Memang sesi test ridenya tergolong cukup singkat, hanya dari Pekan Raya Jakarta (PRJ) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat ke Cafe Segarra di Ancol, Jakarta Utara.
Dalam pengujian kali ini kurang lebih ada 15 media termasuk detikOto yang tidak melewatkan kesempatan emas ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi itu tak menyurutkan niat detikOto untuk mencoba Satria F150 terbaru ini. Daripada penasaran, lebih baik kita simak ulasannya berikut ini.
Tampilan depan yang menarik
|
|
Tampilan baru ini cukup ramping dengan lampu depan dan stripping baru yang menjadikan lebih menarik.
Perpaduan antara rangka dua tabung utama dan pipa lengan ayun berukuran besar menjadikan motor ini semakin aman dikendarai dalam segala kondisi.
Kokpitnya dibuat seperti motor-motor pebalap dimana tachometer analog berdiameter luas dengan speedometer digital yang mengadopsi motor GSX-R. Tachometer berbahan stainless steel berkualitas tinggi.
Indikator RPM mesin. Mode dapat dipilih dan disesuaikan dengan situasi berkendara. Akselerasi optimal dengan indikator RPM yang menginformasikan waktu yang tepat untuk pindah ke gigi yang lebih tinggi.
Mulanya detikOto bingung dengan indikator ini, tapi setelah diamati ternyata itu untuk membuat Anda berkendara eco atau irit bahan bakar.
Jadi kalau lampu indikatornya menyala, itu waktunya Anda memindahkan gigi ke yang lebih tinggi. RPM dan berapa KM/jam-nya sudah diatur secara otomatis jadi kalau di gigi 1 lampu indikator akan menyala sesuai setingannya sendiri begitu juga selanjutnya.
Ada 2 pilihan seperti High Mode yang lampunya akan berkedip ketika jarum tachometer menyentuh angka 8.500 RPM dan Low Mode, lampu akan berkedip ketika jarum tachometer menyentuh angka 4.500 RPM.
Pencahayaan juga cukup terang karena lampunya di desain dengan reflektor terbaru. Tampilan depannya semakin tegas dimaka membentuk aksen lekukan huruf V pada posisi lampu depan
Tampilan belakang yang ramping
|
|
Bodi cover didesain lebih ramping dibanding model sebelumnya, ukuran terkini pada siluet berwarna kuning.
Bodi baru ini menurut detikOto lebih berkarakteristik. Apalagi ujung knalpotnya berbentuk segitiga yang memberikan tampilannya lebih menawan.
Tongkrongan pengendara dari tampak belakang juga terlihat semakin asyik.
Kesan tangguh dan sporti juga tak hanya terlihat dari belakang tapi dari tarikan garis karakter tampak samping hingga ekor.
Tapi untuk pengendara yang belum biasa menggunakan motor seperti ini termasuk detikOto yang punya tinggi di atas 170 cm posisi berkendara lebih dari 10 menit akan terasa pegal karena tangan harus selalu lurus ke bawah dan badan sedikit menunduk.
"Bukan elu aja yang pegel, gue juga pegel banget, entah enggak biasa bawa motor kaya gini atau kita punya postur yang tinggi. Padahal enggak sampai 30 menit tangan sama punggung udah pegel aja," keluh salah satu wartawan ketika ditanya detikOto soal posisi berkendara.
Mesin
|
|
Satria F150 terbaru ini masih menggendong mesin berkapasitas 150cc, DOHC, 4 katup dengan performa high RPM dan high output, 6 percepatan.
Keunggulan di mesin ini yakni memiliki sistem pendingin oli berdaya tahan sempurna. Teknologi canggih ini dapat mendinginkan silinder head sekaligus sebagai pelumas komponen mesin.
Maksudnya mesin pendingin ini secara langsung mampu mendinginkan silinder head dan piston bagian dalam dengan cara menyemburkan oli langsung ke komponen tersebut sehingga daya tahan mesin meningkat serta menghasilkan tenaga yang lebih tinggi.
Masuk ke gigi 1 nafasnya cukup panjang dan gigi 2 hingga 6 perpindahan giginya terdengar cukup halus dan mudah di tekan. Begitu juga saat gigi diturunkan dari tinggi ke rendah, hasilnya tetap halus.
Koplingnya juga cukup enteng. Rasio transmisi 6 percepatan dan operasi kopling berguna untuk meningkatkan pengendaraan yang sporty.
Hasilnya memang Satria F150 ini cukup agresif dan responsif. Tenaganya benar-benar mumpuni.
Sayang pengetesannya tidak bisa mengeksplor terlalu dalam. Saat detikOto mencoba menggebernya hanya tembus di 80km/jam saja. Itu karena padatnya jalan dan konvoinya memang santai.
Sesekali detikOto membelokkan ke kiri dan kanan dalam hitungan waktu yang cepat. Itu untuk merasakan handlingnya. Hasilnya dengan kecepatan 30 sampai 40km/jam handlingnya tetap mantap dan stabil.
Begitu juga dengan suspensi yang empuk. Sesekali ditemukan jalan yang berlubang. Sengaja detikOto hantamkan kelubang itu, motor tetap nyaman dan benturannya tidak membuat pengendara sakit akibat benturan itu.
Satria F150 terbaru ini memiliki upper dan lower bracke dengan performa kestabilan tinggi dibanding underbone pada umumnya yang hanya memiliki satu bracket saja.
Motor ini juga ada pelindung suspensi yang menghalangi batu masuk ke dalam front fork dan mengurangi kerusakan pada tabung bagian dalam.
Suspensi monoshock memberikan kesan sporty layaknya motor besar. Sentralisasi massa dengan suspensi yang terletak di bagian tengah bodi sehingga massa kendaraan terpusat di tengah motor dan menjaga keseimbangan berkendara.
Kesimpulan
|
|
Keunggulan motor ini cukup banyak, dari desain, mesin yang responsif, suspensi yang empuk serta handling yang mantap dan mumpuni walau dalam kecepatan tinggi.
Bentuk batoknya juga lebih kecil dan runcing, ini menjadikan nilai plus serta bodinya terlihat lebih ramping sehingga memantapkan pengendaraan.
Poin minus
Yang detikOto rasakan saat berkendara dari PRJ ke Segarra Ancol, pertama tangan dan pundak terasa pegal karena postur pengendara detikOto yang tingginya mencapai 170 cm lebih, serta setang Satria F150 yang didiesain cukup rendah.
Kedua, mesin atau blok mesin di sebelah kanan tepatnya di samping kaki kanan terasa cepat panas. Kalau pengendara menggunakan sandal mungkin akan terasa lebih panas ke kaki.
detikOto merasakan kaki terasa panas padahal menggunakan sepatu biasa. Itu juga dialami oleh beberapa teman-teman jurnalis lainnya, mereka juga mengeluhkan kalau panasnya mesin cukup terasa ke kaki meski menggunakan sepatu.
"Panasnya anget-anget kuku, tapi kalau jalannya 1 atau 2 jam lumayan juga nih kaki," ujar salah satu rekan media.












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit
Prabowo Minta Pindad Bikin Mobil Presiden Khusus buat Sapa Rakyat