Nama Dadan Hindayana lagi jadi sorotan usai dicopot dari posisinya sebagai Kepala BGN. Menilik sisi lain, berikut isi garasi Dadan.
Presiden Prabowo Subianto mengganti pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakilnya Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. Dijelaskan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, keputusan itu tak lepas dari evaluasi yang dilakukan secara berkala terhadap pelaksanaan program MBG dalam 18 bulan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentunya selama satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki," ujar Pras saat konferensi pers.
Dadan mengungkap pergantian itu merupakan hak mutlak dari presiden. Dia pun berterima kasih atas kesempatan yang diberikan selama mengemban jabatan tersebut.
"Saya berterima kasih tidak terhingga karena telah diberi kesempatan menjadi Anggota Kabinet Merah Putih yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya," ungkap Dadan.
Menilik sisi lain, khususnya menyoal harta, Dadan diketahui melaporkan punya kekayaan sebesar Rp 9.022.400.000 (Rp 9 miliaran). Harta ini disampaikan pada 14 Maret 2025 saat awal menjabat sebagai pimpinan tertinggi BGN. Harta kekayaan Dadan itu terdiri dari sejumlah aset. Mayoritas hartanya terdiri atas tanah dan bangunan senilai Rp 5,9 miliar. Lalu harta bergerak lainnya Rp 322,4 juta, dan kas setara kas Rp 1,4 miliar.
Isi Garasi Kepala BGN
Khusus isi garasi, Dadan melapor punya tiga kendaraan dengan total nilai Rp 1,4 miliar. Keseluruhannya terdiri dari tiga mobil dengan rincian sebagai berikut.
1. Mobil, Mazda CX-5 tahun 2023 senilai Rp 675 juta
2. Mobil, Honda HR-V 1.5L SE CVT tahun 2024 senilai Rp 330 juta
3. Mobil, Mazda CX-3 1.5 tahun 2023 senilai Rp 395 juta
Tercatat semua kendaraan itu merupakan perolehan sendiri dan dia tak memiliki utang. Adapun selama mengemban jabatan sebagai Kepala BGN, ada sejumlah hal yang kontroversial. Salah satu di antaranya berupa pengadaan puluhan ribu unit motor listrik dengan nilai triliunan rupiah. Motor itu konon diperuntukkan bagi SPPG di seluruh Indonesia.
(dry/din)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun
Masa Keemasan Mobil China Disebut Bakal Berakhir