Awas! Ini Bahayanya Sering Isi Bensin Tunggu Tangki Kosong

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Minggu, 04 Apr 2021 08:32 WIB
LCGC tak isi bensin beroktan 92
Ilustrasi mengisi BBM Foto: Ridwan Arifin
Jakarta -

Sebagai pemilik kendaraan, mengisi bahan bakar minyak (BBM) disarankan tidak menunggu tangkinya benar-benar kosong. Mengisi BBM ketika tangki benar-benar kosong atau indikator sudah menunjukkan huruf E akan berakibat fatal.

Dilansir laman resmi Mitsubishi Motors, ada tiga masalah yang akan mengintai pemilik kendaraan jika sering isi bensin saat tangki benar-benar kosong. Apa saja?

Pertama, akan muncul karat pada tangki BBM. Soalnya, jika sering dibiarkan kosong akan memiliki banyak udara yang berasal dari kondensasi atau perubahan uap BBM yang menjadi air. Terlebih, jika mobil sering disimpan di luar ruangan, dan terkena paparan sinar matahari langsung.

Saat hal itu sering terjadi, bukan tidak mungkin tangki BBM akan memiliki banyak air dan muncul karat yang berisiko menggerus dinding tangki. Seperti diketahui, massa air lebih berat dibandingkan minyak, sehingga air akan turun ke bawah dan menempel langsung di tangki.

Kedua, selain air dan serpihan karat, juga terdapat kotoran BBM yang mengendap di dasar tangki. Dan ketika kendaraan dinyalakan dalam kondisi tangki kosong, kotoran ini dapat ikut terhisap oleh pompa bahan bakar. Lama-kelamaan akan mengganggu kinerja pompa bahan bakar dan sistem injeksi.

"Apabila hal ini terjadi, maka bukan tak mungkin mobil akan mogok. Oleh karena itu, satu cara yang bisa dilakukan adalah menguras tangki bahan bakar agar kondisinya kembali bersih," sebut Mitsubishi Motors.

Ketiga, isi BBM saat tangki kosong bisa menambah rasa was-was. Soalnya, Anda akan merasa khawatir mobil akan kehabisan bahan bakar dan berakhir mogok di jalan.

Agar tidak terjadi tiga masalah tersebut, pemilik kendaraan sebaiknya mengisi BBM sebelum indikator sampai huruf E atau lampu indikator BBM menyala.



Simak Video "13 Orang Tewas di Kenya Akibat Ledakan Mobil Tangki BBM"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/riar)