Hati-hati! Batu Kerikil pada Ban Bisa Jadi Sumber Petaka

M Luthfi Andika - detikOto
Minggu, 22 Nov 2020 07:02 WIB
Yokohama BlueEarth-GT AE51 dan Geolandar CV G058
Ilustrasi Ban Yokohama Foto: dok. Yokohama IndonesiaYokohama
Jakarta -

Buat detikers yang hendak melalui jalan berbatu harus lebih hati-hati lagi ya. Sebab, kerikil pun bisa merusak ban dan membuat ban tidak dalam kondisi prima.

Seperti yang disampaikan Deputy General Manager PT YMI Indonesia (Yokohama Indonesia), Eka Satria. Eka menjelaskan, pemilihan ban yang tepat wajib dilakukan.

"Buat ban SUV, perhatikan kondisi jalan yang sering dilalui, karena ban SUV normalnya terbagi dalam 3 jenis, MT (Mud Terrain), AT (All Terrain), dan HT (Highway Terrain)," uajr Eka.

Eka menjelaskan batu kerikil bisa menjadi biang kerok kerusakan ban jika dibiarkan tetap tertanam pada alur ban atau desain tapak ban.

"Batu kerikil yang dibiarkan pada alur ban bisa merusak struktur lapisan material ban. Apalagi jika jumlahnya banyak, saat mobil bergerak batu tersebut bisa menekan karet ban secara terus menerus selama perjalanan. Artinya lama-lama dapat merusak struktur karet ban, yang akhirnya akan merobek karet permukaan ban," kata Eka.

Lebih parah, lanjut Eka, jika batu kerikil pada alur ban terus menerus maka bisa mengenai serat kawat.

"Bahayanya, ketika batu sampai mengenai belt atau serat kawat yang jadi struktur ban. Saat kawat sudah terbuka, maka akan mudah terjadinya korosi atau karat, apalagi jika terkena air. Ketika serat kawat sudah berkarat, maka secara daya tahan akan jauh lebih rapuh. Efek panjangnya yaitu bisa membuat ban memiliki usia pakai yang pendek, bahkan yang lebih parahnya ban dapat pecah saat mobil sedang dikendarai," Eka menambahkan.

Kalau ban sudah pecah, risikonya bisa mengalami kecelakaan. Apalagi, banyak kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh ban pecah.

Yokohama BluEarth-GT AE51 dan Geolandar CV G058

Dalam kesempatan yang sama Yokohama juga ikut memperkenalkan dua produk terbaru mereka pada 16 November 2020 kemarin, yakni BlueEarth-GT AE51 dan Geolandar CV G058. Kedua ban ini diklaim mengusung teknologi Jepang dan memiliki keunggulan dalam performa di kelasnya, sehingga menyuguhkan kemampuan terbaik di berbagai permukaan jalan yang keselamatan dan kenyamanan saat berkendara.

"Kedua ban ini kami perkenalkan di Tanah Air karena memiliki keunggulan di kelasnya masing-masing. Ban Yokohama BluEarth-GT AE51 merupakan ban bagi mobil-mobil Grand Touring yang tak hanya digunakan dalam perjalanan jarak jauh tapi juga untuk pemakaian harian di perkotaan. Sementara Yokohama Geolandar CV G058 ditujukan untuk mobil-mobil di kelas Mid-Size dan Crossover SUV yang membutuhkan ban untuk performa terbaik di berbagai kondisi jalan," ujar Eka.

Yokohama BlueEarth-GT AE51 dan Geolandar CV G058Yokohama BlueEarth-GT AE51 dan Geolandar CV G058 Foto: dok. Yokohama Indonesia

Untuk Yokohama BlueEarth-GT AE51 dikatakan merupakan penerus dari BluEarth-A AE50. Ban ini dirancang untuk memberikan performa istimewa di berbagai kondisi, termasuk kestabilan, kenyamanan berkendara dan ramah lingkungan. Sebagai mana namanya, GT yang merupakan akronim dari "Grand Touring", memberikan asosiasi dengan perjalanan jauh. Karenanya, ban ini memang dirancang untuk memberikan performa stabil dan kuat yang diinginkan setiap penggunanya.

BluEarth-GT AE51 juga dirancang untuk menyuguhkan efisiensi bahan bakar lebih tinggi, sekaligus menyuguhkan keunggulan kinerja di jalan basah dan kestabilan pada kecepatan tinggi di permukaan kering. Soal kenyamanan, BluEarth-GT AE51 menyuguhkan kesenyapan di berbagai permukaan jalan.

Ban BluEarth-GT AE51 memiliki pola telapak asimetris (Asymmetric Pattern) yang dikembangkan secara khusus sehingga mampu menyuguhkan pengendaraan yang nyaman di sisi dalam sekaligus pengendalian yang hebat di sisi luarnya. Selain itu, tiga garis di bagian tengah (Triple Centre Rib) memastikan stabilitas pada kecepatan tinggi, dan alur garis menyerupai petir (Lightning Grooves) dapat meningkatkan traksi hingga ke tepi alur, sehingga kemampuannya di permukaan basah istimewa. Sementara guratan potongan pisau (Blade Cut Sipes), memberikan efek "rigid" untuk peningkatan kestabilan berkendara.

Yokohama BluEarth-GT AE51 diproduksi dalam 66 ukuran, dimulai dari ring 14 hingga ring 19. Di Indonesia, ban ini akan dijual dengan banderol harga mulai Rp 1 jutaan.

Sedangkan untuk pilihan Geolandar CV G058 merupakan produk terbaru Yokohama yang diperuntukkan sebagai ban untuk mobil-mobil Mid-Size dan Crossover SUV.

"Tak dapat dipungkiri, segmen Crossover SUV saat ini merupakan model mobil yang tengah berkembang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Selain juga dengan mempertimbangkan kebutuhan ban yang memiliki performa hebat di segala medan dan kondisi, karena itulah kami menganggap Geolandar CV G058 merupakan produk yang cocok untuk pasar Tanah Air," ujar Eka.

Yokohama BlueEarth-GT AE51 dan Geolandar CV G058Yokohama BlueEarth-GT AE51 dan Geolandar CV G058 Foto: dok. Yokohama Indonesia

Pola telapak ban Geolandar CV G058 menampilkan beberapa alur khas (sipe-based pattern - A) milik YOKOHAMA, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi. Pola telapak ini menggabungkan beberapa teknologi YOKOHAMA yang dapat meningkatkan performa keseluruhan, seperti: sipes kombinasi 2D / 3D (B) untuk meningkatkan daya tahan ban terhadap keausan yang tidak rata sekaligus meningkatkan traksi di jalan yang basah dan bahkan jika menemui jalanan tertutup salju. Penggunaan empat alur kombinasi di bagian tengah telapak (C) juga dapat lebih meningkatkan traksi sekaligus mencegah gejala hydroplaning. Selanjutnya penggunaan variasi lima pola telapak juga dapat memangkas kebisingan.

Geolandar CV G058 memiliki 43 ukuran mulai dari ring 15 hingga ring 20. Di Indonesia, ban ini akan dijual dengan banderol mulai dari Rp 2 jutaan.



Simak Video "Heboh Kemunculan Buaya 'Legendaris' Berkalung Ban di Palu"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)