Cara Aman Bawa BBM Cadangan buat Darurat

Tim detikcom - detikOto
Senin, 13 Jul 2020 13:07 WIB
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ke dalam jeriken untuk layanan pesan antar BBM Pertamina di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Rabu (25/3/2020). Jasa layanan pesan antar Pertamina call center 135 untuk BBM atau LPG tersebut sebagai bentuk upaya mendukung program pemerintah agar warga bekerja dari rumah guna menekan penyebaran pandemi virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Membawa BBM pakai jeriken. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Mercedes-Benz S600 Guard yang menjadi mobil dinas RI 2 Wakil Presiden Ma'ruf Amin dilakukan pengisian bensin pakai jeriken. Soalnya, di sekitar lokasi kunjungan kerja tidak ada SPBU yang menjual BBM yang direkomendasikan.

Sebenarnya membawa BBM cadangan bisa aman, bisa juga membahayakan. Risiko terburuknya bahkan bisa terjadi kebakaran jika membawa BBM cadangan.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan jika ingin membawa BBM cadangan dalam perjalanan, sebaiknya uraikan segitiga api agar tak terjadi kebakaran. Segitiga api yang dimaksud adalah udara, panas, dan bahan bakar yang murah terbakar. Kategori panas bisa berupa sinar matahari, percikan api, atau korsleting listrik. Sementara kategori bahan yang mudah terbakar tak cuma BBM, bisa juga berupa kertas, plastik atau kabel.

"Gampangnya, uraikan yang namanya segitiga api tadi. Kalau dia ditaruh dalam satu kontainer atau tangki, maka pastikan tangkinya atau jeriken berbahan metal. Pastikan terkunci dan tidak tercampur dengan barang-barang berbahaya," kata Jusri kepada detikcom, Senin (13/7/2020).

Namun, ada juga jeriken plastik yang aman untuk membawa BBM cadangan. Yaitu jeriken khusus dengan kode HDPE 2 atau High-Density Polyethylene.

"Itu boleh jenis plastik tersebut. Karena jenis plastik tersebut tidak mengeluarkan listrik statis. Dan cukup kuat ketika terjadi benturan atau gesekan. Jadi bukan seperti jeriken plastik biasa yang dijual di pasaran," ujar Jusri.

Memang, harga jeriken HDPE 2 itu cukup mahal, untuk ukuran kecil bisa lebih dari Rp 500 ribuan. Jeriken khusus itu juga memiliki mulut khusus yang jika ditarik bisa mengeluarkan pipa. Sehingga, ketika melakukan penuangan atau pengisian BBM tak perlu corong atau selang lagi.

Menurut Jusri, saat membawa BBM cadangan di dalam jeriken itu, pastikan jangan ditempatkan di dekat sumber panas. "Sumber panas itu bisa saja misalnya ada kabel-kabel terbuka, bisa saja ada gesekan terjadi shortcut (korsleting). Shortcut tadi ada uap bensin sudah nyamber tuh," katanya.

Jusri juga mengingatkan, saat mengisi bensin cadangan perlu diperhatikan lingkungan sekitarnya. Misalnya, hindari penggunaan ponsel saat pengisian bahan bakar dan hindari dari orang yang merokok di dekatnya.



Simak Video "Motor Listrik Mengaspal di Kota Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)