Cerita Vespa yang Dipakai Anies Tinggalkan Balai Kota

ADVERTISEMENT

Cerita Vespa yang Dipakai Anies Tinggalkan Balai Kota

Tim detikcom - detikOto
Minggu, 16 Okt 2022 17:15 WIB
Jakarta -

Anies Baswedan terlihat menggunakan Vespa warna silver usai menghadiri acara perpisahan jabatan sebagai Gubernur DKI Jakart di Balai Kota DKI, Minggu (16/10/2022). Vespa itu dipakai Anies pulang ke rumahnya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Jakarta Selatan.

Berdasarkan keterangan dari Pemprov DKI, rute kepulangan Anies akan dimulai dari Balai Kota DKI. Anies akan melewati Jalan MH Thamrin, kemudian Jalan Jenderal Sudirman, dan belok ke Jalan Sisingamangaraja.

Selanjutnya, Anies juga melewati Jalan Panglima Polim, lalu Jalan Fatmawati Raya, dan berhenti di Jalan Lebak Bulus Dalam II di mana itu adalah kediamannya.

Anies Baswedan selesai menghadiri acara perpisahan jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota. Anies pun pulang dengan naik Vespa klasik warna silver, Minggu, 16/10/2022.Anies Baswedan selesai menghadiri acara perpisahan jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota. Anies pun pulang dengan naik Vespa klasik warna silver, Minggu, 16/10/2022. Foto: Pradita Utama

Vespa Sprint tahun 1968 itu merupakan motor pertama keluarganya. Motor klasik itu juga tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dengan taksiran harga Rp 50 juta.

Anies pernah menceritakan tentang Vespa miliknya yang diwarisi turun-temurun. Menurut Anies, Vespa tersebut dibeli seken alias bekas oleh ayahnya pada 1974. Vespa tersebut digunakan sebagai motor harian.

"Vespa Sprint Tahun 1968 warna Silver. Itulah kendaraan keluarga kami sejak dulu," tutur Anies di akun media sosialnya.

"Sebelum punya Vespa, ayah kalau ke kampus untuk mengajar di Yogya selalu naik 'sepeda onthel'. Vespa ini jadi kendaraan bermotor pertama keluarga kami. Dan kemudian ayah sehari-hari menggunakannya, termasuk saat bekerja sebagai Dekan."

Vespa yang masih tampak mulus tersebut kemudian diserahkan ke Anies saat ia menginjak bangku SMA. Olehnya, Vespa tersebut sangat disayang dan dirawat secara rutin.

"Dan Vespa ini pula yang mendampingi selama aktif di dunia pergerakan mahasiswa. Alhamdulillah, hingga kini masih digunakan dan dirawat dengan rutin, dengan mesin yang masih relatif halus dan kendali yang stabil," katanya.

Layaknya kendaraan klasik, Vespa ini menurut Anies sangat banyak kenangannya. Seperti mesin waktu, motor itu selalu mengembalikan ingatan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu ke masa-masa kecil dahulu.

"Vespa ini spesial. Ini menyimpan banyak cerita, terlebih tentang Ayah. Salah satu yang paling berkesan adalah saat masih kecil kerap diajak naik motor Vespa dengan Ayah dan Ibu. Ayah pegang kemudi, ibu dibonceng dan saya berdiri di bagian depan (antara ayah dan kemudi)," sebutnya.

Tak hanya memori indah yang diingat Anies dengan keluarganya saat mengendarai motor klasik Italia tersebut, Anies juga selalu teringat dengan situasi dan latar suasana yang berkesan saat ia memacu Vespa di jalanan Yogyakarta.

"Ada yang unik. Jika melewati Jalan Kaliurang di sore hari, biasanya menjelang maghrib, yang waktu masih sepi dan minim pencahayaan, Ayah selalu ingatkan untuk tutup mata karena banyak serangga "samber mata" .... kelilipan samber mata itu memang pedih di mata," katanya.

Tak hanya mewarisi Vespa dan setiap kenangan yang diciptakan saat berkendara bersama ayahnya, Anies juga menggunakan naik Vespa untuk mengantar anaknya.

"Alhamdulillah, kebiasaan naik Vespa yang dilakukan ayah juga saya teruskan, kini saya kerap membonceng Ismail untuk jalan-jalan atau sekedar mengantarnya sekolah, menggunakan Vespa Sprint peninggalan ayah."

"Vespa usia 50 tahun ini, bukan sekadar kendaraan tua dan antik. Ia bagian dari perjalanan sejarah keluarga. Usianya memang panjang, tapi manfaatnya terus hingga kini. Apakah teman-teman punya kendaraan warisan orang tua yang terus dirawat dan digunakan hingga sekarang?" pungkas Anies.

(riar/lua)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT