Teknologi Airbag Terbukti Selamatkan Banyak Nyawa, di Mobil Kamu Ada?

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 19 Mar 2021 18:47 WIB
Ilustrasi airbag
Airbag. Foto: Daimler AG/Mercedes-Benz AG - Mercedes-Benz
Jakarta -

Airbag merupakan standar perangkat safety yang wajib ada kendaraan roda empat. Teknologi kantung udara pencegah benturan tersebut terbukti mampu menyelamatkan banyak nyawa pengendara saat terlibat kecelakaan lalu lintas.

Mengutip data Kantor Statistik Federal Jerman seperti dijelaskan Mercedes-Benz dalam keterangan resminya, sistem airbag cukup membuktikan pengaruh positifnya.

Tercatat pada tahun 1980, 15.050 orang tewas di jalan raya Jerman (di Jerman Timur dan Barat), 6.915 di antaranya merupakan pengendara mobil jenis penumpang. Lalu pada tahun 2000, angkanya turun menjadi 7.503 dan 4.396 kematian.

Selanjutnya hampir dua puluh tahun kemudian, Jerman mencatat 3.046 korban lalu lintas jalan raya pada tahun 2019, di mana 1.346 orang di antaranya meninggal di dalam mobil penumpang. Mengingat fakta bahwa jumlah kendaraan di jalan raya terus meningkat tiap tahunnya, angka itu menurun drastis jika dibandingkan dengan jumlah kematian lalu lintas per 10.000 kendaraan. Angka ini mencapai nilai 4,5 pada tahun 1980, berbanding dengan 1,4 pada tahun 2000 dan turun menjadi 0,5 pada tahun 2019.

Airbag ditemukan oleh Walter Linderer pada 1950-an, Walter telah merancang apa yang dia gambarkan sebagai 'wadah tiup dalam keadaan terlipat, yang secara otomatis mengembang jika ada bahaya'.

Pada 6 Oktober 1951, penemu kelahiran Munich itu mengajukan paten 'perangkat untuk melindungi orang di dalam kendaraan dari cedera jika terjadi tabrakan' ke Kantor Paten Jerman. Meskipun dalam aplikasinya Linderer secara tepat menjelaskan prinsip airbag, namun persyaratan teknis untuk sensor dan untuk pembangkit gas cepat tidak ada pada masa itu.

Udara tekan konvensional tidak cocok untuk menghasilkan tekanan yang diinginkan karena membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk mengembangkan airbag. Bahan elastis dan sangat tahan robek yang diperlukan untuk membuat airbag juga tidak tersedia pada saat itu. Hal ini tetap terjadi selama beberapa tahun.



Simak Video "Keren! Ini Pelindung Smartphone Buatan Mahasiswa Jerman"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)