Masuoka menuturkan kalau usaha penghematan bahan-bakar kendaraan bermotor baik dari segi teknik maupun berbagai metode sudah harus menjadi pusat perhatian dengan dasar tujuan untuk mengurangi emisi gas CO2 yang mempunyai efek terhadap pemanasan global.
"Memang apabila setiap pengemudi harus dibekali pengetahuan tentang lingkungan hidup sambil mereka harus mengemudikan kendaraan, mungkin merupakan suatu hal berat yang membebani mereka. Namun, yang terutama dan terus-menerus kami pikirkan adalah bagaimana cara mengurangi biaya pemakaian bensin bahan bakar," jelasnya di Denpasar Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktanya, masih menurut Masuoka, yang lebih tepat bukanlah seperti itu, melainkan kita hanya perlu melakukan memahami 'bagaimana cara mengemudi dengan menghindari segala hal yang sia-sia'.
"Teknik mengemudi yang tepat dapat meminimalisir pemborosan pemakaian bahan-bakar di dalam kota, dimana mengemudi di dalam kota merupakan daerah yang paling menguras pemakaian bahan bakar kendaraan bermotor," katanya.
"Untuk itu bukan saja diperlukan cara mengemudi yang ekonomis efisien dengan mengendarai perlahan-lahan saja, tetapi juga harus dipikirkan nilai efisiensi energy secara keseluruhan. Seberapa banyak bahan bakar yang sudah telah terpakai dapat tergantikan dengan seberapa jauhnya jarak yang sudah telah ditempuh. Sikap berkendara seperti itulah yang harus dipikirkan," lugasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB