Nadya Suka Yang Tua dan Orisinal

Nadya Suka Yang Tua dan Orisinal

- detikOto
Selasa, 10 Mar 2009 17:35 WIB
Nadya Suka Yang Tua dan Orisinal
Jakarta - Bicara kendaraan, orang biasanya membicarakan yang gres dan terbaru. Apalagi perempuan, mana ada yang mau mengendarai Mazda tipe 323 XG-S, keluaran tahun 1989?

Namun perempuan yang bernama lengkap Nadya Noviana Wulandari Gadzali ini
santai-santai saja. Menurutnya, mobil ini hampir setara dengan usianya, yang sejak masih baru tidak dilakukan perubahan apapun.

"Ini mobil didapat dari baru. Sudah sangat hapal luar dalamnya, jadi sayang kalau dijual. Lagipula, selama ini, masih bisa memenuhi mobilitas saya," ujar Nadya, yang berhobi travelling dan diving ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berawal dari hobi tersebut juga, yang membawa perempuan kelahiran Bandung, 21 November 1983 ini menerima dengan semangat, ketika ditawari menjadi presenter Jejak Petualang sejak tahun 2006 sampai 2008 lalu. Wilayah timur Nusantara seperti Papua, Sumba, Jatim dan Madura habis ditaklukkan perempuan cantik ini.

Petualang yang sekarang mengenakan jilbab ini, bercerita kepada detikOto lewat sambungan telepon perihal pengalamannya ketika berkendara.

"Saya belajar nyetir kelas 3 SMP, waktu itu lokasinya seru, di Bulak Laut, Pangandaran. Sengaja bukan waktu liburan, jadi sepi," ujar dara yang sempat mengikuti audisi film Ketika Cinta Bertasbih ini.

Nadya juga menuturkan, keinginannya bisa menyetir didorong oleh tuntutan sang Ibunda, yang memintanya bisa menyetir, agar bisa mengantar sang Ibunda.

"Terutama ke pasar, atau bila ada keadaan mendesak, saya bisa mengambil alih kemudi," akunya.

Pernah Telan Kaca Mobil

Pengalaman lain terjadi sewaktu kelas 3 SMA. Nadya bercerita, dirinya pernah memiliki masalah dengan geng motor di Bandung, yang terkenal ugal-ugalan dan cenderung melakukan aksi kriminal.

Saat itu dirinya sedang menyetir sendirian di kawasan Jalan Cihapit, Bandung, hendak menuju acara Sweet Seventen-an teman SMA. Dari arah berlawanan dirinya berpapasan dengan konvoi ratusan motor.

"Nggak tau kenapa, tiba-tiba motor barisan terakhir menghadang mobil saya. Tanpa ada pembicaraan apapun, kaca mobil saya langsung dilempar batu sampai pecah. Sialnya, karena saya berteriak, salah satu pecahan kaca tersebut sampai tertelan," ujarnya.

Akibatnya dia pun harus dioperasi dan dirawat di rumah sakit beberapa waktu karena menelan kaca mobilnya sendiri.

Itu pengalamannya, lain lagi dengan keinginannya. Perempuan yang satu ini lebih senang mobilnya tetap seperti keadaan waktu beli dulu pertama kalinya. Jadi, tidak ada satu pun yang dirubah atau diganti olehnya bila tidak ada kerusakan yang berarti.

"Saya suka mobil tetap standar," ujarnya singkat.

Nadya pun ternyata mau menyampaikan harapan tentang mobil impiannya yakni Jeep Wrangler.

"Sebenarnya, saya justru suka mobil yang tinggi, mungkin karena badan saya kecil, jadi biar terlihat gagah. Mengumpulkan uang dulu, sambil sekolah," ujar perempuan yang tengah kuliah S2 di Universitas Padjadjaran, Bandung, mengambil jurusan Hukum Pidana.

Memang, terkadang hobi dan tuntutan akademis seringnya tidak sejalan, tapi Nadya tidak ambil pusing. Untuk saat ini, ia memang sengaja menyetop aktivitas entertaintmentnya.

"Mau selesaikan kuliah dulu," ujar perempuan yang mengaku menyukai tari Jaipong, namun malah terjun sebagai dancer di Yukitanari Dance. (bgj/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads