Saat mengikuti acara ini, detikOto merasakan Mazda CX-5 Grand Touring (GT) dari Purwakarta hingga Bandung, Jawa Barat melalui jalan biasa, bukan jalan tol. Berbagai kondisi jalan dilalui detikOto saat menggunakan CX-5 GT ini, mulai dari jalanan lurus, berkelok-kelok hingga jalan menanjak mampu dilibas CX-5 GT yang dikendarai detikOto.
Mengendarai Mazda CX-5 semakin nikmat berkat fitur-fitur canggih yang terdapat pada SUV ini. Fitur keselamatan aktif, sistem yang memudahkan berkendara hingga sistem hiburan bisa dinikmati detikOto ketika menguji Mazda CX-5 ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Betikut detikOto bahas lebih sesi tes Mazda CX-5.
1. Desain Eksterior
|
Foto: Dadan Kuswaraharja
|
Mazda CX-5 dilengkapi dengan grille penutup radiator baru berbentuk horizontal abu-abu metalik dan desain lampu kabut baru. Kaca spion dikecilkan untuk mengurangi getaran selama berkendara sehingga gambar objek di spion lebih jelas. Tapi jangan khawatir, SUV ini telah dilengkapi dengan sistem Advanced Blind Spot Monitoring yang mengingatkan pengemudinya jika ada halangan tak terlihat.
Sementara itu, penggunaan lampu LED membuat konsumsi daya listrik lebih rendah dan memberikan visibilitas yang lebih baik. Lampu belakangnya juga sudah menerapkan teknologi LED.
Penampilan yang tegas di bagian depan dan menyorong ke depan secara keseluruhan menciptakan kombinasi SUV yang gagah. Apalagi CX-5 ini memiliki pelek berukuran 19 inci untuk tipe Touring dan Grand Touring yang lebih berkilau demi menyoroti tampilan tiga dimensi.
SUV ini ditawarkan dengan enam pilihan warna. Adapun pilihan warna tersebut adalah Crystal White Pearl Mica, Soul Red Metallic, Jet Black Mica, Meteor Grey Mica, Deep Crystal Blue Mica dan Sonic Silver Metallic.
2. Interior
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Panel instrumen yang luas dan penopang berlapis krom di konsol dan trim pintu menciptakan arsitektur yang cocok dengan eksteriornya yang kokoh. Panel climate control juga menggunakan desain baru.
Pada tipe Grand Touring, menyesuaikan posisi jok tidaklah sulit. Sebab, tipe ini sudah menggunakan tombol penyesuaian kursi elektrik dan memory switch pada kursi pengemudi.
Cluster meter ditampilkan dalam layar LCD 3.5 inci yang menampilkan informasi seperti status-status sistem seperti i-STOP dan fungsi i-ACTIVSENSE.
SUV ini kini telah mengadopsi sistem Electric Parking Brake. Sistem itu memudahkan pengemudi untuk menghidupkan dan mematikan rem secara otomatis dengan menarik atau menekan tombol yang terletak di konsol tengah.
Untuk sistem hiburannya, Mazda telah menyematkan MZD Connect pada CX-5 ini. Dengan layar sentuh 7 inci beresolusi tinggi, mengendarai CX-5 tak akan mudah bosan.
Tapi, demi alasan keselamatan, layar sentuh tidak bisa dioperasikan dengan sentuhan ketika mobil sedang berjalan. Untuk itu, penghuni mobil bisa mengoperasikan sistem hiburan melalui tombol-tombol yang ada di setir atau tombol yang ada di konsol tengah.
Untuk mendukung kualitas suara, Mazda CX-5 menghadirkan BOSE 9-speaker premium audio system with AudioPilot2 noise compensation and Centerpoint 2 surround sound technology. Ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan menimbulkan suara gesekan ban dengan aspal, suara pada sound system secara otomatis bisa naik.
3. Handling dan Kenyamanan
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Sistem suspensi memiliki suspensi strut di depan dan multi-link di bagian belakang. Kenikmatan handling didukung oleh teknologi electric power-assisted steering (EPAS).
Saat melalui jalan Purwakarta menuju Bandung sebelum masuk tol Padalarang, detikOto beberapa kali dihadapi jalan yang berliku-liku. Mobil mengikuti putaran setir ke kiri dan ke kanan dengan lincahnya. Berbelok-belok menggunakan CX-5 pun tak butuh banyak koreksi setir.
Soal kenyamanan, saat menghantam beberapa lubang dan menyeberang rel kereta api, guncangan mampu diredam oleh suspensi. Suspensi terbilang tidak terlalu keras.
Kenyamanan juga didukung oleh posisi duduk pengemudi. detikOto merasakan, posisi duduk, posisi tangan memegang setir dan posisi kaki di pedal-pedal tidak terlalu melelahkan. Apalagi, posisi jok dan setirnya bisa disesuaikan.
4. Performa Mesin
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Mesin tersebut didukung oleh Dual-SVT (Sequential Valve Timing) dan Electronic Throttle Control (ETC). Rasio kompresinya pun terbilang tinggi yaitu 13,0:1.
Tenaga dari mesin disalurkan melalui transmisi otomatis enam percepatan. detikOto merasakan, perpindahan gigi pada transmisi itu cukup halus tanpa banyak entakan.
Melaju di jalanan Purwakarta-Bandung begitu nikmat menggunakan Mazda CX-5 ini. Mobil terbilang 'nurut' ketika detikOto menginjak pedal gas.
Beberapa tanjakan mampu dilibas Mazda CX-5 dengan mulus. Apalagi ketika detikOto menyalip beberapa truk yang melambat, tenaganya sangat terasa.
Memasuki tol dari Gerbang Tol Padalarang adalah saat yang ditunggu-tunggu. Sebab, detikOto bisa merasakan performa maksimal SUV Mazda ini serta membandingkan rasa berkendara menggunakan mode Sport dan normal.
Ketika detikOto memilih mode Sport, posisi gigi terasa turun sehingga RPM langsung naik. Mode sport seaara otomatis membuat RPM berada di posisi yang tepat untuk menyajikan entakan torsi dan tenaga yang maksimal.
Saat menggunakan mode Sport, RPM berada di kisaran 3.000-an RPM. Mendapatkan kecepatan tinggi pun tidak sulit karena torsi dan tenaga langsung terasa di rentang RPM itu.
Namun, ketika mode Sport langsung dipindah ke mode normal, maka RPM terasa langsung turun. Maklum, mode normal bisa dimaksimalkan untuk mendapatkan efisiensi bahan bakar.
Memasuki Kota Bandung, kemacetan mulai menyambut. Saat macet, tampaknya tak perlu menggunakan mode Sport, untuk itu detikOto mengubahnya ke mode normal.
Di tengah kemacetan, mobil ini memaksimalkan efisiensi bahan bakar. Berkat fitur i-stop, mobil ini bisa lebih irit. Fitur itu dapat menghemat bahan bakar dengan cara mematikan mesin sat pedal rem di tekan dan mobil berhenti. Namun, ketika kaki beranjak dari pedal rem, mesin otomatis kembali menyala.
Sistem i-stop selalu mematikan mesin pada posisi piston yang tepat dan siap untuk pembakaran berikutnya. Dengan begitum restart mesin lebih responsif dan lebih halus untuk pengalaman berkendara yang mulus.
Sistem itu juga bekerja dengan memonitor suhu mesin, suhu kabin dan input pengemudi ke pedal rem, tuas persneling dan roda kemudi.
5. Merasakan Kecanggihan Fitur Mazda CX-5
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Fitur itu diwujudkan melalui posisi berkendara yang optimal, pengenalan tanda bahaya dan teknologi pencegahan benturan atau tabrakan.
Mazda CX-5 GT yang ditunggangi detikOto ini memiliki teknologi Adaptive LED Headlamp (ALH). Teknologi itu merupakan sistem yang dirancang untuk mencapai daya pandang yang ideal dan jelas pada saat malam hari layaknya berkendara di siang hari.
Sistem ALH memiliki tiga komponen yaitu Glare-Free High Beam yang bisa mematikan beberapa bagian lampu multi-LED ketika mendeteksi adanya kendaraan di depan sehingga tidak menyilaukan pengendara lain, Wide-Range Low Beam yang membuat lampu menjangkau lebih lebar serta Highway Mode yang melebarkan jangkauan penglihatan pengendara pada kecepatan tinggi. Sayangnya, detikOto tidak bisa merasakan fitur itu karena mengendarai Mazda CX-5 GT pada siang hari.
Selain itu, CX-5 GT juga memiliki sistem Lane-keep Assits System (LAS). Sistem ini mencegah perpindahan jalur jika pengendara menyetir kurang hati-hati serta menjaga pengendara untuk tetap menyetir di jalur yang aman.
Fitur canggih selanjutnya adalah Advanced Blind Spot Monitoring dengan Rear Cross Traffic Allert. Sistem ini menggunakan Radar bergelombang 24GHz dan terletak di belakang kendaraan.
Fitur itu berfungsi untuk mendeteksi dan menginformasikan pengemudi akan adanya kendaraan lain yang mendekati dalam jarak 50 meter dari belakang maupun dari jarak blind spot kendaraan. Di bagian ujung kaca spion akan ada lampu peringatan jika di belakang mobil terdapat kendaraan lain.
Ketika detikOto menyalakan lampu sein untuk berpindah jalur dan ada mobil di belakang, terdengar suara peringatan. Hal itu membuat detikOto lebih berhati-hati sebelum berpindah jalur.
Fitur yang menurut detikOto canggih pada CX-5 ini adalah Smart City Brake Support (SCBS). Fitur ituΒ memungkinkan rem bekerja secara otomotis untuk menghindari atau mengurangi benturan dengan kendaraan di depan dalam kecepatan 40 km/jam.
detikOto sempat merasakan fitur SCBS itu. Ketika mobil berjalan pelan dan detikOto tidak menginjak pedal apa pun sementara di depan ada penghalang, akan ada suara getaran yang keluar dan mobil secar otomatis mengurangi kecepatan.
6. Kesimpulan
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Soal performa, detikOto sudah bisa merasakan tarikan yang lumayan baik. Saat menyalip kendaraan atau melintas di jalan tol dengan mudah dilahap CX-5 ini. Untuk berakserasi pun mobil cukup nurut mengikuti injakan pedal gas.
Handling-nya juga asyik. Melibas jalan berliku tak sulit dan tidak membutuhkan koreksi setir.
Namun sayangnya, CX-5 GT yang ditunggangi detikOto ini tidak memiliki Head-up Display seperti pada Mazda2 atau Mazda6. Sehingga, untuk melihat informasi kecepatan harus melirik instrumen cluster, sementara untuk melihat navigasi harus menuju layar di tengah.
Satu lagi, soal fitur rem Smart City Brake Support (SCBS), detikOto merasa sensor terlalu sensitif. Sehingga kadang meski jarak mobil dengan kendaraan lain motor misalnya, masih cukup jauh, mobil langsung ngerem. Mungkin ini perlu mendapat penyesuaian dari Mazda.
Halaman 2 dari 7












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!
Cuma Menepi Lihat Maps, Preman Tanah Abang Palak Mobil 'Pelat Luar' Rp 300 Ribu