Penabrak Bocah di Kelapa Gading Kok Atur Seatbelt Saat Mobil Jalan?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 25 Mar 2021 09:49 WIB
Tangkapan CCTV detik-detik bocah ditabrak lari pengemudi sedan di Kelapa Gading.
Foto: Tangkapan CCTV detik-detik bocah ditabrak lari pengemudi sedan di Kelapa Gading. (Fathan/detikcom)
Jakarta -

Sebuah mobil Mercedes-Benz menabrak bocah dan orang tua di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pemicu kecelakaan itu disebut karena pengemudi berinisial MRK (21) sibuk membetulkan seatbelt.

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, MRK saat itu sedang kekurangan konsentrasi mengemudi. Disebutkan, saat itu pengemudi sibuk mengatur kursi dan sabuk pengaman.

"Makanya itu masih kita dalami bahwa yang bersangkutan sedang mengatur kursi, seat belt, dan sebagainya, jadi tidak memperhatikan situasi di jalanan," ujar Sambodo di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (23/3/2021).

Hal ini menuai perhatian dari kacamata keselamatan berkendara. Ditegaskan oleh praktisi safety driving yang juga Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, tak ada alasan membetulkan posisi duduk atau sabuk pengaman saat mobil berjalan.

"Standar pengecekan dan penggunaan alat safety dan alat bantu mengemudi harus dipersiapkan sebelum mobil berjalan, artinya saat kendaraan berjalan alat tersebut sudah harus aktif," ucap Sony kepada detikcom, Kamis (25/3/2021).

Menurut Sony, tidak fokus dan tidak konsentrasi kerap menjadi penyebab kecelakaan. Intinya, setelah pengecekan dan penggunaan alat keselamatan--termasuk mengatur posisi duduk hingga sabuk pengaman sebelum berjalan--tidak ada aktivitas lain yang dikerjakan selain konsentrasi mengemudi.

"Pastikan mengemudi tidak melakukan aktivitas lain, misalnya pasang safety belt, cek spion, texting (main HP), make up, cek barang ke bangku belakang dan lain-lain. Rencanakan dan persiapkan semuanya saat mobil belum jalan. Jadi, pengemudi yang baik itu hanya mengemudi. Fokus, konsentrasi dan waspada," tegas Sony.

Kata Sony, pengemudi selalu memiliki alasan terburu atau dikejar waktu akibat dari tidak melakukan perencanaan perjalanan dengan matang. "Pengemudi dengan gaya ini (di bawah tekanan) membuat stres tinggi sehingga cenderung mengabaikan etika dan rambu-rambu lalu lintas. Mengemudi dengan mengandalkan hardskill berisiko tinggi kecelakaan," pungkasnya.

Kecelakaan bermula ketika pada Minggu (21/3/2021) pagi mobil Mercy bernopol B-2388-RFQ melaju di Jalan Cengkir Raya, Kelapa Gading, Jakut melaju ke arah barat. Setiba di lokasi, Mercy tersebut menabrak korban yang sedang jalan pagi bersama kedua orang tuanya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka berat dan pendarahan otak. Sedangkan kedua orang tua korban mengalami luka ringan.

Polisi kemudian menyelidiki kasus kecelakaan tersebut. Polisi melakukan upaya pencarian identitas kendaraan karena saat itu CCTV yang ada di lokasi buram dan tidak bisa menangkap pelat nomor.

Hingga akhirnya, polisi menemukan identitas kendaraan dan mendatangi ke alamat rumah pemilik kendaraan di Cakung. Saat itu hanya ada mobilnya di rumahnya, tetapi tersangka tidak di tempat.

Pengemudi Mercy yang menabrak bocah di Kelapa Gading itu baru kemudian menyerahkan diri pada Rabu (24/3) siang ke Polres Metro Jakarta Utara. Polisi kemudian menetapkannya sebagai tersangka dan menahannya.



Simak Video "Mahasiswa Penabrak Bocah di Kelapa Gading Terancam 5 Tahun Bui"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)