Ototest

Sensasi 'Menonjok' Cafe Racer Moto Guzzi Seharga Setengah Miliar

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 25 Feb 2021 10:20 WIB
Moto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary
Foto: Piaggio Indonesia/Moto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary
Jakarta -

Desember 2020 lalu, Piaggio Indonesia (PID) meluncurkan Moto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary. Kini detikOto berkesempatan menjajal motor bergaya cafe racer seharga Rp 535 juta itu saat berkunjung ke MotoPlex Gaia Motor, Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2021).

Sesi test ride dilakukan singkat dengan melintasi jalan mulai dari Antasari, Cilandak, Gatot Subroto, hingga Senayan. Menelusuri rute tersebut, beberapa titik kemacetan kami temui. Oke, bagaimana impresi pertama bersama motor yang dijual hingga setengah miliar ini?

Desain Moto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary

Tentu saja, aura motor sangat kental cafe racer yang langsung menarik perhatian mata. Moto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary tampil ala motor balap zaman dulu, dengan sentuhan tali kulit klasik yang melekat pada sisi atas tangki dan body berwarna perak.

Moto Guzzi V7 III Racer 10th AnniversaryMoto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary Foto: Ridwan Arifin

Sebagai pelengkap, cat "Rosso Corsa" (Racing Red) membungkus bingkai dan swingarm, yang mirip milik V7 Sport 1971, serta aluminium hitam anodized pada fairing dan pelindung throttle body.

Moto Guzzi V7 III Racer 10th AnniversaryMoto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary Foto: Ridwan Arifin

Garis desain membulat yang membulat juga menambah kesan gaya balap klasik, ditambah dengan penggunaan pelek jari-jari, windscreen, speedometer bulat ganda. Pun penggunaan buntut tawon yang makin mempertegas gaya cafe racer.

Moto Guzzi V7 III Racer 10th AnniversaryMoto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary Foto: Ridwan Arifin

Posisi berkendara

Motor yang punya aliran modif cafe racer dituntut untuk memiliki posisi berkendara yang pastinya membungkuk, sebab posisinya seperti motor balap.

Test rider yang memiliki postur tinggi 168 cm dengan bobot 82 kg cukup mudah beradaptasi dengan Moto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary.

Moto Guzzi V7 III Racer 10th AnniversaryMoto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary Foto: Piaggio Indonesia

Posisi kaki pengendara memang tidak menapak sempurna. Tinggi jok V7 III hanya sekitar 770 mm dari permukaan tanah, jadi masih cukup ramah untuk postur rata-rata orang Indonesia.

Menggunakan setang underyoke, posisi badan agak sedikit menunduk. Soal posisi tangan, meski melewati kemacetan test rider tak merasakan gejala pegal yang berlebih. Oiya, jenis setangnya yang sedikit menjepit punya keuntungan ketika bermanuver di tengah kemacetan.

Moto Guzzi V7 III Racer 10th AnniversaryMoto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary Foto: Piaggio Indonesia

Fitur

Sebagaimana moge, Ada fitur rem ABS (Anti-lock Braking System) dan fitur MGCT (Moto Guzzi Traction Control). Fitur ABS untuk mencegah roda terkunci saat dilakukan panic braking, sementara MGCT bertugas mencegah roda selip saat melakukan akselerasi.

Performa Mesin

Saat tombol starter dinyalakan, sensasi 'menonjok' kanan dan kiri menjadi ciri khas ketika mesin hidup langsam dan digeber-geber. Tetapi ketika jalan, goyangan mesin tidak terasa dan mengganggu handling.

Ciri khas mesin V-Twin 90 derajat melintang ala Moto Guzzi memang sangat mempesona siapapun yang melihatnya. Dengan posisi mesin ini memungkinkan kepala silinder bisa terkena angin dengan mudah untuk proses pendinginan.

Moto Guzzi V7 III Racer 10th AnniversaryMoto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary Foto: Ridwan Arifin

Hawa panas dari motor cafe racer ini terbilang wajar untuk motor gede di kelasnya, namun dengan posisi mesin melintang memberi nilai plus terhadap pendinginan.

Mengusung mesin 744 cc, Cafe Racer ini bisa bisa menghasilkan tenaga maksimum 52 dk pada 6.200 rpm dan torsi puncak 60 Nm pada 4.900 rpm. Kekuatan itu dikawinkan dengan transmisi manual 6-percepatan dengan saluran pembuangan gas double exhaust.

Tuas kopling motor ini tak begitu keras, setidaknya sama dengan motor bermesin besar lainnya. Impresi yang diberikan motor ini cukup baik.

Moto Guzzi V7 III Racer 10th AnniversaryMoto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary Foto: Piaggio Indonesia

Dengan langsung menarik tuas gas, kecepatan 80 km/jam didapat dengan cepat. seperti ciri khas mesin V-twin Moto Guzzi, tak perlu memuntir gas tinggi untuk bisa menggaet torsi dan tenaga maksimal.

Handling dan suspensi

Beranjak soal handling dan suspensi pada Moto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary, cukup merasa puas dengan karakter handling motor ini sebab motor mudah untuk dikendalikan meski memiliki bobot hingga 209 kg.

Moto Guzzi V7 III Racer 10th AnniversaryMoto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary Foto: Ridwan Arifin

Penggunaan suspensi berjenis teleskopik berukuran 40 mm bekerja sebagai fungsinya. Pun untuk varian racer di bagian belakangnya sudah menggunakan besutan ohlins.

Kesimpulan

Motor ini sukses menuai perhatian saat dipakai di jalan. Ya, bisa dibilang punya kesenangan tersendiri saat menungganginya. Dengan harga Rp 535 juta on the road Jakarta masih kompetitif dengan merek Eropa lainnya.



Simak Video "PCX 160 vs Nmax 155 Connected ABS, Lebih Oke Yang Mana?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)