Minggu, 16 Jun 2019 14:38 WIB

Awas! Mobil Bunyi Jedak-Jeduk Bisa Jadi Shock Breaker Mati

Ridwan Arifin - detikOto
Ilustrasu shock breaker. Foto: Micks Garage Ilustrasu shock breaker. Foto: Micks Garage
Depok - Shock breaker menjadi komponen kendaraan yang memiliki masa usia pakai. Penyebab yang mempercepat usia lantaran karena terlalu sering melalui jalanan yang rusak atau membawa muatan yang melebihi kepasitas (kelebihan beban).

Adapun indikasi kerusakan shock breaker mati terasa saat berkendara, salah satunya melalui bunyi, seperti yang diungkapkan oleh Rudi pemilik bengkel spesialis kaki-kaki Aneka Per yang terletak di Jl. Tole Iskandar, Depok, Jawa Barat.


"Shock breaker mati terasanya kalau di jalan gelombang bunyi jeduk-jeduk, kemudian terguncang seperti naik perahu. Daya redam kejut sudah berkurang, tinggal per-nya saja," kata Rudi kepada detikcom.

"Kalau udah keseringan banyak muatan, gesekan-gesekan shock breaker lama kelamaan panas, bisa melelehkan plastik merusak klep-klep di dalam, menghambat redam kejut. Makanya dia posisi ambles, tidak mau balik lagi," ujar Rudi.


Bila sudah amblas, Rudi tidak bisa menjamin shock breaker dapat direkondisi kembali. Malah ia menyarankan agar pemilik mobil mengganti yang baru.

"Tergantung kondisi shock, kalau kesumbat doang bisa. Tapi kalau asnya sudah baret. Bushing-bushing sudah oblak sudah tidak bisa," jelasnya. (riar/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed