Rabu, 19 Feb 2020 19:08 WIB

Cara Agar Tikus Ogah Bersarang di Mobil

Ridwan Arifin - detikOto
Jaman now, nggak cuma manusia yang bisa mandi sauna. Mobil pun sekarang bisa mandi uap ala manusia. Penasaran? Ilustrasi membersihkan mobil Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Tikus bukan saja jadi hama untuk para pemilik mobil, para pemilik mobil sering juga dibuat kesal. Hewan pengerat ini menyerang interior hingga ruang mesin mobil.

Tikus yang masuk ke ruang mesin mobil bisa merusak komponen kelistrikan dan beberapa parts yang terbuat dari karet dan plastik. Sebab tikus merupakan hewan pengerat yang berpotensi membuat pemilik mobil mengalami kerugian besar.

Untuk mencegah tikus masuk mobil, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan mobil secara rutin.

"Tentu saja menjaga mobil dan ruang mesinnya bersih. Kalau kondisinya itu bersih, tikus nggak terlalu suka," ujar Service Manager Auto2000 Cilandak, Suparna, saat dihubungi detikcom, Rabu (19/2/2020).

Suparna mengatakan memang agak sedikit merepotkan bila melakukan hal itu sendiri. Ia menyarankan agar mesin sesekali juga di salon untuk menjaga kebersihan. Tarifnya berkisar Rp 200 ribuan.

"Kalau tidak pernah di salon mesin, kemudian kotor banget, kadang kala ada ranting, dedaunan masuk ke dalam. Biasanya dari grille, kemudian tertiup ke ruang mesin, selain berbahaya berpotensi bisa terbakar. Kedua, tikus juga suka itu," tutur Suparna.

Suparna mengatakan dengan ruangan yang bersih dan segar takkan bisa menarik minat para tikus untuk bersarang.

Pencegahan lain yang juga bisa dilakukan adalah memperhatikan lingkungan kondisi parkir. Seperti yang dikemukakan Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor Bambang Supriyadi.

Bambang menyarankan pemilik mobil tidak menyimpan kendaraaannya di tempat yang banyak sampah, seperti berdekatan dengan tempat sampah atau di lokasi yang terbuka, sebab hewan pengerat itu berpotensi masuk.

Ia menambahkan bila pemilik mobil tidak memarkirkan mobil di satu tempat dalam jangka waktu yang lama. Misal, mobil yang jarang dipakai dan ditaruh di dalam gudang.

"Jangan parkir dalam posisi yang sama dalam waktu yang panjang," kata Bambang kepada detikcom, Rabu (19/2/2020).

Bila ruang mesin terindikasi dihuni tikus, Bambang menyarankan bisa menggunakan kapur barus. Bahan yang dikenal dengan kamper ini, juga merupakan salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk mengusir tikus. Selain mudah didapat, penggunaannya pun tidaklah rumit.

"Dapat ditabur kapur barus di atas bagian yang hangat (transmisi atau mesin) untuk mengusir tikusnya," kata Bambang.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan cairan anti tikus yang biasa disemprotkan ke kap mobil. Namun Suparna tidak menyarankan hal tersebut."Boleh-boleh saja, tapi kalau bisa memastikan tidak rawan terbakar silahkan saja. Tetap yang paling efektif adalah menjaga kebersihan," ujarnya.

Mengutip Zing, alternatif lain yang bisa dilakukan adalah dengan meneteskan minyak esensial antitikus di sekitar kompartemen mobil, sebab kabarnya aroma ini membuat tikus enggan untuk mendekati mobil.



Simak Video "Seberapa Buas Nissan GT-R yang Dipakai Wakil Jaksa Agung?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com