ADVERTISEMENT

'Pebalap Pendek dan Ringan Bisa Lebih Unggul 4 Detik di MotoGP'

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 06 Jul 2022 17:05 WIB
VALENCIA, SPAIN - NOVEMBER 20: Dani Pedrosa of Spain and Red Bull KTM Tech 3 starts from box during the MotoGP Tests in Valencia at Ricardo Tormo Circuit on November 20, 2019 in Valencia, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Dani Pedrosa Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Mantan pebalap MotoGP, Danilo Petrucci mengungkapkan pebalap pendek dengan bobot lebih ringan bisa unggul saat balapan, terutama saat trek lurus. Kenapa demikian?

Petrucci punya masalah kondisi tubuhnya. Dia punya tinggi 181 cm, sementara bobotnya sekitar 80 kg. Apa yang dia rasakan saat berkarier di MotoGP? Kerugian bobot dibandingkan pebalap lain dengan berat yang lebih ringan.

"Jika Anda pendek dan ringan, Anda memiliki keuntungan," kata Petrucci dikutip Crash.net, Selasa (6/7/2022).

"Masalah saya tahun lalu adalah trek lurus dan handicap 0,2-0,3 detik ini adalah sesuatu yang tidak bisa Anda berikan lagi di MotoGP," tambah dia.

Petrucci melihat bobot dan tinggi yang lebih kecil bisa jauh lebih unggul. Perbedaan ini makin terasa saat dia berseragam KTM.

"Jika Anda 10 kg lebih ringan, Anda dapat memiliki keunggulan 0,2 detik di lintasan lurus, yang dalam balapan 20 lap adalah empat detik sebelum finis. Kami melihat perbedaan antara saya dan KTM lainnya tahun lalu adalah 0,3-0,4 persepuluh, karena saya lebih besar dan motornya semakin kecil," ungkap dia.

Dani Pedrosa adalah pebalap terpendek sepanjang sejarah MotoGP. Pedrosa punya postur 158 cm, betapa pendeknya dia akan terlihat jelas jika berdampingan dengan Valentino Rossi, yang 23 cm lebih tinggi.

Namun setelah dia pensiun, Andrea Dovizioso jadi rider paling kecil saat ini. Setelah itu ada Marc Marquez (169 cm), dan Miguel Oliveira (170 cm).

Menurut Petrucci keuntungan fisik juga percuma jika tak bisa didukung dengan motor serta kemampuan balap yang mumpuni.

"Di MotoGP, 99% itu tidak cukup," kata pebalap berusia 31 tahun itu.

"Berada di sepuluh besar atau kehilangan poin adalah soal 0,2-0,3 detik. Tetapi bagi seorang pebalap, perasaan yang Anda miliki di dalam adalah perbedaan besar. Bertarung untuk 10 besar, atau 5 besar, bertahan di sana, adalah sesuatu yang selalu saya sukai di masa lalu. Tetapi ketika pada tahun 2020 dan '21, saya berjuang untuk mendapatkan poin dan tidak bersenang-senang, semuanya menjadi lebih sulit," jelas dia.

Faktanya, lanjut Petrucci, tinggi badan bisa diakali dengan bobot yang lebih ringan.

"Jika Anda melihat sekarang di grid MotoGP, mereka menjadi sangat kecil. Espargaro cukup tinggi (180 cm), hanya sedikit lebih pendek dari saya, tapi dia benar-benar kurus (66kg)," ujar Petrucci.

"Saya mendengar Luca Marini (184cm/69kg) mengeluh tentang masalah yang sama dengan saya. Ketika Anda hanya perlu menemukan bahwa 0,2-0,3 detik sepersepuluh pada akselerasi lurus di bawah, yang benar-benar dapat mengubah balapan dan kejuaraan Anda, itu benar-benar mengecewakan."

"Karena Anda bertarung dengan orang-orang top di dunia, semua orang sangat bagus dalam segala hal dan kehilangan sesuatu hanya karena Anda lebih tinggi sulit untuk diterima," jelas dia.



Simak Video "MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT