Terakhir kali New Beetle bersolek pada tahun 1998, selama model terakhir ini hidup, telah ada 1 juta New Beetle yang berpindah ke garasi konsumen untuk menggenapi prestasi penjualan Beetle selama hidup menjadi lebih dari 20 juta unit di seluruh dunia. Versi terbaru diperlihatkan di Shanghai dan New York ditambah sebuah acara di Berlin.
Beetle versi terbaru seperti dilansir situs resmi VW, Selasa (19/4/2011) memiliki dimensi 4,278x1,808x1,486 meter (PxLxT) atau lebih lebar 84 mm, lebih rendah 12 mm dan lebih panjang 152 mm dan tentunya akan lebih lapang dibanding versi terdahulu. Meski masih mengusung desain retro, penampilan Beetle terbaru tampak lebih segar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk mesin akan ada tiga unit mesin bensin turbocharged yang siap dipilih dengan variasi tenaga antara lain mesin 1,2 liter bertenaga 103 bhp, mesin 1,4 liter dengan 158 bhp dan mesin 2.0 liter dengan tenaga 197 bhp.
Selain itu ada sepasang mesin turbodiesels berkekuatan 103 bhp (1.6 liter) dan 138 bhp (2.0 liter). Semua mesin itu akan ditemani transmisiΒ seven-speed dual-clutch. Masing-masing negara akan memiliki mesin Beetle yang berbeda disesuaikan dengan kategori benua.
Untuk urusan kecepatan, mobil yang didesain oleh VW Group Design Chief Walter deβSilva dan VW Brand Design Boss Klaus Bischoff ini diklaim mampu melaju hingga kecepatan 208 km per jam.
Kumbang terbaru ini akan dibangun di pabrik VW di Meksiko dan diharapkan akan bisa mulai dijual pada tahun depan. Meski nama aslinya Kumbang, masyarakat Indonesia lebih mengenal mobil ini dengan sebutan VW Kodok.
Sekilas tentang Beetle:
- Diluncurkan di Amerika September/October 2011, Eropa pada October-November 2011, Asia Februari 2012, Amerika Selatan akhir 2012 atau awal 2013
- Karakter Beetle terbaru: "Beetle", "Design", "Sport"
- Variasi mesin: 105 PS sampai 200 PS
- Konsumsi bensin paling irit 4,3 l per 100 km (untuk mesin 1.6 TDI)
- Debut perdana Beetle: 1938
- Debut New Beetle: 1998
- Total unit Beetle di seluruh dunia sampai saat ini: lebih dari 22,5 juta
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas