Marquez Beri Sinyal Pensiun dari MotoGP, Kapan Waktunya?

Marquez Beri Sinyal Pensiun dari MotoGP, Kapan Waktunya?

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 23 Okt 2026 11:31 WIB
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, dalam wawancara seusai di Media Center Sirkuit Mandalika, Minggu (11/10/2026).
Marc Marquez. Foto: Edi Suryansyah/detikbali
Jakarta -

Marc Marquez memberi sinyal bahwa kariernya di MotoGP mungkin tidak akan berlangsung terlalu lama lagi. Rider Ducati itu mengungkapkan peluang dirinya pensiun dalam tiga tahun ke depan mencapai 70%, meski Marquez masih punya hasrat untuk bersaing di lintasan.

Juara dunia sembilan kali tersebut kini memandang masa depannya dengan cara berbeda setelah melewati periode panjang cedera, operasi, dan rehabilitasi. Setelah kembali merebut gelar juara dunia pada 2025, Marquez merasa telah mencapai ketenangan yang sebelumnya sulit ia rasakan selama berkarier sebagai pebalap profesional.

Dalam wawancara dengan Motorsport di Phillip Island, Marquez ditanya lagi mengenai nasib kariernya dalam tiga tahun mendatang. Ia pun mengakui masa pensiun menjadi kemungkinan yang semakin nyata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sulit untuk menjawabnya. Jika harus memberi persentase, saya akan bilang ada 70% kemungkinan dalam tiga tahun saya sudah pensiun dan 30% kemungkinan saya masih membalap. Saya sudah sampai di titik dalam karier ketika saya harus mempertimbangkan segala hal, setiap situasi," ungkap The Baby Alien.

ADVERTISEMENT

Marquez mulai mempertimbangkan masa depan kariernya dengan lebih matang. Ia tak lagi hanya berorientasi mengejar kemenangan dan tambahan gelar juara dunia, tetapi juga memikirkan kapan waktu yang tepat untuk mengakhiri kiprahnya di MotoGP.

Kendati begitu, pensiun bukan sesuatu yang bikin pebalap Spanyol tersebut merasa khawatir. Marquez justru mengaku sudah berdamai dengan kemungkinan meninggalkan dunia balap, terutama setelah kembali menjadi juara dunia.

"Satu gelar dunia lebih banyak atau lebih sedikit tidak akan mengubah cara saya pensiun. Ketika saat itu tiba, saya akan merasa bebas dan damai dengan diri sendiri. Itulah sebabnya gelar terakhir begitu penting," tambahnya.

Pengalaman menghadapi cedera dan menjalani berbagai proses pemulihan turut mengubah cara Marquez memandang balapan. Jika dulu ia cenderung mengambil risiko demi mendapatkan hasil terbaik, kini ia lebih bisa menerima keterbatasan kondisi fisiknya.

Marquez bahkan mengaku bisa menerima finis di posisi keenam atau ketujuh ketika tak memiliki kemampuan untuk bertarung di barisan depan. Baginya, tidak setiap balapan harus berakhir dengan hasil sempurna.

"Tidak setiap hari bisa sempurna. Dulu saya akan terus mengambil risiko demi mencari sesuatu yang lebih. Sekarang ada hari-hari ketika kita harus menerima apa yang kita miliki," tukasnya.



(lua/rgr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads