Hari Minggu keramahan jalanan Jakarta sebagai ibu kota negara baru terasa. Volume lalu lintas yang tak begitu ramai dengan embusan angin sepoi-sepoi, menjadikan saya betah menyusuri jalanan.
Ya. Hari Ahad pekan lalu, saya berniat menjajal kenyamanan dan ketangguhan generasi terbaru dari salah satu keluarga Vespa, yakni Vespa Sprint 150. Pilihan hari Ahad, karena ingin membuktikan seberapa andal skuter asal Italia itu.
"Jalanan lengang kita bisa nggeber skuter ini bro. Seberapa nyaman sih?," jawab saya ketika seorang teman sekantor bertanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pun saat pulang, sengaja saya pilih jalur padat dan tepat saat jam pulang kerja, 17.00 WIB. Rute yang saya pilih adalah, Warung Buncit β Mampang β Jalan Gatot Subroto β Slipi β Grogol β Daan Mogot β Kalideres β Cipondoh Tangerang.
Dua kondisi itu saya pilih untuk membuktikan, apakah Vespa Sprint yang diposisikan sebagai kendaraan kaum urban berusia muda dengan mobilitas tinggi, benar-benar tepat. Kedua, apakah skuter hasil metamorfosis Vespa Sprint yang mulai dikenal di dekade 90-an itu benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan gaya kaum urban?
"Secara desain, Sprint 150 baru, ini sudah menjawab keinginan dan kebutuhan kaum muda urban. Apalagi brand, Vespa sudah jaminan," ujar Endra Yogatama, salah seorang penggiat komunitas Vespa saat saya temui di sebuah toko convenience di kawasan Kemang Timur, kemarin malam.
Apakah penilaian Endra benar adanya? Apakah perkiraan saya benar? Berikut hasil uji jalan yang saya lakukan.
1. Performa mesin
|
arif - detikOto
|
Tapi, penilaian itu sirnaΒ saat saya telah melakukannya. Semburan tenaga dari mesin 154,8 cc, 4-tak, SOHC 3 klep plus teknologi injeksi bahan bakar,Β menjadikannya responsif. Dengan sedikit menarik tuas gas, langsung melaju.
Saat jalan Gatot Subroto hingga GrogolΒ lengang saya langsung tancap gas. Sprint dari kecepatan 20 kilometerΒ per jam ke kecepatan 80 kilometer per jamΒ tercapai dalam hitungan detik.
Uji kelincahan dan responsifitas saya lakukan pada keesokkan harinya β Senin β di saat jalanan macet. Kondisi jalan yang stop andΒ go, tak masalah. Dengan sedikit tarik tuas gas, skuter langsung jalan tanpa mengejan atauΒ menyendat. Maklum, pada saat putaran mesin rendah tenagaΒ yang disemburkan mesinΒ cukup besar.
Walhasil sepanjang jalur Ciledug β Mampang yang padat merayap saat jam berangkat kerja menjadi tak terasa menjemukan. Saya bisa meliuk-liuk skuter ini dengan mudah.
2. Sistem Suspensi
|
arif - detikOto
|
Namun,Β stigma negative suspensi Vespa yang menggelayut di benak saya itu, kiniΒ berangsur memudar. Suspensi terasa empuk. Memang sih, untuk jalanan berbatu atau berlubang entakan masih cukup keras.
Yang pasti, teknologi dual-bracket suspension link yang dipadu teknologi Enchanced Sliding Suspension ternyata cukup ampuh meredamΒ getaran mesin, terutama di saat skuter melaju cukup kencang.
3. Posisi duduk
|
arif - detikOto
|
Yang pasti, pada saat skuter melaju, posisi duduk cukup nyaman. Terlebih bagi mereka yang bertinggi badan di atasΒ 170 centimeter. βSangat nyaman dan bisa mengatur gaya berkendara sesuai kebutuhan,β ujar Adit, teman saya.
Kenyaman posisi duduk juga tak lepas dari pelek dan ban yang digunakan. Pelek dengan belasan palang berdiameter 12 inciΒ plus ban 110/70 dan 120/70 yang menopang stabilitas skuter di saat melaju.
4. Pencahayaan dan Spidometer yang memudahkan
|
|
Terlebih terdapat panel pengatur tingkat ketajaman lampu. Begitu pun dengan lampu sein yang diletakkan pada bagian bodi depan maupun belakang, cukup mudah terlihat oleh pengguna jalan lain baik dari depan maupun belakang.
5. Konsumsi bahan bakar
|
|
Pertama, karena alat ukur yang hany berdasar angka di cluster meter atau di spidometer. Kedua, untuk melakukan tes secara sahih dan terpercaya harus dilakukan secara berulang, di berbagai kondisi, dan alat ukur yang cukup representative terpercaya.
Namun sebagai gambaran umum, selama uji jalan dengan rute yang saya sebut di atas berjarak kurang lebih 135 kilometer. Saya mengisi bahan bakar sebanyak tiga liter di saat bahan di tangki tersisa 0,5 liter, sehingga total bahan bakar yang ada 3,5 liter.
Dengan jarak yang telah saya tempuh, kesimpulan saya, tingkat konsumsi bahan bakar skuter ini 1 : 38,6 kilometer.
6. Kekurangan
|
|
Bagian lain yang kerap menjadi masalah adalah, posisi spion yang cukup melebar. Sehingga ketika berpapasan di jalan sempit atau meliuk-liuk di lorong kemcetan, spion skuter sering beradu dengan spion mobil atau motor lain.
Halaman 2 dari 7












































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat