Ekspedisi 3.000 Km

Mau Nyetir atau Jadi Penumpang, Naik Wuling Almaz RS Tetap Nyaman

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 02 Des 2021 13:19 WIB
Road Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RS
Ekspedisi 3.000 km bersama Wuling Almaz RS. Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Wuling Almaz RS menyajikan kenyamanan untuk pengemudi atau penumpangnya. Hal itu kami buktikan dalam ekspedisi 3.000 km dengan melakukan road trip dari Jakarta menuju Yogyakarta, Banyuwangi, Bali, Surabaya, Semarang dan kembali ke Jakarta.

Kali ini, detikOto bersama tim detikTravel dan detikFood melakukan road trip dari Jakarta ke Bali dan kembali ke Jakarta sejauh 3.139 km. Dalam road trip kali ini, kami tidak langsung menuju Bali, tapi mampir ke beberapa kota untuk mengunjungi tempat wisata yang mulai pulih setelah diterjang pandemi COVID-19. Tak cuma ke tempat wisata, kami juga mengunjungi beberapa lokasi untuk menikmati sajian kuliner lokal khas di setiap kota yang kami kunjungi.

Road trip 3.000 km bersama Wuling Almaz RS dilakukan selama 9 hari. Perjalanan dimulai dari Gedung Transmedia di Mampang, Jakarta Selatan, menuju Yogyakarta. Dari Yogyakarta menuju Banyuwangi, lalu menyeberang ke Bali. Di Bali, kami mengeksplorasi lokasi wisata dan sajian kuliner di wilayah utara Bali. Beberapa lokasi wisata di utara Pulau Bali di antaranya Air Terjun Gitgit di Buleleng, Desa Wisata Les, Savana Tianyar, hingga Pantai Lovina.

Dari Bali kami kembali ke Jakarta melewati Banyuwangi, Jember, Surabaya, Semarang dan ke Jakarta. Berbagai kondisi jalan kami lewati, dari jalan berliku-liku, tanjakan dan turunan, serta jalan tol yang menjadi kesempatan kami menggeber Wuling Almaz RS.

Selama perjalanan 3.000 km ini, kami merasa naik Wuling Almaz RS cukup nyaman. Karakter suspensinya tergolong pas, tidak terlalu empuk juga tidak terlalu keras. Melalui jalanan bergelombang, mobil tidak mantul-mantul, malah cenderung anteng diajak ngebut di jalan tol Trans Jawa yang agak bumpy.

Hutan De Djawatan merupakan destinasi populer di Banyuwangi. Begini saat detikcom dalam Ekspedisi 3.000 Kilometer bersama Wuling menembus tengah Hutan De Djawatan.Kabin Wuling Almaz RS. Foto: Rifkianto Nugroho

Selama melintas di jalan tol, kami tidak merasakan gejala limbung yang dialami Wuling Almaz RS. Digeber di kecepatan tinggi di jalan tol, Wuling Almaz RS tergolong stabil.

Begitu juga di jalur berliku, mobil terasa tetap stabil. Saat jadi penumpang di belakang pun tak terasa gejala mobil 'ngebuang' saat menikung, jadi tetap nyaman.

Sebagai gambaran, dibekali suspensi depan McPherson strut dan suspensi belakang multi-link independent. Mobil ini punya wheelbase 2.750 mm jadi menyajikan kabin yang cukup luas untuk penumpang.

Wuling Almaz RS di Hutan De Djawatan BanyuwangiJok baris kedua Wuling Almaz RS punya ruang cukup lega. Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Jadi Penumpang di Bangku Belakang

Selain nyetir selama perjalanan ekspedisi 3.000 km, kami juga merasakan duduk nyaman sebagai penumpang di baris kedua. Untuk diketahui, mobil Wuling Almaz RS yang kami bawa diisi penumpang penuh, lima orang termasuk sopir beserta barang bawaan di bagasi. Artinya, kami duduk bertiga di kursi baris kedua selama lebih dari 3.000 km.

Meski duduk bertiga di jok baris kedua, rasanya 'numpang' di Wuling Almaz RS ini sangat nyaman. Saya pribadi punya tinggi badan 178 cm dan merasakan nyaman duduk di bangku baris kedua Wuling Almaz RS. Kemiringan sandaran jok pas untuk duduk dengan nyaman. Ruang kaki masih sangat lega untuk saya yang punya tinggi badan 178 cm. Tak jarang saking nyamannya kami sampai tertidur pulas saat menjadi penumpang dan duduk di bangku baris kedua.



Simak Video "Bukan Honda CR-V, Ini Raja Medium SUV di Tahun 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)