9 Kondisi Ini Bikin Harga Mobil Bekas Anjlok

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 25 Des 2020 12:13 WIB
Kebiasaan baru atau new normal rupanya tidak berpengaruh dengan angka penjualan mobil bekas. Kini pengusaha mobil bekas pun mulai menjerit.
Mobil bekas. Jika Anda tidak ingin harga jual kembali mobil Anda anjlok, perhatikan 9 hal ini. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pasar mobil bekas sangat berkembang. Harga yang relatif lebih murah membuat mobil bekas masih diminati. Ini menjadi kesempatan bagi Anda pemilik mobil yang ingin menjual mobilnya dalam keadaan bekas.

Namun, ada banyak hal yang mempengaruhi tinggi-rendahnya harga mobil bekas. Dikutip dari Cartoq, setidaknya ada 9 hal yang membuat mobil bekas jadi lebih jatuh harga jualnya. Apa saja?

1. Warna Mencolok

Warna mobil yang terlalu mencolok membuat harga mobil lebih jatuh. Pasar mobil bekas saat ini lebih menyukai mobil dengan warna netral seperti silver, hitam, atau putih.

Warna-warna seperti oranye, kuning, merah muda atau warna keras lainnya cenderung tidak memiliki nilai jual kembali yang baik. Warna-warna seperti ini menunjukkan goresan dan lecet dengan lebih mudah. Warna-warna ini juga lebih mahal untuk dicat ulang karena bengkel harus membuat warnanya secara khusus.

2. Modifikasi

Modifikasi mobil mungkin menjadi cara pemilik agar membuat tunggangannya tampil berbeda. Namun, modifikasi mobil sembarangan bisa-bisa membuat harga mobil anjlok.

Pembeli mobil bekas cenderung menginginkan kendaraan standar pabrikan. karena, modifikasi juga akan membuat pembeli mobil bekas meragukan performanya. Dan kemungkinan besar pembeli mobil bekas juga tidak menyukai modifikasi.

Satu hal yang dapat Anda lakukan adalah memodifikasi kendaraan dalam batas tertentu. Misalnya dengan menggunakan komponen plug & play sehingga bisa dengan mudah dilepas dan dikembalikan ke kondisi standar. Opsi lainnya adalah menjual kendaraan dan komponen modifikasi aftermarket secara terpisah.

3. Citra Merek yang Buruk

Mobil dengan citra merek buruk juga membuat pembeli mobil bekas ogah memilih. Pembeli mobil bekas pastinya ingin merek mobil yang dipercaya dan memiliki reputasi yang baik.

Ada faktor kepercayaan tertentu yang terkait dengan merek yang memiliki reputasi lebih tinggi karena orang tahu bahwa produk tersebut telah dicoba dan diuji dan berkinerja baik karena banyak orang yang membelinya.

4. Layanan Purnajual yang Kurang Baik

Pembeli mobil bekas pastinya sudah siap membayar perbaikan dan servis saat mereka membeli. Layanan purnajual yang kurang baik membuat pembeli mobil bekas tidak ingin membelinya. Alhasil, harga mobil bekas itu anjlok.

Pembeli mobil bekas cenderung lebih memilih mobil dengan layanan purnajual yang baik. Jadi, meskipun pembeli menemukan masalah, dia dapat mengunjungi bengkel terdekat dan dapat memperbaikinya dengan mudah.

Kendaraan dengan biaya perawatan tinggi mengalami depresiasi jauh lebih cepat dan kehilangan nilainya.

Selanjutnya
Halaman
1 2