Bos Ducati: Realistis Saja, Sulit Juara Dunia Kalau Begini Akhirnya

ADVERTISEMENT

Bos Ducati: Realistis Saja, Sulit Juara Dunia Kalau Begini Akhirnya

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 11 Jul 2022 07:15 WIB
ASSEN, NETHERLANDS - JUNE 26: Marco Bezzecchi of Italy and Mooney VR46 Racing Team and Francesco Bagnaia of Italy and Ducati Lenovo Team celebrates at parc ferm during the race of the MotoGP Motul TT Assen at TT Circuit Assen on June 26, 2022 in Assen, Netherlands. (Photo by Steve Wobser/Getty Images)
Rider Ducati kurang konsisten Foto: Getty Images/Steve Wobser
Jakarta -

MotoGP masih menyisakan 9 balapan lagi di kalender musim 2022. Tapi Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti tak yakin timnya bisa keluar sebagai juara dunia MotoGP 2022.

Tim pabrikan Ducati sudah mengantongi enam kali podium di klasemen MotoGP 2022, masing-masing tiga kali dipegang oleh Jack Miller dan Francesco 'Pecco' Bagnaia. Kemenangan terbanyak dipegang Pecco dengan tiga kali keluar sebagai pebalap tercepat.

Masih ada motor Ducati lainnya, Gresini Racing sudah tiga kali podium, Enea Bastianini jadi rider dengan koleksi 3 kemenangan.

Menariknya Pramac juga nggak mau ketinggalan. Johann Zarco yang belum pernah menang malah masuk ke tiga teratas klasemen sementara MotoGP 2022. Meski begitu, rider Prancis ini jadi yang konsisten dengan empat kali podium.

BURI RAM, THAILAND - FEBRUARY 18:  Paolo Ciabatti of Italy and Ducati Team  looks on in box during the MotoGP Tests In Thailand on February 18, 2018 in Buri Ram, Thailand.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Paolo Ciabatti Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

Padahal Ciabatti menaruh harapan besar pada pebalap muda seperti Pecco, Jorge Martin, dan Bastianini. Tapi kebanyakan rider muda itu gagal meraih poin. Apalagi Pecco yang sempat moncer di awal musim, tapi merosot dengan catatan empat kali jatuh!

"Kami melihat Zarco tidak pernah menang, sejauh ini, balapan dengan Ducati, berada di posisi ketiga karena sangat konsisten sehingga dia juga menerima posisi kelima atau keenam atau ketujuh saat dibutuhkan. Dan kami memiliki pebalap lain seperti Pecco, Enea dan terkadang juga Jorge (Martin) yang sangat cepat, tetapi kemudian mereka nol di kejuaraan, ini tidak terlalu membantu Anda menjadi penantang kejuaraan," kata Ciabatti dikutip Bike Sport News, Minggu (10/7/2022).

Jarak poin Pecco dengan Fabio Quartararo kini 66 poin. Meski masih ada 9 balapan lagi, Ciabatti tak yakin bisa juara jika pebalapnya belum konsisten.

"Masih ada sepuluh balapan, atau sembilan balapan, dan kami bisa mencetak banyak poin, tetapi secara realistis itu akan sangat sulit," tegas dia soal kans mengalahkan juara bertahan, Fabio Quartararo.

"Seperti yang Anda lihat, Fabio dan juga Aleix secara konsisten di atas dan membuat sangat sedikit kesalahan, jadi kami hanya harus melakukan yang terbaik, seperti yang Anda bayangkan, mencoba untuk menang di mana kami bisa," ungkapnya.

Ducati paling banyak menurunkan motor di MotoGP, tercatat ada delapan dari empat tim yang berbeda. Menariknya, pabrikan asal Borgo Panigale ini lebih banyak merekrut rider muda, hanya Zarco yang tertua dengan umur 31 tahun.

Ciabatti menilai strategi menggaet pebalap muda bukan permasalahan utama. Atau masalah dari Desmosedici GP, sekali lagi ia tekankan soal konsistensi dari pebalap.

"Strategi kami berubah dari saat kami memutuskan untuk berganti dari Dovi dan Danilo dan memindahkan Pecco dan Jack ke tim pabrikan dan kemudian mencari pembalap muda yang menjanjikan dan sebenarnya saya pikir kami telah berhasil menemukan pembalap yang sangat cepat," ujar Ciabatti.

"Jadi Anda mungkin berpendapat bahwa kami memiliki terlalu banyak pembalap cepat di motor kami dan itu bisa menjadi masalah."

"Saya pikir Ducati memiliki pembalap cepat di motor kami membantu kami juga untuk terus mengembangkan motor ke arah yang benar, tetapi yang pasti, pembalap ini sangat cepat, mereka juga harus melakukan langkah terakhir yaitu konsisten. Saya pikir kunci untuk bisa menantang gelar juara adalah konsistensi," jelasnya.



Simak Video "MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT