Cegah Rem Blong, Perhatikan Ini

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Minggu, 17 Jan 2021 14:27 WIB
Kecelakaan akibat rem blong merenggut puluhan ribu nyawa per tahun. Jadi teroris tersendiri
Ilustrasi rem blong. Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo
Jakarta -

Kecelakaan lalu lintas kerap kali terjadi karena rem blong. Kegagalan rem yang menyebabkan sistem pengereman tidak bekerja dengan baik, bahkan tidak berfungsi sama sekali, membuat pengendara sulit mengendalikan mobil.

Rem blong bisa mengakibatkan kecelakaan fatal. Bahkan, sering terjadi kecelakaan yang menimbulkan kematian akibat rem blong. Untuk mencegah hal tersebut, Auto2000 memberikan tips mencegah mobil blong.

Sebelum melakukan pencegahan rem blong, kenali dulu beberapa penyebabnya. Sebab rem blong paling umum adalah permasalahan pada minyak rem. Salah satu penyebabnya adalah minyak rem yang habis. Bisa juga disebabkan oleh masuknya udara pada sirkulasi minyak rem yang menyebabkan terjadinya oksidasi dan menghasilkan uap air yang akan menguap saat panas dan membuat tekanan minyak rem menurun.

Kualitas minyak rem yang buruk karena terpengaruh suhu atau kedaluwarsa bisa menjadi penyebab. Mobil yang cukup berumur juga bisa memiliki endapan lumpur di dalam sistem rem yang bisa menyumbat dan menyebabkan rem blong. Termasuk munculnya karat di perangkat rem yang berbahan besi sehingga merusak senyawa kimia minyak rem dan menimbulkan endapan lumpur.

Penyebab rem blong lainnya adalah selang dari bahan karet yang getas sudah tidak lagi fleksibel dan pecah saat menerima tekanan berat. Kampas rem aus, kaliper membeku, piston rem atau seal piston master silinder rusak akibat pemakaian yang terlalu lama juga bisa memicu rem mobil gagal berfungsi.

Untuk mencegah rem blong, pemilik kendaraan diminta untuk tidak menginjak pedal rem saat tidak dibutuhkan dalam jangka waktu panjang. Sebab, panas akibat gaya gesek tersimpan di kaliper rem dan membuat rem gagal beroperasi. Hindari pula memaksa mengerem penuh di jalan menurun yang terjal dan disarankan untuk memanfaatkan engine brake dengan menurunkan posisi gigi transmisi.

Saat kondisi hujan dan jalan basah, rem tidak dapat bekerja optimal. Karenanya, ketika jalan basah segera turunkan kecepatan mobil sehingga tidak mengandalkan rem. Sempatkan beristirahat ketika perjalanan jauh, minimal setiap 3 jam sekali untuk memberikan kesempatan pada sistem rem melepaskan panas.

Sementara itu, perawatan rem mobil yang paling penting adalah memeriksa level minyak rem di dalam tabung penyimpanan minimal sebulan sekali. Segera tambah jika kurang dengan minyak rem yang sesuai rekomendasi pabrikan. Periksa sekitar tabung minyak rem apakah ada potensi kebocoran, terutama sekitar sambungan selang.

Minyak rem disarankan untuk dikuras dan diganti seluruhnya setiap 40.000 km atau 2 tahun sekali. Sebab, formula kimia dalam minyak rem ada masa pakainya. Jika dipaksakan, tekanan rem bisa hilang dan rem mobil blong karena kualitas minyak rem menurun. Lakukan pula pembersihan tabung minyak rem bersamaan dengan pengurasan minyak rem guna mencegah endapan lumpur dan lumut.

Jangan tunda untuk mengganti kampas rem jika direkomedasikan untuk diganti. Sekaligus, periksa kondisi piringan cakram atau teromol rem. Fungsi piston adalah untuk menggerakkan kaliper penjepit kampas rem ke piringan rem. Lakukan pemeriksaan untuk memastikan piston tidak macet, terutama dari karat dan kerusakan bagian karet-karet piston.

Rem tangan tidak mengandalkan sistem yang sama dengan rem mobil sehingga bisa berfungsi sebagai rem darurat ketika rem utama blong. Cek kondisi rem parkir supaya tidak bermasalah ketika dibutuhkan.

Dan yang tidak kalah penting dalam mencegah rem mobil blong adalah dengan melakukan servis berkala di bengkel. Teknisi akan mengecek kondisi sistem rem keseluruhan saat servis berkala.



Simak Video "Mobil Jarang Dipakai, Wajibkah Ganti Oli?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lua)