Ototest

Seberapa Nyaman dan Irit Honda PCX 160 Dipakai Harian?

Ridwan Arifin - detikOto
Sabtu, 20 Mar 2021 13:16 WIB
Jakarta -

Setelah sebelumnya menjajal Honda PCX 160 di AHM Safety Riding & Training Center (AHSTRC), Cikarang, Jawa Barat. Detikoto menjajal motor pesaing Yamaha Nmax ini guna mengetahui seberapa nyaman motor untuk digunakan harian.

Rider sudah merasakan kencan bersama PCX 160 tipe ABS dengan warna Black Brilliant sejauh 100 kilometer. Ada beberapa hal yang ingin diketahui, mulai dari performa, handling, dan berapa konsumsi rata-rata BBMnya. Berikut ini ulasannya.

Desain

Tak bisa dipungkiri jika Honda PCX 160 ini masih memiliki gaya elegan, mewah, dan premium. Namun kini tampil dengan tampang dengan garis lekuk yang lebih tajam, beda dengan generasi sebelumnya, yang lebih cenderung bulat atau sedikit lonjong.

Test ride Honda PCX 160Test ride Honda PCX 160 Foto: Astra Honda Motor

Kesan mewah terpancar berkat desain lampu depan yang baru dengan posisi yang lebih horizontal dan melebar. Sementara buritan belakang juga sedikit mengalami perombakan, tidak ada lagi 'daging lebih' seperti generasi sebelumnya. Namun tetap mempertahankan huruf 'X' saat lampu rem menyala. Kesan cahaya efek tiga dimensi dihadirkan pada desain lampu belakang skutik premium ini. Oiya semua lampu PCX 160 sudah menggunakan LED.

Posisi Berkendara

Saat duduk di atas Honda PCX 160, tinggi rider 168 cm dengan bobot 82 kg merasa tidak menapak sempurna, dengan posisi kaki sedikit membuka. Di atas kertas tinggi jok dari PCX 160 ini setinggi 764 mm, ground clearence 134 mm serta desain jok yang melebar.

Saat duduk di atas joknya bisa dikatakan tidak terlalu keras, permukaannya cukup lembut. Plus dengan desain jok yang sedikit berundak --pemisah antara pengemudi dan penumpang -- terasa pas untuk menopang bokong rider.

Test ride PCX 160Test ride PCX 160 Foto: 20 Detik

Ketika duduk, tentu saja ada dua posisi kaki yang ditawarkan, yakni menekuk, posisi dek juga cukup luas, sehingga dengkul pun tidak mentok pada bagian depan. Kedua, selonjoran. Untuk menambah kenyamanan, Honda PCX 160 ini mengalami ubahan pada ruang area kaki pengendara, yang kini lebih panjang 3 cm, namun sayang posisi ujung kaki belum masuk dengan sempurna.

Lanjut, ke posisi tangan. Rasanya tak jauh berbeda dengan Honda PCX seperti generasi sebelumnya. Jarak stang tak terlalu jauh, tapi juga tidak dekat. Jangkauannya membuat kenyamanan tersendiri. Kombinasi segitiga berkendara antara, bokong, kaki, dan tangan cukup membuat rileks saat mengendarai Honda PCX 160 ini

Fitur akomodasi dan kepraktisan

Honda PCX 160 dibekali fitur-fitur anyar untuk mendukung kepraktisan berkendara. Sebut saja, fitur smart key, lalu terbaru pada dek depan sebelah kiri terdapan "colokan" untuk mengisi daya gadget tanpa adaptor lighter lagi. Kapasitas bagasinya juga membengkak yang mempu menampung satu helm full face serta beberapa peranti lain seperti jaket, dan jas hujan.

Test ride PCX 160Test ride PCX 160 Foto: 20 Detik

Performa Mesin

Honda PCX 160 menjanjikan mesin yang lebih bertenaga dari generasi sebelumnya. Skutik premium Honda kali ini mengusung mesin eSP+, SOHC, 1 silinder, 4 katup, PGM-Fi. Beda dengan PCX 150 yang masih menggendong mesin 149 cc, 2 katup.

Di atas kertas, mesin ini lebih powerful dari PCX 150 yang punya power 10,8 kW dan torsi 13,2 Nm. Honda PCX 160 memiliki tenaga maksimal hingga 11,8 kW di 8500 rpm dengan torsi puncak 14,7 Nm di 6500 rpm. Bagaimana saat menjajalnya?

Soal akselerasi awal, Honda PCX 160 tidak nyentak. Tenaga Honda PCX lebih halus di putaran awal cenderung linear, memang agak sedikit tertahan di kecepatan menengah, tenaga juga terasa lebih nendang sedari pada putaran menengah ke atas. Senada dengan karakter mesin overbore yang dimiliki PCX 160, dari diameter silinder (bore) yang naik (dari 57,3 mm menjadi 60,0) dan jarak piston (stroke) menjadi lebih pendek (turun menjadi 55,5 mm dari 57,9 mm). Karakter ini terbilang nyaman untuk dipakai berkendara harian.

Asyiknya lagi, saat dipacu, motor baru All New PCX tipe ABS kelir hitam yang dijajal detikOto ini minim getaran. Motor pun sangat stabil ketika digeber di trek lurus. Namun karena keterbatasan trek rider hanya bisa mencapai kecepatan tertinggi kurang lebih 90 km/jam --hasil rider lain bisa berbeda, tergantung bobotnya--.

Odometer yang sudah mencapai jarak di atas 700 kilometer pun belum ada tanda-tanda menunjukkan gejala gredek seperti yang banyak dikeluhkan konsumen di model PCX 150 sebelumnya.

Konsumsi BBM

Dalam catatan panel multi information display, rata-rata BBM yang ditunjukkan PCX 160 berganti dari 39,5 km/liter hingga 43 km/liter. Saat saya menggunakan motor ini juga cenderung agresif, tidak melihat eco riding, namun fitur idling stop system (ISS) tetap dihidupkan. Sesekali gas dipuntir saat ditemui karakter jalan stop and go.

Test ride PCX 160Konsumsi BBM PCX 160 Foto: 20 Detik


Sisi kenyamanan dari PCX 160 juga ditingkatkan.

Honda Selectable Torque Control (HSTC) sebagai pengontrol traksi yang dimiliki Honda Forza sudah tertanam pada PCX 160. Selain itu, Honda PCX 160 juga sudah dibekali ukuran ban yang lebih lebar, dari profil semula 100/ 80-14 (depan) dan 120/70-14 (belakang) menjadi 110/70-14 (depan) dan 130/70-13 (belakang) melalui sentuhan desain velg baru Y shaped 5 spoke. Dengan bekal tersebut tentu membuat rider lebih percaya diri untuk melakukan manuver.

Test ride PCX 160Test ride PCX 160 Foto: 20 Detik

Selain itu, juga terdapat perubahan pada bagian suspensi belakang dengan stroke lebih panjang 15 mm, kemudian axle stroke ditingkatkan jadi 10 mm untuk mendukung kenyamanan saat melintasi jalanan yang kasar. Hanya saja PCX 160 belum memakai shock tabung seperti di Honda ADV dan kompetitornya yang bisa membuat tampilan lebih gagah.

Trek lurus digeber motor terasa stabil, pun saat meliuk-liuk di tengah kemacetan, motor terasa ringan, nurut dan smooth, tidak ada rasa understeer atau kesan body belakang yang tertinggal. Namun memang saat dipakai berboncengan, karakter suspensi belakang PCX 160 agak turun hingga getaran cukup terasa di pinggang ketika melibas jalan berlubang.

Terakhir adalah pengujian ABS. PCX yang diuji detikOto ini adalah PCX tipe ABS. Rider membejek rem depan dalam-dalam di satu titik. Dengan ABS, motor lebih menggigit pengeremannya. Saat pengereman keras hanya pakai rem depan, roda depan tak terkunci sehingga lebih aman. Dan jarak pengereman sampai titik berhenti juga jadi lebih pendek. Jelas fitur ABS ini membantu rider untuk terhindar dari crash akan bahaya roda terkunci pada bagian depan, hanya saja bila disematkan ABS pada bagian belakang pastinya akan jauh lebih baik.

Kesimpulan

Honda bekerja keras untuk menyajikan motor dengan kesan berkendara yang nyaman dan menyenangkan. All New PCX 160 punya tenaga yang cukup untuk mengakomodir aktivitas sehari-hari, kapasitas bagasi dan tangki juga terbesar di kelasnya, konsumsi BBM-nya juga irit, namun memang motor bongsor ini belum dibekali fitur konektivitas serta belum dibekali shock tabung seperti Honda ADV 150 yang bikin tampilan makin ciamik.

Nah, itu tadi kesan pertama detikOto menjajal PCX 160. Tertarik membelinya? Menyoal harga, All New Honda PCX 160 dijual dengan harga on the road (OTR) DKI Jakarta Rp 30.350.000,- untuk tipe CBS , Rp 33.950.000,- untuk tipe ABS , dan Rp 43.550.000,- untuk tipe e:HEV.

(riar/din)