Jumat, 21 Des 2018 16:41 WIB

Carlos Ghosn Tidak Jadi Dibebaskan Hari Ini

Rizki Pratama - detikOto
Carlos Ghosn Foto: Reuters/Steve Marcus/File Photo Carlos Ghosn Foto: Reuters/Steve Marcus/File Photo
Jakarta - Beberapa hari lalu pengadilan Tokyo memutuskan untuk membebaskan mantan bos Nissan Charlos Ghosn pada Jumat ini waktu setempat, setelah ditahan selama satu bulan sejak 19 November 2018 lalu. Namun keputusan tersebut berubah setelah Jaksa Jepang mengajukan tuduhan baru kepada Ghosn.

Tuduhan baru tersebut berupa penggunaan dana Nissan senila $ 16,6 Juta untuk investasi pribadi. Langkah ini dilakukan sehari setelah pengadilan Tokyo tiba-tiba menolak permintaan jaksa untuk memperpanjang penahanan Ghosn. Dengan penahanan baru ini, paling tidak Ghosn akan mendekam selama 10 hari lagi di penjara Tokyo.



Jaksa Tokyo mengatakan tuduhan baru didasarkan pada kecurigaan bahwa sekitar bulan Oktober 2008, Ghosn mengalihkan kerugian bisnis pribadinya ke Nissan sebesar 1,85 miliar yen ($ 16,6 juta). Mengenai tuduhan baru ini Pengacara Ghosn, Motonari Otsuru belum memberikan komentar.

Pengadilan Tokyo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengacara mantan wakil Ghosn, Greg Kelly telah meminta pembebasan kliennya. Namun permintaan tersebut berakhir ditolak seperti yang didapatkan Ghosn.



Peristiwa mengejutkan ini terjadi Jumat ini selang beberapa jam setelah Ghosn, melalui pengacaranya bersumpah untuk mengembalikan nama baiknya di pengadilan dan akan mengadakan konferensi pers setelah pembebasannya.

"Segala yang mereka katakan benar-benar tidak dapat diterima. Saya ingin posisi saya didengar dan mengembalikan kehormatan saya di pengadilan." katanya seperti dikutip NHK.



Jumat pagi ini awak media televisi sudah berkumpul di luar penjara Tokyo dengan harapan bisa melihat Ghosn dibebaskan.

Ghosn awalnya ditangkap pada 19 November karena diduga manipulasi data pendapatannya selama lima tahun sejak tahun 2010. Dia kemudian ditangkap kembali karena dugaan kejahatan serupa yang dilakukan tiga tahun terakhir. Penangkapan dipicu setelah seorang whistleblower memberikan sejumlah pengakuan dan bukti yang kemudian diusut oleh Nissan melalui investigasi internal. (rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com