Ototest

Duel Sengit PCX 160 Vs Nmax 155 Connected ABS, Siapa yang Menang?

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 09 Apr 2021 06:37 WIB
Jakarta -

Pasar skutik bongsor di Indonesia tengah diramaikan dua merek yakni All New PCX 160 dan Yamaha Nmax 155 Connected ABS. Kalau diadu dan dijajal di tengah perkotaan, mana yang paling unggul?

DetikOto menjajal All New PCX 160 dan Yamaha Nmax 155 Connected ABS, untuk mengetahui seberapa besar konsumsi BBM, kenyamanan posisi berkendara, dan bagaimana karakter mesinnya. Oke, berikut ini ulasannya.

Desain dan Dimensi

Yamaha Nmax 155 Connected ABS memiliki desain yang kekar dan berotot layaknya skutik yang sporty. Bentuk fascia depannya terlihat modern dengan garis lampu DRL. Namun desain lampu belakangnya agak kurang nyambung dengan bentuk spakbornya.

Secara dimensi, skutik bongsor ini memiliki panjang 1.935 mm, lebar 740 mm, tinggi 1.160 mm, tinggi jok 765 mm, dan berat 132 kg.

Sedangkan PCX 160 coba menggoda konsumen Indonesia dengan bahasa desain elegan.Honda PCX 160 kini tampil dengan tampang dengan garis lekuk yang lebih tajam, beda dengan generasi sebelumnya, yang lebih cenderung bulat atau sedikit lonjong.

Ototest PCX 160 ABS vs Nmax 155 Connected ABSOtotest PCX 160 ABS vs Nmax 155 Connected ABS Foto: 20Detik

Bicara dimensi, Honda PCX 160 memiliki panjang 1.935 mm, lebar 740 mm, dan tinggi 1.105 mm. Sementara jarak sumbu rodanya 1.315 mm, jarak terendah ke tanah 135 mm, dengan tinggi jok 764 mm. Skutik ini punya bobot 132 kg dan kapasitas tangki bahan bakar 8,1 liter.

Kesan mewah terpancar berkat desain lampu depan yang baru dengan posisi yang lebih horizontal dan melebar. Sementara buritan belakang juga sedikit mengalami perombakan, tidak ada lagi 'daging lebih' seperti generasi sebelumnya. Namun tetap mempertahankan huruf 'X' saat lampu rem menyala. Kesan cahaya efek tiga dimensi dihadirkan pada desain lampu belakang skutik premium ini. Oiya semua lampu PCX 160 sudah menggunakan LED.

Kalau bicara desain, masing-masing orang punya selera ya?

Posisi Berkendara

Di Yamaha Nmax, posisi berkendaranya masih cukup nyaman untuk harian atau aktivitas turing jarak jauh. Posisi setangnya bisa membuat rileks pengendaranya dan pijakan kakinya juga menawarkan dua posisi berkendara, yakni posisi kaki normal atau posisi selonjoran.

Meski begitu, untuk tester dengan postur 78 kg dan tinggi 165 cm, posisi kaki tidak menapak sempurna ke tanah alias sedikit jinjit lantaran dimensi bodi Nmax yang cukup lebar, sehingga kaki agak sedikit ngangkang.

Ototest PCX 160 ABS vs Nmax 155 Connected ABSOtotest PCX 160 ABS vs Nmax 155 Connected ABS Foto: 20Detik

Sedangkan PCX 160, tinggi rider 168 cm dengan bobot 82 kg merasa tidak menapak sempurna, dengan posisi kaki sedikit membuka. Tapi dengan posisi jok yang menyempit ke depan jika duduk di paling ujung posisi kaki rasanya bisa menapak sempurna.

Di atas kertas tinggi jok dari PCX 160 ini setinggi 764 mm, ground clearence 134 mm. Tapi busa joknya terasa lebih tipis dari Yamaha Nmax.

Sama dengan Nmax, PCX 160 juga menawarkan posisi berkendara yang rileks. Meski Honda PCX 160 ini mengalami ubahan pada ruang area kaki pengendara, yang kini lebih panjang 3 cm, namun sayang posisi ujung kaki belum masuk dengan sempurna.

Fitur-fitur

Yamaha Nmax sudah dibekali lampu utama dan lampu rem LED, namun bagian lampu seinnya masih bohlam. Lampu hazard, Start Stop System (SSS), dan traction control juga disematkan di motor ini.

Selain itu, Nmax sudah dibekali kunci keyless, kemudian sokbreker belakang model tabung yang bisa disetel preload-nya 2 level, dan rem ABS dual Channel. Meski ABS-nya sudah ada di roda depan dan roda belakang, rem cakram Nmax masih mengadopsi kaliper 1 piston.

Salah satu fitur unggulan di Yamaha Nmax 155 Connected ABS ini apalagi kalau bukan sistem konektivitas Y-Connect. Fitur ini bisa disambung ke smartphone melalui bluetooth. Beberapa fungsinya yakni notifikasi pesan dan panggilan masuk, memantau kondisi aki dan oli mesin, mengetahui lokasi parkir terakhir, mengecek konsumsi bahan bakar, serta mengetahui posisi ranking dalam hal jarak tempuh dan eco riding.

Ototest PCX 160 ABS vs Nmax 155 Connected ABSSpeedometer Nmax 155 Connected ABS Foto: 20Detik

Dibandingkan Honda PCX 160, fitur-fitur di panel instrumen Yamaha Nmax 155 Connected ABS memang cukup lengkap. Namun dari sisi desain, panel instrumen Nmax kalah cakep dari panel instrumen PCX 160.

Ototest PCX 160 ABS vs Nmax 155 Connected ABSSpeedometer PCX 160 ABS Foto: 20Detik

Bicara fitur rasanya Yamaha Nmax boleh sedikit tersenyum ya?

Akomodasi

Yamaha Nmax 155 Connected ABS memiliki kapasitas tangki bensin 7,1 liter dan kapasitas bagasi 24 liter. Bagasi Nmax memang masih kalah besar dari bagasi PCX 160 yang punya kapasitas 30 liter.

Saat dicoba untuk menaruh helm full face di bagasi Nmax, posisi helm harus dibalik agar jok bisa ditutup. Selain satu buah helm full face, sisa space di bagasi Nmax bisa untuk menaruh sarung tangan, jaket, maupun mantel.

Ototest PCX 160 ABS vs Nmax 155 Connected ABSKompartemen Nmax 155 Connected ABS Foto: 20Detik

Nmax juga dibekali dua bagasi tambahan di area dasbor. Kompartemen di kiri memiliki lubang soket charger 12 volt, yang artinya perlu adaptor tambahan dengan lubang USB untuk bisa mengisi daya smartphone. Dan di sebelah kanan adalah kompartemen yang memiliki tutup.

Ototest PCX 160 ABS vs Nmax 155 Connected ABSBagasi Nmax 155 Connected ABS Foto: 20Detik

Beda dengan PCX 160 kapasitas bagasinya terbilang luas, 30 liter. Saat memasukkan helm full face pun tak perlu dibalik atau penyesuaian lagi. Pun pada kompartemen depan, PCX 160 hanya tersedia satu di sebelah kiri, beda dengan Nmax ada sisi kiri dan kanan. Tapi untuk melakukan pengisian, pengguna PCX 160 tak perlu lagi membeli adaptor.

Ototest PCX 160 ABS vs Nmax 155 Connected ABSBagasi PCX 160 ABS Foto: 20Detik

Kalau menurut detikers, mana yang paling unggul dari segi akomodasi? untuk bagasi memang lebih luas Honda PCX 160 ya!

Performa

Yamaha Nmax menggendong mesin 4 tak, SOHC, berpendingin cairan 155 cc satu silinder dengan diameter x langkah 58 mm x 58,7 mm. Perbandingan kompresinya 11,6:1.

Tenaganya sedikit mengalami peningkatan, dari 11,1 kW di 8.000 rpm dan 14,4 Nm di 6.000 rpm pada model sebelumnya, menjadi 11,3 kW pada 8.000 rpm dan 13,9 Nm pada 6.500 rpm di model sekarang.

Soal performa, tenaga Nmax bisa diandalkan untuk aktivitas riding sehari-hari maupun jarak jauh. Tenaga motor ini tidak terlalu spontan di rpm bawah seperti kompetitornya. Karakter tenaganya cenderung linier dan terus mengisi dari setiap rentang rpm, baik rpm bawah, tengah hingga atas. Karakter seperti itu didapat berkat penggunaan teknologi katup variabel VVA (Variable Valve Actuation) yang bisa menjaga tenaga mesin tetap optimal di setiap rentang rpm.

Honda PCX 160 menjanjikan mesin yang lebih bertenaga dari kompetitornya. Skutik premium Honda kali ini mengusung mesin eSP+, SOHC, 1 silinder, 4 katup, PGM-Fi. Beda dengan PCX 150 yang masih menggendong mesin 149 cc, 2 katup.

Di atas kertas, mesin ini lebih powerful dari PCX 150 yang punya power 10,8 kW dan torsi 13,2 Nm. Honda PCX 160 memiliki tenaga maksimal hingga 11,8 kW di 8500 rpm dengan torsi puncak 14,7 Nm di 6500 rpm. Bagaimana saat menjajalnya?

Soal akselerasi awal, tenaga Honda PCX lebih halus di putaran awal , cenderung linear, memang agak kalem di kecepatan menengah, tapi tenaga mengisi dan lebih nendang sedari pada putaran menengah ke atas. Asyiknya lagi, saat dipacu, motor baru All New PCX tipe ABS kelir putih yang dijajal detikOto ini minim getaran. Rasanya cukup untuk mengakomodir karakter stop n go di jalur perkotaan.

Pengendalian dan Suspensi

Yamaha Nmax baru masih menggunakan tipe rangka underbone dengan suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang unit swing. Sedang ukuran bannya yaitu 110/70-13 untuk ban depan dan 130/70-13 untuk ban belakang.

Bicara soal pengendalian, Yamaha Nmax cukup asyik dan mantap digunakan untuk bermanuver. Suspensi depannya juga cukup empuk dan ramah untuk jalanan tidak rata atau bergelombang.

Sementara untuk suspensi belakangnya, karakternya tidak terlalu lembut. Terlebih saat melewati polisi tidur, guncangan cukup terasa. Oiya, suspensi belakang Nmax bisa disetel preload-nya sebanyak dua level. Level 1 untuk berkendara sendiri dan level 2 saat berkendara dengan membawa beban berat atau ketika berboncengan.

Honda PCX 160 juga sudah dibekali ukuran ban yang lebih lebar, dari profil semula 100/ 80-14 (depan) dan 120/70-14 (belakang) menjadi 110/70-14 (depan) dan 130/70-13 (belakang) melalui sentuhan desain velg baru Y shaped 5 spoke. Dengan bekal tersebut tentu membuat rider lebih percaya diri untuk melakukan manuver.

Selain itu, juga terdapat perubahan pada bagian suspensi belakang dengan stroke lebih panjang 15 mm, kemudian axle stroke ditingkatkan jadi 10 mm untuk mendukung kenyamanan saat melintasi jalanan yang kasar. Hanya saja PCX 160 belum memakai shock tabung seperti di Honda ADV dan kompetitornya yang bisa membuat tampilan lebih gagah.

Trek lurus digeber motor terasa stabil, pun saat meliuk-liuk di tengah kemacetan, motor terasa ringan, nurut dan smooth, tidak ada rasa understeer atau kesan body belakang yang tertinggal. Namun memang saat dipakai, karakter suspensi belakang PCX 160 cukup terasa di pinggang ketika melibas jalan berlubang.

Konsumsi Bahan Bakar

Yamaha Nmax menggunakan bahan bakar dengan RON 92. Saat dibawa keliling kota Jakarta menempuh jarak sekitar 13 km, di panel instrumen tercatat konsumsi bahan bakar rata-rata sekitar 30,5 km/liter. Metode yang sama digunakan dengan Honda PCX 160, tapi dalam catatan panel instrumen rata-rata 31,5 km/liter, sedikit lebih unggul dari Nmax ya.

Harga

Bicara harga, kedua motor ini hanya selisih Rp 200 ribu saja detikers. Tapi keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut daftar harganya:

Yamaha Nmax 155

Connected ABS: Rp 33.750.000
Connected Version: Rp 31.000.000
Standard Version: Rp 29.750.000

All New Honda PCX 160

- CBS Rp 30.350.000
- ABS Rp 33.950.000
- e:HEV Rp 43.550.000

(riar/riar)