Minggu, 04 Okt 2020 07:10 WIB

Perkara Mobil Matik Mogok, Bolehkah Didorong?

Ridwan Arifin - detikOto
Transmisi mobil otomatis Hyundai yang menggunakan shiftronic Mobil bertransmisi matik tidak boleh didorong sembarangan Foto: Hyundai
Jakarta -

Mobil bertransmisi matik kini jadi favorit, khususnya masyarakat perkotaan. Praktis, sebagian lainnya memilih mobil matik karena kaki tidak mudah pegal. Tapi dibalik kemudahannya, mobil bertransmisi matik juga tidak boleh asal didorong lho, apalagi saat mogok. Benarkah demikian?

Koordinator Eksekutif Technical Service Astra Daihatsu Motor, Anjar Rosadi membenarkan jika mobil bertransmisi matik tidak boleh sembarangan untuk didorong karena sistem pelumasannya berbeda dengan mobil manual.

Jadi pada mobil matik terdapat sistem pelumasan transmisi mobil berupa pompa hidrolic yang bekerja saat mesin hidup.

"Jadi, bila roda penggerak mobil matik berputar, otomatis transmisinya juga muter. Karena tak ada pelumasan (kondisi mobil mati), transmisinya akan bekerja secara paksa dan pada akhirnya akan rusak," kata Anjar kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Bagaimana jika mobil mogok di tengah jalan?

Disampaikan Chinto Adiputera selaku Supervisor Bussines Area Sales Department Retail Division PT Astra Otoparts, mendorong mobil matik sebenarnya tidak boleh. Namun dalam keadaan terdesak, mobil matik yang mogok hanya boleh didorong untuk dipindahkan ke bahu jalan.

"Kalau memang jarak dekat atau sekedar memindahkan mobil ke bahu jalan boleh saja menggunakan posisi transmisi N. Untuk kecepatan mobil sendiri (saat didorong maupun diderek), jangan melebihi 30 km/jam," kata Chinto.

Untuk memindahkan ke bengkel, mobil matic tentu harus menggunakan towing atau derek. Tapi posisinya juga harus benar-benar diperhatikan, khususnya pada bagian penggerak roda.

"Tata cara yang benar yaitu ban roda penggerak harus terangkat," ujar Anjar.

Jika mobil berpenggerak roda depan, lebih baik ban belakang yang menyentuh di jalan. Namun jika mobil menggunakan penggerak roda belakang lebih baik roda depan yang menempel di jalan.

Chinto juga menjelaskan jika mobil matik yang mogok harus dibawa dengan jarak yang cukup jauh, lebih aman dan lebih baik menggunakan derek.

"Dereknya pun kalau bisa pakai yang gendong (mobil yang mogok diangkut keseluruhan ke atas mobil towing).

Setelah sampai di bengkel resmi terdekat (tak lebih dari 15 kilometer), segera laporkan bahwa mobil tersebut sudah didorong maupun diderek. Sehingga petugas bisa langsung melakukan pengecekan dan pencegahan komponen yang berpotensi rusak. Seperti planetary gear dan converter torque.

Sebab ketika mobil matik dalam keadaan mati dan dipaksa untuk didorong. Kedua komponen tersebut dapat aus dan rusak sebab ketika didorong/diderek saat posisi roda menyentuh tanah, roda akan terus berputar. Saat roda berputar, komponen transmisi yang berputar tidak mendapat pelumasan yang baik karena pompa hidrolik oli baru bekerja menyemburkan oli ke komponen transmisi ketika mesin mobil hidup. Logam yang saling beradu tanpa adanya oli akan aus, rusak, dan patah.

Adapun langkah pertama yang harus dilakukan ketika mobil matik mogok adalah mengecek kondisi aki. Jika aki kekurangan daya, maka bisa ditambah dengan menggunakan jumper.

"Namun sebelumnya (memanggil towing) dicek dulu mogok karena apa. Bila karena baterai, kan bisa beli baterainya atau dijumper. Kalau karena lain, segera telpon towing untuk dibawa ke bengkel resmi terdekat," jelas Anjar.



Simak Video "Perkenalkan! Xpander dan Xpander Cross Spesial Bernuansa Hitam"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/riar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com