Sebelumnya para aktivis wanita Arab Saudi menggalang kekuatan untuk memaksa Kerajaan Arab Saudi yang ultra-konservatif untuk mencabut larangan mengemudi bagi wanita. Berbagai hal telah mereka lakukan, mulai dari kampanye di internet, turun ke jalan hingga meminta pabrikan mobil untuk menghentikan penjualan mobil di Arab.
Simpati pun mereka dapatkan. Para aktivis feminisme dari beberapa negara juga diketahui melakukan aksi demonstrasi untuk mendukung perjuangan wanita-wanita Arab. Bahkan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengeluarkan pernyataan yang mendukung gerakan para aktivis wanita tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang aktivis hak azasi manusia Eman al-Nafjan berkata pada Associated Press dan dikutip aol, Jumat (1/7/2011) mengatakan bahwa polisi telah menahan seorang wanita pada hari Selasa saat mengemudi di pantai Laut Merah di Jeddah.
Empat perempuan lain juga dituduh mengemudi dan kemudian ditahan dan hingga kini belum ada informasi baru mengenai status tahanan mereka.
"Tampaknya, ini adalah tekanan besar pertama dari pemerintah," kata al-Nafjan. "Kami tidak yakin apa artinya pada saat ini dan apakah ini adalah awal dari garis keras yang diberlakukan oleh pemerintah terhadap perjuangan," tambahnya.
Awal bulan lalu sekitar 40 perempuan Saudi duduk di belakang kemudi sebagai bentuk protes karena hingga kini Arab Saudi belum mengizinkan wanita untuk mengemudi sendiri.
Sebelumnya seorang aktivis wanita bernama Manal Al-Sharif harus merasakan dinginnya dinding penjara akibat melakukan protes serupa dua bulan lalu. Sedikitnya 6 orang wanita lain juga ditangkap setelah mereka tertangkap belajar mengemudi di utara Riyadh, ibu kota Arab Saudi ketika itu.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Jangan Kaget Lihat Harga Pertamax, Sekarang Tembus Rp 16.250/liter