Menjajal Captiva di Pesisir Lombok

Menjajal Captiva di Pesisir Lombok

- detikOto
Rabu, 06 Jul 2011 09:53 WIB
Menjajal Captiva di Pesisir Lombok
Lombok - DNA pertama SUV Chevrolet berasal dari Chevy Suburban yang dirilis pada 1936. Kini 75 tahun berlalu, DNA itu mengalir deras di Chevy Captiva yang diluncurkan pekan lalu di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bagaimana rasanya menjajal mobil ini?

Saya mendapatkan kesempatan mencoba varian transmisi manual dengan mesin 2.400 cc bensin.

Jika dilihat dari dimensi Captiva bertambah panjang sekitar 30 mm dari pendahulunya. Captiva kini memiliki panjang 4.673 mm, lebar 1.849 mm dan tinggi 1.720 mm dengan wheelbase sekitar 2.707 mm.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di eksteriornya ada 9 perubahan, khususnya bagian depan mengalami perubahan cukup drastis.

Yakni pada grille, logo Chevrolet, fog lamp, head lamp, front fender, new front lower facia. Sedangkan di bagian belakang perubahan tidak terlalu banyak terjadi. Chevy hanya mengubah penahan lumpur, skid plate yang dilapisi krom dan penambahan rear parking assist.

Sedangkan di interior cukup banyak perubahan mulai dari desain speedometer dengan iluminasi warna ice-blue, dual cockpit design, arm rest yang lebih tinggi, konsol tengah, penambahan fitur seperti rem tangan elektronik dan fitur bluetooth yang lebih terkoneksi.

Langsung saja kunci kontak dinyalakan, uniknya, biar mesin bisa hidup, kopling harus diinjak terlebih dulu agar aman.

Saya mengendarai Captiva dari Pantai Sira (dibaca Sire oleh orang Lombok) menuju Pantai Malimbu yang berjarak kurang lebih 10 km. Dengan kontur jalanan di lembah, Captiva dengan lincah bisa mengikuti jalanan.

Mesinnya terdengar lebih halus, kabin pun senyap ketika Captiva ini dikendarai.

Sayang siku tangan kiri saya agak terhalang arm rest yang posisinya cukup tinggi saat memindahkan tuas transmisi. Apalagi saat memindahkan gigi ke posisi gigi yang berada di bawah seperti gigi 2,4.

Pindah ke fitur lain, yang unik dari new Captiva adalah rem tangan elektronik. Fitur yang pertama di kelasnya.

Jadi sekarang anda tidak perlu lagi menarik rem tangan manual. Cukup sedikit colek saja tombol di bawah tuas transmisi, maka rem akan aktif dan indikator P akan muncul pada meter cluster.

Saya yang sehari-hari dengan rem tangan manual biasa agak kikuk ketika pertama kali menggunakannya, apalagi ketika berada di tanjakan, mobil kadang mundur.

Tapi setelah beberapa saat barulah saya bisa dengan nyaman menggunakan fitur rem parkir elektronik. Enaknya, meski Anda kelupaan melepas rem, rem ini akan terangkat (auto release) secara otomatis. Jadi tak perlu khawatir.

Sayang tidak seperti varian transmisi otomatisnya, tidak ada fitur ECO yang membuat mesin irit bensin di Captiva manual.

Bagi Anda penggemar SUV, Captiva sepertinya bisa menjadi pilihan, apalagi harganya cukup kompetitif yang berkisar pada Rp 320 juta-Rp 350 juta. Hemm, jadi tidak sabar menguji varian otomatisnya.

Spesifikasi Captiva 2.4 Manual



  • Mesin 2.4 Liter DOHC, DCVCP, euro3.
  • Bore x Stroke 88x98
  • Rasio Kompresi 10,4:1
  • Daya maksimum 171 ps pada 6.400 rpm
  • Torsi maksimum 225 ps pada 4.800 rpm
  • Roda alloy wheel 17 inci
  • Suspensi depan McPherson Strut dengan Coil Spring
  • Suspensi belakang Independent 4 link dengan coil spring dan self levelizer
  • Kapasitas tangki 65 liter
  • Kapasitas penumpang 7 orang
  • Diluncurkan di IIMS bulan Juli 2011
(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads