Lima Langkah Merawat Ban Mobil biar Aman

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 05 Mar 2021 06:05 WIB
Spooring Balancing Himawan Putra
Spooring ban mobil. Foto: Himawan Putra
Jakarta -

Pemilik mobil tidak boleh mengabaikan kondisi ban. Sebab, ban adalah penopang mobil yang langsung bersentuhan dengan jalan. Jika ban bermasalah, risikonya banyak, bisa menimbulkan kecelakaan yang fatal.

Training Development, Section Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Aji Prima Barus Nurcahya, menyarankan lima hal untuk merawat ban mobil biar tetap aman. Apa saja?

1. Menjaga Tekanan Angin

Yang paling penting dalam merawat ban adalah tetap menjaga tekanan angin. Aji menyarankan agar pemilik mobil rutin mengecek tekanan angin paling tidak seminggu sekali. Sesuaikan tekanan angin dengan rekomendasi pabrikan yang tertera pada tabel di sisi pintu pengemudi.

"Pastikan tekanan angin sesuai spesifikasi. Ada pada pilar driver. Jangan lupa yang dicek bukan cuma empat ban, tapi lima. satu lagi ban cadangan. Ini yang biasanya kita mengabaikan ban cadangan. Ketika ban bocor, ban cadangan kempes akan repot. Kalau ban cadangan saran kami bisa tambahkan lebih dari spesifikasi. Tambahkan sampai 5 psi. Karena ban cadangan tidak digunakan. Ban cadangan boleh dicek 1 bulan sekali," ucap Aji dalam kesempatan Virtual Journalist Workshop 2021, Kamis (4/3/2021).

2. Pengecekan Kondisi Ban

Aji menyarankan agar rutin mengecek kondisi ban. Cek apabila ada keretakan atau kerusakan pada ban.

"Apabila terjadi keretakan pada tapak ban, mungkin sudah tidak aman digunakan. Apalagi keretakannya bagian samping ban, itu kendaraan tersebut sangat berbahaya. Harus langsung diganti bannya, tidak bisa ditoleransi. Apabila retak samping dan diabaikan, ban tersebut bisa pecah dan efeknya bisa berbaaya," kata dia.

Dalam mengecek kondisi ban, periksa juga apakah ada benda asing terselip di sela-sela ulir ban. Mungkin ada batu kerikil terselip. Soalnya kalau dibiarkan lama-lama bisa merusak ban.

"Ini jangan diabaikan. Silakan kalau lagi cuci mobil itu bisa dilepas benda-benda asingnya, batu-batu juga. Karena benda asing tersebut ketika menempel dan ban digunakan, ban sudah aus, benda asing tersebut akan masuk ke dalam," kata Aji.

Periksa pula alur ban. Paling mudah untuk mengecek bisa menggunakan alat pengukur kedalaman alur. Atau di ban biasanya sudah disediakan alat ukurnya berupa tread wear indicator atau TWI.

"Biasanya di bagian samping ban ada tanda segitiga, menunjukkan lokasi TWI. TWI itu ada bagian menonjol seperti daging pada ban yang menonjol, ini adalah batasnya. Ketika keausan sudah rata dengan TWI, artinya tidak sampai botak, maka ban tersebut sudah maksimal keausannya. TWI ini adalah 1,6 mm dari permukaan bawah ban. Ketika sudah sejajar dengan TWI ban segera diganti," saran Aji.