Jumat, 07 Agu 2020 12:17 WIB

Ototest

Adu Performa Honda CRF150L vs Yamaha WR155R, Mana Lebih Unggul?

Luthfi Anshori - detikOto
Honda CRF150L vs Yamaha WR155R Yamaha WR155R dan Honda CRF150L. Foto: Luthfi Anshori
Jakarta -

Segmen motor trail 150 cc di Indonesia semakin ramai dengan kehadiran Honda CRF150L (2017) dan Yamaha WR155R (2019). Sebelum kedua motor ini eksis, segmen adventure ini hanya diisi oleh Kawasakai KLX 150 dan pabrikan lokal Viar, dengan model andalan Cross X 150. Lalu seperti apakah rasa berkendara dan performa Honda CRF150L dan Yamaha WR155R? Apakah bisa bersaing dengan para pemain lama? Berikut ulasannya.

1. Desain

Secara umum, CRF150L dan WR155R memiliki desain yang identik dengan motor trail kebanyakan. CRF150L yang kami tes berwarna merah kombinasi putih, dengan sedikit garis hitam. Bagian yang mencolok tentunya adalah suspensi depan yang sudah menggunakan jenis upside down berkelir emas. Sementara WR155R yang kami uji tampil dengan warna pemenang 'biru'. Build quality motor ini cukup solid, dengan material plastik yang tebal. Suspensi depan WR155R masih mengadopsi teleskopik, sehingga secara tampilan depan masih kalah kekar dari CRF150L. Satu hal menarik pada WR155R, letak silincer knalpot ada di bagian kiri.

Honda CRF150L vs Yamaha WR155RHonda CRF150L vs Yamaha WR155R Foto: Luthfi Anshori

2. Riding Position

Sebelum mengulas posisi berkendara kedua motor ini, maka perlu diketahui dulu dimensinya. Di atas kertas, CRF150L memiliki panjang x lebar x tinggi, 2.119 x 793 x 1.153 mm, dengan tinggi tempat duduk 869 mm, jarak terendah ke tanah 285 mm, dan berat 122 kg. Sedangkan WR155R punya spek panjang x lebar x tinggi, 2.145 x 840 x 1.200 mm, dengan tinggi tempat duduk 880 mm, jarak terendah ke tanah 245 mm, dan berat 134 kg.

Layaknya motor petualang, kedua motor buatan Jepang ini menawarkan posisi berkendara yang gagah, dengan memaksa badan pengendaranya tegap dan tangan membuka lebar. Dengan posisi berkendara commanding, jangkauan mata pengendara pun lebih luas, sehingga sangat membantu saat riding di tengah kemacetan atau saat ingin menyalip kendaraan lain.

Honda CRF150L vs Yamaha WR155RHonda CRF150L vs Yamaha WR155R Foto: Luthfi Anshori

Tester yang punya profil tinggi 165 cm dan berat badan 74 kg masih cukup nyaman saat duduk di atas CRF150L. Artinya kaki masih lebih menapak ke permukaan aspal. Saat beralih ke WR155R, motor ini terasa begitu jangkung dan lebih berat, ditambah bagian setang juga tampak lebih panjang, sehingga posisi tangan lebih terbuka lebar. Namun posisi riding WR155R yang membuat 'jinjit balet' penggunanya bisa diakali dengan menyetel preload sokbreker belakang supaya lebih rendah.

3. Fitur

Sebagai penantang yang muncul belakangan, WR155R hadir dengan beberapa fitur yang lebih unggul untuk ukuran motor adventure. Misalnya pada bagian panel instrumen, lebih informatif dengan indikator penunjuk odometer, trip meter, rata-rata konsumsi bahan bakar, indikator transmisi, jam, dan posisi gear. Sementara panel instrumen CRF150L tampil lebih sederhana dengan speedo meter, trip meter, dan status bahan bakar. Dari sektor mesin, WR155R hadir dengan fitur VVA (Variable Valve Actuation) dan sistem pendingin radiator yang lebih canggih. Sementara CRF150L unggul di sektor suspensi depan yang mengadopsi upside down.

4. Performa dan Handling

Honda CRF150L dibekali jantung pacu 149 cc, SOHC, satu silinder, yang bisa menghasilkan daya maksimum 9,51 kW di 8.000 rpm dan torsi puncak 12,43 Nm pada 6.500 rpm. Sementara Yamaha WR155R menggendong mesin 155 cc, SOHC, satu silinder, 4 katup, yang bisa menghasilkan daya maksimum 12,3 kW di 10.000 rpm dan torsi maksimum 14,3 Nm pada 6.500 rpm.

Saat kami mencoba mengendarai CRF150L untuk kegiatan harian, performa yang dikeluarkan mesin ini sudah cukup, namun tidak terlalu istimewa. Terlebih transimisinya hanya 5 speed, sehingga nafasnya tidak terlalu panjang. Satu yang menjadi catatan kami, saat motor digeber di kecepatan 80 km/jam ke atas, getaran begitu terasa di bagian setang. Tidak ada catatan khusus di sektor peredaman, suspensi depan upside down dan suspensi belakang monosok CRF150L cukup empuk digunakan melibas jalanan aspal. Jika ada yang kurang, ada opsi setingan preload di suspensi belakang.

Beralih ke 'kokpit' WR155R, kendati cukup jangkung dan berat, motor ini menawarkan performa mesin yang lebih unggul. WR155R memiliki akselerasi yang baik karena didukung teknologi VVA (Variable Valve Actuation) yang menjaga tenaga tetap optimal di setiap rentang putaran mesin, terlebih transmisinya sudah 6 speed, sehingga nafasnya lebih panjang. Saat menghadapi jalanan ibu kota, dengan karakter stop n go, motor ini juga terasa lebih sigap. Dan di luar dugaan, suspensi depan dan suspensi belakang WR155 sangat nyaman digunakan untuk melibas jalanan rusak dan berlubang di Jakarta. Getaran yang dihasilkan pun terasa minim.

Honda CRF150L vs Yamaha WR155RHonda CRF150L vs Yamaha WR155R Foto: Luthfi Anshori

Performa lebih unggul juga disajikan WR155 kala melibas medan off road ringan. Motor ini unggul dari teknologi, karakter mesin, dan suspensi belakang. Namun keunggulan tersebut juga menyimpan kelemahan. Mesin WR155 yang sudah mengadopsi sistem pendingin radiator memang lebih optimal dibanding CRF150L yang masih menggunakan sistem pendingin udara. Tapi untuk kegiatan trabas melewati hutan dan medan ekstrem, sistem pendingin radiator yang terekspos jelas rentan rusak terkena benturan batu maupun benda keras lainnya. Konstruksi mesin CRF150L yang lebih sederhana tanpa radiator, disebut lebih tangguh untuk blusukan.

5. Harga

Honda CRF150L ditawarkan dalam tiga pilihan warna extreme red, new extreme black, dan new extreme grey. Motor ini dibanderol Rp. 34.450.000 on the road DKI Jakarta. Sedangkan Yamaha WR155 dibanderol Rp. 36.900.000 on the road booking online DKI Jakarta, dengan pilihan warna biru dan hitam.

[Gambas:Video 20detik]

6. Kesimpulan

Honda CRF150L dan Yamaha WR155R bisa menjadi opsi terbaik bagi konsumen pemula yang ingin pindah kelas ke segmen motor trail. Bagi calon konsumen yang punya profil badan tidak terlalu tinggi, bisa memilih CRF150L yang lebih ramah untuk penggunaan harian. Motor ini juga lebih tangguh diajak trabasan ke medan ekstrem karena memiliki konstruksi mesin yang lebih sederhana. Namun jika Anda memiliki budget lebih dan ingin merasakan teknologi terbaru di motor trail 150 cc, maka WR155 jadi pilihan tepat. Dengan selisih harga Rp 2.450.000 dari CRF150L, WR155 menawarkan teknologi VVA, kapasitas mesin lebih besar, dan performa yang lebih unggul.

Honda CRF150L vs Yamaha WR155RHonda CRF150L vs Yamaha WR155R Foto: Luthfi Anshori

Data spesifikasi Honda CRF150L

Mesin
Tipe mesin: 4-Langkah, SOHC, satu silinder
Kapasitas mesin: 149 cc
Sistem suplai bahan bakar: PGM-FI (Programmed Fuel Injection)
Diameter x langkah: 57,3 x 57,8 mm
Tipe tranmisi: 5-speed
Rasio kompresi: 9,5:1
Daya maksimum: 9,51 kW @8.000 rpm
Torsi maksimum: 12,43 Nm @6.500 rpm
Tipe starter: Pedal dan elektrik
Tipe kopling: Manual, multiplate wet clutch
Sistem pendingin mesin: Pendingin udara
Pola perpindahan gigi: 1 - N - 2 - 3 - 4 - 5

Rangka dan Kaki-kaki
Tipe rangka: Semi double cradle
Tipe suspensi depan: Inverted telescopic front suspension (diameter 37 mm & stroke 225 mm)
Tipe suspensi belakang: Mono suspension with Pro-link suspension system (axle travel 207 mm)
Ukuran ban depan: 2,75 - 21 45P (ban dalam)
Ukuran ban belakang: 4,1 - 18 59P (ban dalam)
Rem depan: Cakram hidrolik (wavy disc, 240 mm)
Rem belakang: Cakram hidrolik (wavy disc, 220 mm)

Dimensi dan Berat
Panjang x lebar x tinggi: 2.119 x 793 x 1.153 mm
Tinggi tempat duduk: 869 mm
Jarak sumbu roda: 1.375 mm
Jarak terendah ke tanah: 285 mm
Curb weight: 122 kg

Kapasitas
Kapasitas tangki bahan bakar: 7.2 L
Kapasitas minyak pelumas: 1,0 liter (penggantian periodik)

Kelistrikan
Tipe baterai atau aki: MF Wet 12V 3.5Ah
Sistem pengapian: Full transisterized
Tipe busi: NGK MR9C-9N atau ND U27EPR-N9

Data spesifikasi Yamaha WR155R

Mesin
Tipe mesin: Liquid cooled, 4-Stroke, SOHC, 4 Valves, VVA
Jumlah/posisi silinder: Silinder tunggal
Diameter x Langkah: 58,0 x 58,7 mm
Sistem bahan bakar: Fuel Injection
Volume Silinder: 155 cc
Perbandingan kompresi: 11,6 : 1
Daya maksimum: 12,3 kW/ 10.000 rpm
Torsi maksimum: 14,3 Nm/ 6.500 rpm
Tipe Kopling: Wet Type Multi-plate
Tipe Transmisi: Manual
Pola Pengoperasian Transmisi: 1-N-2-3-4-5-6
Sistem starter: elektrik starter
Sistem pelumasan: basah

Kapasitas
Kapasitas oli mesin: Total = 1,50 L ; Berkala = 0,85 L ; Ganti Filter oli = 0,95 L
Kapasitas tangki besin: 8,1 liter

Dimensi dan Berat
Panjang x lebar x tinggi: 2.145 x 840 x 1.200 mm
Jarak sumbu roda: 1.430 mm
Jarak terendah ke tanah: 245 mm
Tinggi tempat duduk: 880 mm
Berat isi: 134 kg

Rangka dan Kaki-kaki
Tipe rangka: Semi double cradle
Suspensi depan: Telescopic 41 mm
Suspensi belakang: Monoshock
Ban depan: 2,75-21 45P
Ban belakang: 4,10-18 59P
Rem depan: 240 mm wave disc
Rem belakang: 220 mm wave disc

Kelistrikan
Sistem pengapian: TCI/Transistor
Battery: YTZ4V
Tipe Busi: MR8E9



Simak Video "Tips Merawat Kendaraan Tetap Bugar Saat PSBB Kelar"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com