Ada beberapa hal yang cukup menggelitik di benak saat manajemen Mabua menyebutkan konsep dari motor bergenre klasik itu sebagai urban living. Artinya, motor gede itu bisa digunakan untuk menopang kebutuhan transportasi sehari-hari.
Lantas bagaimana sejatinya penampilan motor ini, seperti apa kelincahannya di jalanan? Bagaimana pula performa mesin dari motor yang diproduksi di India tersebut? Berikut hasil pengamatan dan uji yang dilakukan detikOto pada motor seharga Rp 219 juta off the road di Sirkuit Gokart, Sentul, Bogor, Jawa Barat.
1. Tampilan
|
|
Tampilan klasik yang kental memang bukanlah sesuatu yang asing di Harley-Davidson, karena memang memiliki varian bergenre klasik.
Namun, dengan kelugasan tampilan yang disuguhkan, terlihat motor ini tak ubahnya kanvas bagi merekaΒ penyuka ubahan atau modifikasi custom.Β
Dengan setang yang lebar, tangki bahan bakar yang lebar tapiΒ proporsional, serta jok yang cukup untuk dua orang terkesan lumayan ergonomis, sehingga tampilan motor ini enak dipandang.
2. Posisi berkendara
|
|
Dengan posisi duduk seperti itu, setang yang tak terlalu lebar atau terlalu pendek, serta bentuk yang ergonomis, menjadikan pengendalian motor lebih mudah.
Untuk memantau tingkat kecepatan yang dicapai atau kondisi bahan bakar.
Spidometer yang menyatu dengan indikator bahan bakar berteknologi digital di dalam satu cluster meter cukup mudah dibaca.
Faktor lain yang berperan menyokong kenyamanan adalah peranti suspensi. Pada bagian depan Harley-Davidson menggunakan model teleskopis di roda depan dan dua shockbreaker di bagian belakang.
3. Performa
|
dok Mabua Harley-Davidson
|
Tenaga yang sudah terasa cukup galak saat di putaran bawah dan menengah, menjadikan akselerasi cukup enteng sesaat setelah melewati tikungan dan kembali ke lintasan lurus.
Hempasan torsi dari mesin terasa memadai saat perpindahan gigi dari posisi tinggi ke rendah dan kembali lagi ke tinggi.
Akselerasinya yang enteng juga didukung perpindahan gear lembut meski saat dilakukan tes detikOto tak sampai mencapai enam tingkat percepatan karena trek yang pendek.
Namun yang pasti, kinerja yang disuguhkan mesinΒ akan cukup memudahkan pengendara pengendara di saat melewati jalanan kota yang macet.
Satu keunggulan lain yang ditawarkan Harley yang memposisikan motor ini sebagai motor harian adalah, suara knalpot yang tak terlalu meledak-ledak.
Ledakan proses pembakaran mesin berkapasitas 494cc Revolution X cukup bersahabat di telinga orang-orang berada di sekitarnya.
Hanya sayang, trek go kart di sirkuit Sentul yang relatif pendek dan trek lurus yang terbatas, menjadikan detikOto tak bisa merasakan bagaimana kinerja motor hingga top speed.
4. Kesimpulan
|
dok Mabua Harley-Davidson
|
Satuan jarak yang ditempuh masih menggunakan mil per jam (mph).
Walhasil, bagi yang tak terbiasa akan bingung dengan informasi berapa kecepatan yang tengah direngkuhnya.
Spesifikasi Motor:
Dimensi
Panjang : 2,225 mm
TinggiΒ : 709 mm
Ground clearanceΒ : 145 mm
Jarak Antar Sumbu Roda : 1,534 mm
Ban : 100/80 R17 (di roda depan) dan 140/75 R15 ( di roda belakang)
Kapasitas tangki bahan bakar : 13,1 liter
BeratΒ kosong : 222kg
Pelek :Β Casting Wheel aluminium tujuh palangΒ baikΒ roda depan maupun belakang
Rem :Β Cakram kaliper dua piston baik di roda depan maupun belakang.
Mesin
Kapasitas : 494 cc, Berpendingin Cairan, Revolution Xβ’ V-Twin
Diameter Piston : 69 mm
Panjang Langkah : 66 mm
Perbandingan Kompresi : 11 : 1
Sistem Bahan Bakar : Mikuni Port Tunggal, Diameter 35mm
TorsiΒ maksimum : 40 Nm/3.500 rpm
Konsumsi Bahan Bakar : 3,7 liter /100 km
Harga: Rp 219 juta off the road












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun