ADVERTISEMENT

Bos Ducati Usul MotoGP Pakai Teknologi Hybrid

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 10 Agu 2022 10:06 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA - OCTOBER 29:  Gigi DallIgna of Italy and Ducati Team looks on in box during the MotoGP Of Malaysia - Qualifying at Sepang Circuit on October 29, 2016 in Kuala Lumpur, Malaysia.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Gigi Dall'Igna (Foto: Dok. Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jakarta -

Tak cuma kendaraan di jalan raya, mobil dan motor di dunia balap juga dituntut harus lebih ramah lingkungan. Formula 1, misalnya, sudah mulai menerapkan teknologi hybrid. MotoGP diharapkan menerapkan teknologi ramah lingkungan serupa.

Bos balap Ducati Gigi Dall'Igna menuntut lebih banyak efisiensi dari mesin motor MotoGP. Laman Speedweek menilai, Gigi mengisyaratkan usulan penggunaan teknologi hybrid untuk MotoGP.

"Kita harus memikirkan masa depan," kata Gigi dikutip Speedweek.

Gigi Dall'Igna sendiri dikenal sebagai insinyur MotoGP dengan segudang inovasi. Penemuannya dibilang menginspirasi pabrikan lain, mulai dari winglet, spoiler roda belakang hingga ride height device.

Kini, Ducati juga sedang mengerjakan bahan bakar bio yang menggabungkan bahan bakar fosil dan nabati. Bahan bakar bio 40% akan diterapkan di MotoGP mulai 2026 dan bahan bakar bio 100% pada 2027. Gigi Dall'Igna menyebut, kemungkinan tenaga motor MotoGP akan berkurang tidak lebih dari 10% dibanding menggunakan bahan bakar saat ini.

"Kita harus mencari solusi untuk meningkatkan efisiensi mesin Efisiensi adalah salah satu poin penting untuk masa depan. Itu sebabnya saya pikir kami harus melakukan sesuatu yang berbeda, dibandingkan hanya menggunakan mesin pembakaran," ucapnya.

Ducati Lenovo's Italian rider Francesco Bagnaia leads during the MotoGP race of the British Grand Prix at Silverstone circuit in Northamptonshire, central England, on August 7, 2022. (Photo by Adrian DENNIS / AFP) (Photo by ADRIAN DENNIS/AFP via Getty Images)Francesco Bagnaia saat menggeber Ducati-nya di MotoGP Inggris (Photo by Adrian DENNIS / AFP) (Photo by ADRIAN DENNIS/AFP via Getty Images) Foto: AFP via Getty Images/ADRIAN DENNIS

Diyakini, pernyataan itu merujuk pada teknologi mesin hybrid. Volkswagen Group sebagai pemilik Ducati telah memiliki pengetahuan di bidang teknologi ini.

Teknologi hybrid sudah digunakan di Formula 1. Selain mesin pembakaran, di mobil F1 ada dua generator, MGU-K, MGU-H, turbocharger, baterai dan unit kontrol untuk elektronik.

Tapi, Dorna dan pabrikan MotoGP lainnya menolak konsep seperti itu. Sebab, biaya pengembangan dan operasional yang sangat besar

"Saya belum melakukan studi rinci tentang ini. Itulah mengapa saya tidak dapat membuat pernyataan konkret tentang berat, biaya, dan sebagainya. Pada akhirnya, ini adalah konsep yang masuk akal jika direncanakan dan dilakukan dengan benar. Itu tergantung pada apa yang sebenarnya Anda inginkan dari efisiensi unit penggerak," ucap Gigi.

ASSEN, NETHERLANDS - JUNE 24: Brad Binder of Red Bull KTM Factory Racing and South Africa during the Free Practice prior to the MotoGP of Netherlands at TT Assen on June 24, 2022 in Assen, Netherlands. (Photo by Andre Weening/Orange Pictures/BSR Agency/Getty Images)Brad Binder ddi motoGP Belanda. (Photo by Andre Weening/Orange Pictures/BSR Agency/Getty Images) Foto: Getty Images/BSR Agency

Dia juga menilai perlu pengurangan kapasitas mesin MotoGP. Saat ini, motor-motor MotoGP punya kapasitas 1.000 cc. Mungkin saja bisa diturunkan menjadi 800 cc atau malah 600 cc ditambah teknologi hybrid. Apalagi, Formula 1 yang dulunya pakai mesin 2.400 cc naturally aspirated kini juga menggunakan mesin lebih kecil 1.600 cc. Berapa cc yang cocok untuk MotoGP?

"Itu tergantung pada keseimbangan apa yang Anda perjuangkan," sebut Gigi.

"Tetapi pada akhirnya ini bisa menjadi teknologi yang mungkin juga masuk akal untuk mesin jalan raya. Saya pikir itu ide yang cerdas untuk masa depan. Itu pendapat saya - tapi mungkin saya salah," akunya.

Dia menilai, teknologi motor tidak bisa dibandingkan dengan mobil. Sejauh ini, menurut Gigi, teknologi di sepeda motor belum cukup maju.

"Sejauh ini belum ada solusi yang masuk akal. Tapi itu mungkin berubah di masa depan. Dan kita harus memikirkan masa depan. Kami tidak bisa hanya fokus pada hari esok," pungkasnya.



Simak Video "Marc Marquez: Roger Federer Seperti Valentino Rossi"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT