Harga Suku Cadang Motor Honda Naik, Permintaan Konsumen Diklaim Stabil

Harga Suku Cadang Motor Honda Naik, Permintaan Konsumen Diklaim Stabil

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Minggu, 14 Jun 2026 10:43 WIB
Bengkel Wahana Honda
Bengkel Wahana Honda Foto: Dok. Wahana Honda
Jakarta -

Imbas rupiah anjlok, harga suku cadang di bengkel resmi Honda mengalami kenaikan. Meski demikian, permintaan konsumen diklaim masih stabil. Kok bisa, ya?

Head of Part Main Dealer (PMD) PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Henry Tulus menjelaskan, harga suku cadang resmi Honda naik hingga 15 persen semenjak nilai tukar rupiah menurun. WMS merupakan main dealer Honda untuk konsumen di Jakarta dan Tangerang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dampak lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar memang memengaruhi penyesuaian harga beberapa kebutuhan perawatan kendaraan, termasuk spare part dan oli, dengan kisaran kenaikan rata-rata sekitar 10-15 persen," ujar Henry Tulus kepada detikOto, dikutip Sabtu (13/6).

Bengkel motor HondaBengkel motor Honda Foto: Doc. AHM

Menariknya, Henry mengklaim, kenaikan harga tak berdampak ke minat konsumen membeli suku cadang resmi Honda. Bahkan, menurutnya, permintaannya cenderung stabil.

ADVERTISEMENT

"Meski demikian, hingga saat ini kami belum melihat adanya penurunan permintaan dari konsumen terhadap kebutuhan sparepart di jaringan AHASS. Penjualan sparepart dari Main Dealer ke AHASS maupun dari AHASS ke konsumen masih berada dalam kondisi yang stabil," tuturnya.

Lebih jauh, Henry menjelaskan, naik atau tidak harganya, suku cadang merupakan kebutuhan primer untuk pemilik kendaraan. Mereka, mau tak mau, tetap harus melakukan pergantian rutin. Mereka juga ingin mendapat jaminan komponen yang terpasang di motornya asli dan punya kualitas baik.

"Di tengah kondisi ekonomi saat ini, konsumen justru makin lebih selektif. Konsumen cenderung memilih melakukan pembelian di AHASS karena lebih terjamin keaslian dan kualitas produknya melalui Honda Genuine Parts (HGP)," ungkapnya.

"Hal ini menjadi penting untuk menghindari risiko penggunaan sparepart tidak asli yang berpotensi menimbulkan kerusakan lebih besar pada kendaraan," kata dia menambahkan.

Akhir-akhir ini, US$ 1 berada di kisaran Rp 17-18 ribu. Kenaikan nilai tukar itu tentu sangat berpengaruh ke harga-harga barang termasuk suku cadang kendaraan. Sebab, sejumlah material atau bahan bakunya memang masih impor dari luar negeri.



(sfn/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads