landai, biasanya ada pilihan gigi terendah 2/S (second). Posisi gigi tersebut menghasilkan kombinasi antara torsi dan tenaga untuk melewati tanjakan yang landai.

2. Manfaatkan Paddle Shift

Pada beberapa mobil bertransmisi otomatis terdapat opsi paddle shift. Adanya fitur ini menghadirkan perpindahan percepatan seperti pada transmisi manual tanpa menginjak pedal kopling. Ketika bertemu jalan menanjak kami bisa melakukan perpindahan gigi ke gigi paling rendah dengan menekan tuas paddle shift agar mobil tidak kehilangan momentum.

Transmisi otomatis dengan paddle shift memudahkan pengendara untuk mendapatkan tenaga lebih maksimal dengan melakukan perpindahan percepatan seperti melewati perbukitan dengan kontur jalan menanjak dan menurun.

3. Pakai Fitur Over Drive (o/D)

Fitur ini memang sudah ada di transmisi otomatis sejak lama dan digunakan pengendara untuk membantu mendapat traksi saat harus melewati tanjakan atau mendahului kendaraan lain dengan cepat. Cukup tekan tombol o/d ini ketika menghadapi tanjakan sehingga mobil akan memindahkan ke gigi yang lebih rendah guna mendapat torsi lebih besar.

Namun harus diingat, fitur ini bisa digunakan saat mobil menanjak dengan kecepatan stabil atau bisa dimanfaatkan ketika harus menyalip kendaraan lain di jalur menanjak. Tapi ketika mobil menanjak dari keadaan berhenti tetap harus menggunakan gigi paling rendah.



Simak Video "Mobil Jarang Dipakai, Wajibkah Ganti Oli?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)