Intip Isi Garasi Eks Dirut Sarana Jaya, Diduga Bikin Rugi Negara Rp 152 M

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 27 Mei 2021 20:46 WIB
Direktur Utama non aktif Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya , Yoory Corneles Pinontoan buru-buru meninggalkan gedung KPK, di Jakarta, Kamis (25/3/2021) usai diperiksa penyidik. Yoory yang berstatus tersangka tersebut diperiksa dalam kasus pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Meski berstatus tersangka, Yoory belum ditahan.
Yoory Pinontoan Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Eks Direktur Utama Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan, ditetapkan KPK sebagai tersangka. Ia diduga membuat rugi keuangan negara sebesar Rp 152,5 miliar. Menilik isi garasi Yoory, ada apa saja kendaraan yang terdaftar?

Dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) , Yoory terrakhir kali melaporkan total kekayaannya pada 31 Maret 2021, jenis laporan khusus - awal menjabat. Ia terdaftar memiliki harta sebesar Rp 12,4 miliar, atau tepatnya Rp 12.474.209.754.

Dari Rp 12,4 miliar, sebanyak Rp 940 juta merupakan alat transportasi dan mesin. Terdiri dari satu motor dan tiga mobil.

Oke yang pertama, Yoory ternyata menyukai dunia motor gede jenis klasik. Hal ini terlihat dari motor yang ia pilih, yakni Royal Enfield Bullet 500, roda dua milik Yoory ditaksir nilainya Rp 60 juta.

Sedikit tentang Royal Enfield Bullet 500, motor ini sangat kental aura klasiknya. Terlihat dari beberapa bagian motor yang pakai bahan logam. Termasuk bagian spatbor yang juga terbuat dari bahan logam.

Royal Enfield Bullet 500 menggendong mesin satu silinder, 4 tak berkapasitas 499 cc. Tenaga mesin bisa mencapai 27,2 bhp pada 5.250 rpm dengan torsi maksimal 41,3 Nm pada 4.000 rpm.

Sementara untuk mobil, jenisnya beragam dari mulai city car, multi purpose vehicles (MPV), hingga sport utility vehicles (SUV).

Pertama, Yoory memiliki mobil Toyota Fortuner VRZ lansiran tahun 2016 senilai Rp 350 juta. Kedua, mobil MPV kotak Toyota Voxy tahun 2017 yang ditaksir Rp 360 juta, dan terakhir ialah Honda Brio RS tahun 2018 senilai Rp 170 juta. Semua kendaraan tercatata atas hasil sendiri.

Belakangan diketahui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah mencopot Yoory sebagai Direktur Utama (Dirut) PD Sarana Jaya.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan Yoory menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, pada 2019, oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Dalam penyelidikan dan penyidikan kasus ini, KPK total telah memeriksa 44 orang. Yoory akan ditahan KPK selama 20 hari pertama sejak 27 Mei 29021 sampai 15 Juni 2021 di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

"Atas perbuatan para tersangka tersebut diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sebesar Rp 152,5 miliar," ujarnya.

Simak video 'Jadi Tersangka! Eks Dirut Sarana Jaya Diduga Rugikan Negara Rp152 M':

[Gambas:Video 20detik]



(riar/din)