Jumat, 13 Nov 2020 07:15 WIB

7 Tips Berkendara Supaya BBM Irit

Ridwan Arifin - detikOto
menyelenggarakan rangkaian tantangan eco-driving untuk menunjukkan fungsi nyata efisiensi bahan bakar pada model Grand Livina. Melalui acara “Tantangan 7 Liter Livina”, para peserta kali ini menempuh perjalanan dari Madiun ke Yogyakarta, menyusul kesuksesan tantangan serupa yang dilakukan pada rute Bandung-Jakarta, dengan rekor kosumsi bahan bakar sebesar 1:30,3 Km/Liter Ilustrasi Eco Driving Foto: Nissan Motor Indonesia
Jakarta -

Cara mengemudi untuk menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) atau Eco Driving bisa diaplikasikan ketika membawa mobil sehari-hari. Sebab, selain untuk menghemat BBM, bisa juga mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Oke bagaimana tips teknik gaya berkendara Eco Driving?

Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin menjelaskan Eco Driving mengombinasikan teknik mengemudi Safety Driving dengan psikologi Defense Driving. Di situlah akhirnya tercipta teknik mengemudi yang menghemat waktu dan biaya, aman, serta ramah lingkungan.

"Kalau kita sudah mengamalkan eco driving, otomatis sudah mengamalkan safety driving, defensive driving. Intinya dengan eco driving adalah bagaimana kita berkendara secara cerdas, apakah kendaraannya itu mobil ataupun sepeda motor, dikemudikan secara cerdas, selalu waspada, dan berikutnya adalah ekonomis," ujar pria yang akrab disapa Puput saat webinar, Kamis (12/11/2020).

Oke, dalam buku saku yang dibuat Eco Driving Indonesia, ada beberapa teknik mengemudi Eco Driving yang ditambah dari berbagai sumber.

1. Pindahkan gigi transmisi ke posisi yang lebih tinggi secepat mungkin

Idealnya mesin berbahan bakar bensin atau gas perpindahan transmisi dapat dilakukan sebelum 2500 rpm. Sedangkan mobil bermesin diesel atau berbahan bakar solar pada umumnya pemindahan gigi transmisi dilakukan sebelum putaran mesin 2.000 rpm. Khusus mesin diesel, apabila putaran mesin maksimumnya lebih dari 5.000 rpm, maka perpindahan transmisinya dapat dilakukan seperti mesin bensin.

Pengukur putaran mesin/tachometer dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kapan perpindahan posisi persneling dapat dilakukan. Dengan kata lain, tidak membebani mesin dengan putaran rpm yang berlebih.

2. Lakukan akselerasi dan pengereman secara lembut

Penekanan pedal gas secara perlahan. Start dengan akselerasi tinggi hanya akan menyebaban konsumsi BBM secara berlebihan

Hindari akselerasi dan pengereman yang tak perlu bisa menghemat bahan bakar 5-10%. Selain itu Anda akan banyak menghemat usia pakai ban, kampas rem, kampas kopling hingga 20% lebih lama, dan yang paling penting adalah akan mengurangi resiko kelelahan otot akibat dari terlalu sering melakukan pengereman dan menginjak kopling yang berlebihan.

Hindari pengereman mendadak atau mengemudi gaya "stop and go" atau sering disebut dengan "jack rabbit start", menjaga jarak aman dari kendaraan di depan akan memperkecil sifat mengemudi stop and go,lakukan percepatan dan perlambatan dengan lembut.

3. Menggunakan Engine Break

Ketika memperlambat atau menghentikan kendaraan, lakukanlah perlambatan dengan lembut dan persneling tetap dalam keadaan masuk. Pengereman dengan mesin mempunyai dampak positif terhadap pemakaian bahan bakar dan emisi juga lebih baik.

4. Stop Idling

Jangan biarkan mesin menyala dengan kondisi idle dalam waktu yang lama. Mobil menggunakan sekitar 130cc bahan bakar ketika mesin idling selama 10 menit (kondisi netral dengan AC dalam keadaan mati).

5. Menentukan Jarak Aman

Dibutuhkan penglihatan yang sempurna saat mengemudi, untuk itu mata harus tetap waspada melihat objek di depan kendaraan. Sebagai contoh bila mengemudi dalam kondisi kecepatan 100 km/jam, kendaraan akan bergerak dari titik A ke B sekira 27 meter dalam waktu 1 detik. Jarak aman kendaraan di depan minimal 3 detik

6. Pantau Informasi Lalu Lintas

Ketika berkendara dalam perjalanan yang ditempuh selama 1 jam, dan kita kehilangan waktu mengemudi selama 10 menit karena macet atau hal lainnya, maka konsumsi bahan bakar akan meningkat sekitar 14%.

7. Memanaskan Mesin dengan Tepat

Berkendara segera setelah mesin dihidupkan atau memanaskan mesin terlalu lama akan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan mesin kurang lebih sekitar 3 menit atau ketika jarum penunjuk suhu mesin sudah mulai bergerak. Mobil menggunakan bahan bakar sekitar 160cc saat mesin dipanaskan.



Simak Video "Motor Listrik Mengaspal di Kota Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com