Changan Ogah Ikutan Perang Harga di Indonesia

Laporan dari China

Changan Ogah Ikutan Perang Harga di Indonesia

Hafizh Gemilang - detikOto
Kamis, 23 Apr 2026 12:13 WIB
Changan Deepal S05 REEV
Changan. Foto: Muhammad Hafizh Gemilang/detikOto
Chongqing -

Di tengah tren merek mobil China yang gencar melakukan perang harga demi ekspansi global, Changan Automobile justru memilih langkah berbeda.

Buktinya saat redaksi detikOto berkunjung ke 'rumah' Changan di Kota Chongqing, China, bos Changan membeberkan strategi mereka untuk ekspansi ke Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pabrikan ini menegaskan tidak akan menempuh strategi agresif yang hanya mengandalkan harga murah untuk masuk ke pasar internasional.

Chairman Changan Auto, Zhu Huarong, menyatakan bahwa strategi utama mereka bukan terletak pada skema 'bakar duit' demi menekan harga jual.

ADVERTISEMENT

"Kami juga tidak menggunakan metode yang disebut sebagai 'perang harga' untuk melakukan ekspansi," ujar Zhu Huarong kepada detikcom usai acara Changan Group Global Strategy Launch and Global Partner Conference di Chongqing.

Alih-alih banting-bantingan harga, Changan memilih jalur diferensiasi produk dan layanan untuk membangun nilai merek atau brand value.

Fokus utama perusahaanya saat ini adalah lokalisasi yang mendalam di negara tujuan, bukan sekadar mengejar angka penjualan atau volume perdagangan semata.

Zhu menyadari tantangan besar di pasar global saat ini, termasuk kebijakan proteksionisme dan berbagai hambatan masuk di berbagai negara.

Menurutnya, satu-satunya cara untuk bertahan dan berkembang adalah dengan benar-benar "berakar" di pasar lokal tersebut.

"Bagi Changan, cara terbaik untuk menghadapi situasi ini adalah dengan melakukan lokalisasi yang mendalam. Kami ingin beralih dari sekadar mengekspor produk menjadi berakar di pasar lokal," tegasnya.

Langkah ini mencakup penguatan kerja sama dengan mitra lokal dan pemerintah setempat sesuai regulasi yang berlaku.

Tujuannya jelas, yakni menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi negara tujuan, mulai dari sisi teknologi hingga penciptaan lapangan kerja.

"Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko, sekaligus mendorong pembangunan bersama di negara tersebut mulai dari aspek teknologi, ekonomi, hingga penciptaan lapangan kerja. Dengan cara seperti ini, kami membangun model pengembangan yang harmonis, win-win solution, dan berkelanjutan," tutupnya.




(mhg/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads