5 Tips Membeli Mobil Bekas

5 Tips Membeli Mobil Bekas

M Luthfi Andika - detikOto
Rabu, 06 Jan 2016 15:42 WIB
5 Tips Membeli Mobil Bekas
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Mobil bekas memang memiliki daya tarik tersendiri, karena konsumen bisa mendapat keuntungan dari turunnya nilai jual dari merek tertentu. Namun sebelum melakukan transaksi, diingatkan ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Nah kali ini Asuransi Astra Credit Companies (ACC) coba memberikan tips sebelum melakukan pembelian mobil bekas. Penasaran, simak yang berikut ini.

1. Cara pembayaran, kredit atau tunai

Foto: Rengga Sancaya
Dikatakan keputusan untuk menentukan apakah Anda akan membeli secara tunai atau kredit membutuhkan berbagai pertimbangan. Dan ini harus benar-benar disesuaikan kondisi finansial Anda saat ini dan di masa depan.

Jika Anda memiliki uang tunai yang cukup untuk melunasi mobil idaman Anda dan Anda masih memiliki pendapatan tetap dan tabungan lain untuk keseharian Anda, maka Anda berada dalam kondisi ideal untuk membeli mobil secara tunai.

Namun sebaliknya, jika Anda tidak memiliki uang tunai yang cukup untuk melunasi mobil idaman Anda. Tetapi Anda memiliki dana lebih untuk membayar uang muka kredit, sementara cicilan yang harus Anda bayar setiap bulannya tidak melebihi 1/3 dari pendapatan Anda.

Maka Anda berada dalam kondisi ideal untuk membeli mobil secara kredit.

2. Berasuransi atau tidak

Foto: Rengga Sancaya
Perlu diingat, tidak semua mobil diasuransikan oleh pemiliknya. Namun akan lebih baik bila Anda mencari mobil bekas yang sudah diasuransikan.

Asuransi mobil biasanya berlangsung selama minimal satu tahun dan dapat diperpanjang. Jika Anda berhasil mendapatkan mobil bekas yang sudah diasuransikan, maka Anda dapat memanfaatkan tenggang waktu asuransi yang masih berjalan untuk mengatasi setiap perbaikan yang harus dilakukan pada mobil tersebut.

Selain itu, mobil yang diasuransikan biasanya berada dalam kondisi baik karena perawatannya terjamin oleh perusahaan asuransi.

Namun jika memang mobil bekas yang Anda inginkan tidak memiliki asuransi, alangkah baiknya apabila Anda membeli asuransi untuk mobil bekas tersebut.

Dengan memiliki asuransi, Anda akan terhindar dari biaya besar untuk memperbaiki mobil jika terjadi kerusakan.

3. Cek Pajak Tahunan

Foto: Grandyos Zafna
Sebelum melakukan pembelian mobil bekas, ada baiknya untuk melihat pajak yang tahunan dari mobil bekas tersebut. Karena dikatakan saat Anda membeli mobil bekas, Anda masih harus menyisihkan uang Anda untuk biaya membalik nama.

Oleh sebab itu ada cara lain untuk menghemat pengeluaran, dengan membeli mobil bekas yang jatuh tempo pajak tahunannya masih panjang. Bahkan kalau bisa diatas 6 bulan.

Sehingga Anda bisa menunda membayar pajak dan membalik nama, hingga finansial Anda membaik.

4. Cek fisik

Foto: thinkstock
Ada satu kondisi buat Anda yang ingin membeli mobil bekas, untuk lebih teliti melihat kondisi fisik dari kendaraan. Karena dikatakan Kondisi fisik mobil bekas yang Anda beli, akan berkaitan erat dengan kondisi finansial Anda kedepannya.

Dana lebih ini nantinya digunakan untuk berbagai tujuan seperti biaya perbaikan. Besar kecilnya dana lebih tersebut, bergantung pada ketelitian Anda saat meninjau dan usia dari mobil itu sendiri.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat meninjau kondisi mobil bekas incaran Anda adalah jarak tempuh, kondisi mesin, kondisi transmisi, kondisi body, kondisi cat, kondisi interior, kondisi kelistrikan.

Jangan lupa untuk mengantisipasi kondisi mobil yang pernah terendam banjir.

Agar proses pengecekan kondisi fisik dapat dilakukan secara menyeluruh dengan lebih mudah dan meyakinkan, sangat direkomendasikan untuk melakukannya dengan didampingi oleh seorang pakar otomotif seperti montir kepercayaan.

5. Test drive

Foto: Rengga Sancaya
Hal penting terakhir yang harus Anda lakukan ketika membeli mobil bekas adalah melakukan test drive. Dikatakan ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika ternyata mobil tersebut memiliki kerusakan yang tersembunyi. Cobalah lakukan test drive di jalan bebas hambatan dalam kecepatan sedang dan tinggi.

Dengan demikian, apabila mobil tersebut memang memiliki masalah, maka gejalanya akan lebih mudah terlihat atau dirasakan.
Halaman 2 dari 6
(lth/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads