Mobil Semata Wayang Raline Shah yang Mundur dari Jabatan Stafsus Komdigi

Mobil Semata Wayang Raline Shah yang Mundur dari Jabatan Stafsus Komdigi

Tim detikOto - detikOto
Rabu, 14 Okt 2026 16:22 WIB
Gaya Kantoran a la Raline Shah.
Raline Shah. Foto: Instagram/@ralineshah
Jakarta -

Raline Shah mundur dari jabatan Staf Khusus Menkomdigi. Menilik sisi lain, isi garasinya menarik untuk disimak.

Raline Shah mengumumkan pengunduran dirinya dari Staf Khusus Menkomdigi. Dia diketahui sudah mengemban jabatan tersebut sejak dilantik pada 13 Januari 2025. Dalam keterangannya, Raline mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Menkomdigi Meutya Hafid atas kepercayaan yang sudah diberikan selama ini. Diketahui pengunduran diri pemain film 99 Cahaya di Langit Eropa tersebut efektif pada 13 Oktober 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan keputusan ini bukanlah hal mudah. Keputusan ini diambil usai pertimbangan beberapa komitmen profesional, salah satunya kelanjutan karier di dunia hiburan.

"Ini merupakan pengalaman yang sangat berarti, dan saya merasa bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melangkah ke babak berikutnya dalam perjalanan profesional saya," ujar Raline dikutip CNN Indonesia.

ADVERTISEMENT

Menilik sisi lain, isi garasi Raline Shah menarik untuk disimak. Sebagaimana pejabat pada umumnya, Raline diketahui sudah melaporkan harta kekayaannya. Dikutip dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disetor Raline pada 31 Maret 2025 saat menjabat sebagai Staf Khusus Menkomdigi, bintang film 5 CM itu melapor punya harta sebesar Rp 56.991.396.748 (56 miliaran).

Isi Garasi Raline Shah

Hartanya terdiri dari berbagai aset. Namun yang menarik dari isi garasi hanya ada mobil semata wayang. Satu-satunya mobil di garasi Raline Shah yang tercatat sebagai aset alat transportasi dan mesin itu adalah Toyota Avanza Veloz lansiran tahun 2020.

Mobil itu merupakan perolehan sendiri dengan taksiran nilai Rp 180 juta. Toyota Avanza Veloz itu juga menjadi aset dengan nilai terkecil setelah surat berharga senilai Rp 459,98 juta, harta bergerak lainnya Rp 8 miliar, tanah dan bangunan Rp 19,3 miliar, serta kas dan setara kas senilai Rp 29.051.416.748 (29 miliaran).



(dry/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads