Changan Bukan 'Pemain Kemarin Sore' di China

Laporan dari China

Changan Bukan 'Pemain Kemarin Sore' di China

Hafizh Gemilang - detikOto
Jumat, 24 Apr 2026 08:40 WIB
Mobil hybrid Changan
Mobil-mobil Changan. Foto: Muhammad Hafizh Gemilang/detikOto
Chongqing -

Masuknya brand-brand otomotif baru asal China ke Indonesia seringkali memicu skeptisisme. Banyak yang menganggap mereka adalah pemain baru yang mencoba peruntungan.

Namun, bagi Changan Automobile, stigma itu jelas salah besar. Tim detikOto yang sedang berada di Chongqing, China, melihat langsung betapa masifnya kekuatan brand satu ini.

Changan bukan sekadar menjual mobil, tapi mereka adalah raksasa teknologi yang punya fondasi sangat kokoh di negeri tirai bambu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raja Paten dan Langganan Juara R&D

Data menunjukkan, pada tahun 2025 saja, Changan Group sukses mencatatkan penjualan sebanyak 2,913 juta unit kendaraan, atau naik 8,5 persen dari tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Dari angka tersebut, penjualan kendaraan energi baru (NEV) mereka sudah melampaui 1,1 juta unit.

Bukan cuma jago jualan, urusan otak pun mereka terdepan. Changan menempati peringkat pertama dalam evaluasi National Enterprise Technology Center di Tiongkok selama 14 tahun berturut-turut.

Diklaim, mereka punya tim riset dan pengembangan (R&D) global berjumlah lebih dari 24.000 orang. Dengan tim sesolid itu, Changan sudah mengantongi 20.935 paten, di mana 71 persennya adalah paten invensi (penemuan baru), serta ikut menyusun 408 standar industri otomotif.

Ekspansi Global yang Masif

Saat ini, Changan sudah mengepakkan sayap di 118 negara melalui 1.124 jaringan penjualan. Mereka juga punya 22 basis manufaktur di luar negeri dengan total kapasitas produksi mencapai 350.000 unit.

Buktinya nyata, pada Maret 2026 lalu, penjualan internasional mereka mencetak sejarah dengan menembus angka 100.000 unit dalam satu bulan saja. Ini membuktikan bahwa produk mereka diterima dengan baik di luar pasar China.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Changan menegaskan bahwa mereka tidak akan sekadar 'nitip jualan' lalu pergi. Strategi mereka adalah lokalisasi yang mendalam.

"Strategi utama kami sebenarnya adalah melalui diferensiasi produk dan layanan untuk membangun nilai merek. Jadi, di pasar luar negeri, selain memperhatikan skala volume perdagangan, hal yang paling kami perhatikan dan prioritaskan adalah lokalisasi," ungkap Zhu Huarong, Chairman Changan Group.

Changan sadar betul tantangan di pasar global, termasuk adanya kebijakan proteksionisme di berbagai negara. Namun, mereka punya cara cerdas untuk menghadapinya.

"Bagi Changan, cara terbaik untuk menghadapi situasi ini adalah dengan melakukan lokalisasi yang mendalam. Kami ingin beralih dari sekadar mengekspor produk menjadi berakar di pasar lokal," tegas Zhu.

Artinya, untuk pasar Indonesia, Changan bakal memperkuat kerja sama dengan mitra lokal setempat dalam hal ini Indomobil Group.




(mhg/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads