Biar Nggak Mundur, Ini 5 Tips Nyetir di Tanjakan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 01 Des 2020 06:33 WIB
Sistem satu arah (one way) di kawasan Puncak selesai dilakukan. Lalu lintas kembali menjadi dua arah. Namun, kepadatan kendaraan terlihat mengular panjang.
Tips menyetir mobil di tanjakan. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Mengemudi mobil di tanjakan kerap kali sangat menantang. Karena kurang lihai, tak jarang mobil meluncur turun ke belakang saat merangkak di tanjakan.

Ketika mobil sudah mundur di tanjakan, kecelakaan bisa saja terjadi. Mobil itu bisa saja menghantam kendaraan lain di belakangnya.

Agar tak meluncur mundur, Auto2000 memberikan tips aman nyetir mobil di tanjakan.

Menjaga Momentum Kendaraan

Kunci pertama saat nyetir mobil di tanjakan adalah menjaga momentum kendaraan sehingga dapat melaju dengan mulus.

Sebagai pengemudi, Anda sebaiknya tetap menjaga emosi, fokus dan tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam yang bisa membuat kehilangan kendali mobil, terutama ketika menanjak di jalan yang licin akibat keadaan jalan yang kurang layak atau hujan. Namun jangan pula terlalu santai yang membuat mobil kekurangan tenaga bahkan menyebabkannya tidak sanggup mendaki.

Kenali karakter mobil yang dipakai untuk mendapatkan momentum yang pas.

Pakai Gigi Rendah

Tips nyetir mobil di tanjakan selanjutnya, optimalkan transmisi mobil. Walaupun mobil diperhitungkan sanggup melewati rintangan, sebaiknya posisi gigi transmisi diturunkan untuk memperoleh tambahan tenaga yang memadai.

Usahakan tidak menurunkan gigi di tengah rute pendakian agar mobil tidak kehilangan tenaga. Jika tanjakan landai dan panjang, Anda bisa menggunakan gigi 3, baik untuk mobil transmisi otomatis maupun manual. Tapi jika tanjakan cukup curam, bisa memanfaatkan gigi 2, bahkan bisa diposisikan di gigi 1 atau L untuk mobil matik jika dibutuhkan.

Tanjakan naga di punclut bikin mobil mogokTanjakan naga di punclut bikin mobil mogok Foto: Wisnu Pradana

Tekanan Kaki pada Pedal Gas

Atur irama kendaraan dengan menjaga injakan pada pedal gas. Tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam ketika mobil mulai menanjak supaya ban tidak kehilangan traksi yang membuat mobil sulit dikendalikan. Perhitungkan beban mobil, jika membawa muatan penuh, artinya Anda harus menekan pedal gas lebih dalam. Perhatikan pula kondisi jalan yang dilewati, terutama bila jalur yang dilalui kondisinya licin akibat hujan, atau jika kondisi lalu lintas cukup ramai sehingga menyulitkan menjaga momentum.

Jangan Panik

Jika menjelang akhir pendakian mobil semakin kehilangan tenaga, Anda nggak perlu panik. Segera turunkan posisi gigi secara halus untuk kembali mengail tenaga. Jika sampai berhenti karena ada halangan atau mobil benar-benar tidak bertenaga, injak pedal rem dan tarik tuas rem parkir. Lakukan start kembali dari gigi 1.

Tetap tenang dan waspada supaya mobil dapat melaju kembali dengan aman. Segera pindahkan tuas transmisi ke D untuk transmisi matik atau gigi lebih tinggi untuk transmisi manual setelah berhasil melewati tanjakan untuk memberi 'napas' pada mobil.

Kondisi Mobil Harus Terjaga

Yang tak kalah penting adalah menjaga kondisi mobil agar tetap bisa menanjak dengan mulus. Kondisi mobil secara teknis juga harus dijaga supaya dapat melewati tanjakan dengan aman dan nyaman. Seperti kinerja mesin jangan sampai bermasalah supaya dapat melaju tanpa kendala. Termasuk pula kondisi transmisi dan ban yang memegang peran penting dalam menyalurkan tenaga mesin ke jalan.



Simak Video "Mantap! Road Trip Jakarta-Bali with Corolla Cross Hybrid"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)