Tes Handling Benelli 502c: Berat tapi Lincah

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Sabtu, 18 Sep 2021 13:21 WIB
Jakarta -

Secara dimensi, Benelli 502c ini memang hadir sebagai moge yang bongsor. Bobotnya tembus 217 kg, setangnya lebar, dan terasa intimidatif untuk pengendara yang punya postur tidak terlalu tinggi.

Memang benar, untuk dipakai merangkak di kemacetan atau digeser-geser di parkiran, motor ini terasa menyulitkan. Namun menariknya, ketika motor ini sudah dipakai jalan di kecepatan tinggi, 502c terasa lincah.

Perkawinan antara sasis yang fleksibel dan suspensi yang lembut membuatnya enak dibawa meliak-liuk dan melibas jalan jelek sekalipun. Motor terasa patuh sesuai keinginan detikOto sebagai nahkodanya dan sangat menyenangkan untuk dikendarai.

Benelli 502cDetikOto melakukan pengetesan harian terhadap Benelli 502c Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Namun sayang, karakter suspensinya yang lembut ini memang membuat kita kurang percaya diri jika menikung dalam kecepatan tinggi. Motor terasa teombang-ambing dan sulit untuk dikendalikan.

Untung sok belakangnya memiliki pengaturan pre-load yang dapat dikeras atau lembutkan. Sehingga menurut kami, jika hendak membawa motor ini touring melewati jalan pegunungan yang berliku dan cenderung dilalui dengan kecepatan tinggi, lebih baik untuk mengatur soknya lebih keras.

Dengan handling yang punya karakter lincah ini, membawa Benelli 502c yang merupakan sebuah moge cruiser dijamin tidak bikin takut dan cenderung gampang ditaklukkan. Apalagi, karena mesinnya yang juga punya karakter penyaluran tenaga yang smooth.

Di atas kertas, spesifikasi Benelli 502c ini cukup 'menggigit' di kelasnya. Mesinnya DOHC-nya ini punya kapasitas pas di 499,6 cc. Mesinnya menggunakan empat buah katup dan sudah dibekali dengan radiator sebagai senjata anti overheat.

Benelli memilih piston berdiameter 69 mm dengan jarak langkah 66,8 mm untuk 502c ini. Secara umum karakter motor ini memang overbore, namun menurut kami, penyaluran tenaga motor ini cenderung halus dan tidak terlalu buas di tarikan awal.

Suara galak nan merdunya baru teriak di putaran mesin 6.000 RPM ke atas. Namun jangan khawatir, dari pengetesan yang kami lakukan, mesin 502c ini tidak bikin kita takut jika awam menggunakan moge.

Nah, mesin 502c ini jelas bukan untuk kalian yang speed freak atau pecinta kecepatan. Penyaluran tenaganya cenderung smooth dan baru garang di putaran mesin menengah. Namun namanya moge 500 cc, jelas jika dipancing untuk kebut, mesinnya akan menyanggupi.

Benelli 502cWujud Benelli 502c yang dites oleh detikOto Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Asyiknya lagi, Benelli membekali motor ini dengan pengereman yang jempolan. Di depan, Benelli menyematkan dua buah rem cakram yang masing-masing berdiameter 280 mm. Cakram gandanya ini, dijepit oleh kaliper 4 piston di masing-masing sisi.

Sementara untuk rem belakangnya, Benelli hanya memberikan satu buah rem cakram berdiameter 240 mm yang dijepit dengan kaliper 1 piston. Remnya ini sudah dilengkapi dengan teknologi ABS dua channel.

(mhg/din)