Jumat, 09 Okt 2020 07:42 WIB

4 Ciri Ban yang Bahaya Dipakai Saat Musim Hujan

Rizki Pratama - detikOto
Ban mobil Bridgestone punya teknologi Tire Damage Monitoring System Ban mobil perlu diperhatikan saat musim hujan. Kalau kondisinya sudah aus, ban mobil bahaya dipakai apalagi di musim hujan. Foto: Carscoops
Jakarta -

Musim hujan memang paling nyaman pakai mobil. Walaupun begitu bukan berarti Anda bisa aman begitu saja saat berkendara saat hujan, sebab jalanan yang basah bisa menjadi petaka jika tidak tahu bagaimana kondisi ban.

Ban memang tidak memiliki teknologi rumit seperti mekanisme mesin atau fitur canggih lainnya. Akan tetapi, ban adalah bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan jalan.

Oleh karena itu penting bagi Anda untuk mengetahui kondisi ban selama berkendara di musim hujan. Setidaknya ada beberapa kondisi ban yang riskan digunakan saat berkendara di atas aspal yang basah.

1. Ban Gundul

Sebelum berkendara periksalah alur ban. Ini bisa dilakukan secara kasat mata. Jika alur ban sudah susah terlihat dengan jelas maka bisa dikatakan ban sudah gundul.

Kondisi ban yang gundul dapat terjadi di beberapa bagian, yakni ada yang hanya di tengah, hanya di bagian tepi atau di sisi tertentu saja. Di mana pun letak permukaan yang gundul, ban Anda harus tetap diganti karena permukaan yang gundul membuat ketebalan ban tidak lagi seragam.

Penyebab ban gundul di tengah biasanya disebabkan karena ban sering diisi tekanan udara yang melebihi standar. Sebaliknya, gundul pada bagian pinggir cenderung disebabkan ban memiliki tekanan udara yang rendah. Tidak hanya itu, ban juga dapat cepat gundul saat Anda sering melakukan pengereman secara mendadak.

2. Tapak Ban Menipis

Selain alur ban, perhatikan juga ketebalan tapak ban yang dapat diukur dengan standar Tread Wear Indicator (TWI). Ini merupakan indikator batas keausan ban yang diizinkan untuk tetap dipakai.

Indikator TWI dapat dilihat di ban. Biasanya terdapat di bagian tepi ban berupa segitiga kecil, serta di bagian telapak ban yang berbentuk tonjolan, namun tidak sampai setinggi kembang ban.

Apabila ketebalan ban Anda telah menyentuh batas tersebut, maka ban Anda sudah aus dan harus segera diganti.

3. Ban Benjol

Satu lagi kondisi ban yang berbahaya dipakai saat hujan adalah ban benjol. Benjolan pada ban merupakan pertanda bahwa terdapat anyaman benang atau kawat penguat konstruksi ban yang putus. Ban dengan benjolan tentu membuat bentuk dan ketahanannya tidak lagi seragam, sehingga rawan pecah di jalan.

Penyebab ban benjol bervariasi, di antaranya yakni karena kurangnya tekanan udara di dalam ban sehingga beberapa bagian ban harus menanggung beban lebih berat.

Penyebab lainnya adalah kebiasaan mengemudi yang buruk, yakni melewati jalan rusak atau berlubang dengan kecepatan tinggi atau dengan muatan berlebihan. Hal ini menyebabkan beban ban tidak merata sehingga kawat konstruksinya putus.

4. Ban Retak-retak

Selanjutnya ban dengan permukaan yang retak juga tak aman dipakai saat hujan. Ban retak disebabkan karena mobil sering diletakkan di tempat yang tidak memiliki atap, sehingga terkena paparan sinar matahari langsung. Ban yang terus menerus berada dalam suhu panas lama kelamaan dapat rapuh, retak dan cepat rusak.

Sebaiknya, parkir mobil Anda di tempat teduh dan lakukan pemeliharaan dengan membersihkan ban secara rutin, serta mengoles cairan khusus yang dapat membantu menjaga kelenturan ban.



Simak Video "Gaya-gayaan Angkat Ban Motor di Depan Pos Polisi, 6 Pelajar Diamankan!"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com