Keempat fitur itu yakni Adaptive LED Headlights (ALH), Lane-keep Assist System (LAS), Advanced Blind Spot Monitoring (A-BSM), dan Smart City Brake Support (SCBS).
Untuk membuktikan keandalan dan keampuhan fungsi fitur-fitur tersebut, PT Mazda Motor Indonesia mengajak media, termasuk detikOto, untuk mencoba dua model Mazda berfitur tersebut.
Memang, Mazda Motors tak melakukan revisi di sektor mesin yang diusung Mazda CX-5 yakni 2.000 dan 2.500 cc. Begitu pun dengan mesin yang diusung sedan Mazda6. Namun, justru fitur anyar itulah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi SUV dan sedan Mazda tersebut.
i-ACTIVSENSE merupakan sistem keselamatan terintegtasi yang aktif dan beberapa diantaranya sistem pre-crash technology. Walhasil, mampu menghindarkan atau meminimalkan potensi risiko cidera saat terjadi tabrakan.
Kebetulan, begitu mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, detikOto menunggangi New Mazda CX-5 Grand Touring, dan menjajal New Mazda6 di hari berikutnya. Keduanya mengusung fitur-fitur anyar tersebut. Hasilnya seperti berikut :
1. Eksterior
|
|
Ubahan lain juga bisa dilihat dari bentuk spion yang lebih kecil ketimbang generasi sebelumnya. Ubahan ukuran spion itu diklaim mampu meminimalkan getaran, sehingga sajian gambar obyek di spion lebih jelas.
Sementara ukuran lampu sein lebih lebar sehingga lebih jelas terlihat oleh pengguna jalan lainnya. Sentuhan ubahan juga terlihat pada lampu kabut yang menggunakan desain baru.
2. Interior
|
|
Pengaturan kontrol volume, return, home, music, navigasi dilakukan melalui tombol yang dipusatkan pada konsol tengah.
Sebuah tombol electric parking brake juga menjadi penanda ubahan pada SUV ini.
Sementara, untuk mendukung peranti hiburan Mazda menghadirkan sembilan speaker besutan Bose. Kenyamanan di bagian kabin juga tak lepas dari kehadiran pendingin ruangan (AC) dengan teknologi climate control.
3. Performa mesin
|
|
Bahkan dengan kondisi jalanan Ubud-Uluwatu yang relative sempit dengan volume kendaraan cukup padat, semburan tenaga dari mesin yang cukup kuat sudah terasa pada putaran mesin 3.000 rpm.
Meski berperforma galak, dengan mesin sebesar itu tak perlu risau soal konsumsi BBM. Soalnya, Mazda juga melengkapi mobil ini dengan fitur Start/Stop yang membuat mesin mobil non aktif sejenak. Walhasil, konsumsi BBM pun lebih hemat.
4. Fungsi fitur baru
|
|
Pemandu dari Mazda Indonesia meminta mobil melaju dengan kecepatan lebih dari 65 km/jam dan membiarkan mobil melaju tanpa dikendalikan sejenak. Pada saat itulah kedua fitur itu berfungsi.
Sebuah suara peringatan dari dalam mobil akan menunjukan bahwa mobil telah melenceng dari jalur yang semestinya.Β
Jika pengemudi tak hirau atau mengarahkan mobil ke jalur yang seharusnya, maka sistem dalam mobil akan memutar lingkar kemudi secara otomatis ke arah jalur yang seharusnya. Itulah fungsi fitur LAS dan LDWS.
Fitur lainnya yakni Adaptive LED Headlamps alias ALH. Fitur ini merupakan lampu utama pintar. Fitur ini merupakan sistem pencahayaan yang bekerja secara otomatis.
Lampu ini terdiri dari 4 bagian dengan komposisi 4 dioda, 2 dioda, 2 dioda, dan 4 dioda. Ada tiga mode sistem kerja lampu tersebut yakni Glare free mode yang bekerja pada kecepatan 20-30 km/jam, wide distribution low beam pada kecepatan 60 km/jam, serta Highway low beam di kecepatan 95 km/jam.
Pada malam hari, lampu itu akan memblok sebagian cahaya ketika ketika berpapasan dengan mobil atau kendaraan bermotor lainnya. Sehingga, sorot lampu itu tak akan menyilaukan pengguna kendaraan lain yang melaju berlawanan.
Begitu pun pada saat berada di belakang mobil atau kendaraan lain pada jarak minimal 10 meter. Proyektor lampu akan mengatur agar cahaya LED tidak menyorot langsung ke kenmdaraan yang berada di depannya.
5. Fitur baru di New Mazda6
|
|
Front SCBS bekerja secara otomatis untuk menghindari atau mengurangi benturan dengan kendaraan roda empat di depan. Namun ini dengan catatan, kecepatan 4-30 kilometer per jam. Sistem kerjanya berdasarkan sensor laser yang dipasang di spion tengah mobil.
Kedua, SCBS rear, yang terletak pada bagian belakang mobil. Perangkat ini menggunakan sensor gelombang ultrasonic yang dipasang di bagian bumper kendaraan.
Dengan memberi peringatan di layar dan mengaktifkan rem seperti halnya di SCBS front, sistem itu akan aktif saat mobil dalam kecepatan mundur 2 - 8 kilometer per jam.
Hanya, setelah sistem itu bekerja yakni menghentikan laju mobil, pengemudi juga harus segera melakukan pengereman. Jika tidak mobil akan tetap melaju.
6. Kesimpulan
|
|
Hanya, untuk menggunakannya perlu diperhatikan kondisi lingkungan sekitar yang menjadi syarat agar fitur benar-benar berfungsi maksimal, misalnya laju kecepatan mobil.
Halaman 2 dari 7












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun