Pebalap MotoGP Curangi Tekanan Ban, Michelin: Belum Tentu Menguntungkan

ADVERTISEMENT

Pebalap MotoGP Curangi Tekanan Ban, Michelin: Belum Tentu Menguntungkan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 12 Mei 2022 18:18 WIB
Ban Michelin Khusus MotoGP
Foto: Empat pebalap MotoGP dituding curang soal tekanan angin ban. Ini penjelasan Michelin. doc. Michelin
Jakarta -

Francesco 'Pecco' Bagnaia, Alex Rins, Jorge Martin dan Andrea Dovizioso dituding curang tentang tekanan angin ban motornya. Dilaporkan, tekanan angin ban motor keempat pebalap itu berada di bawah standar.

Hal itu diungkapkan oleh Motorsport Magazine. Laporan Motorsport Magazine menyebut, di balapan Jerez, salah satu insinyur memberikan data tekanan ban setelah balapan, yang mengindikasikan empat pebalap menggunakan tekanan angin lebih rendah.

Disebutkan, tekanan ban yang lebih rendah dapat meningkatkan cengkeraman. Terlebih, banyak pebalap yang performanya kurang baik lantaran tekanan ban depan meningkat terlalu banyak.

Namun, anggapan itu dibantah oleh Manager Motorsport Michelin, Piero Taramasso. Menurutnya, menggunakan ban dengan tekanan lebih rendah belu tentu menguntungkan.

"Sejujurnya, tidak berarti bahwa dengan tekanan yang lebih rendah Anda memiliki keuntungan, itu tidak matematis. Dalam beberapa kesempatan itu bisa membantu dan di waktu lain menyulitkan, itu tidak otomatis," kata Taramasso seperti dikutip GPOne.

Dia bilang, di MotoGP tidak ada yang bermain dengan tekanan ban. Semua tim mencoba untuk menghormati batas minimal tekanan ban.

"Dan mereka tahu bahwa menurunkannya terlalu banyak juga dapat menyebabkan ban pecah," ucapnya.

"Misalnya batas ban depan 1,9 bar, kalau dengan tekanan 1,89 dan toleransi sensornya 0,02, maka masih sah, meski turun sepersepuluh lagi. Data harus dibaca untuk mengetahui apa yang ada di belakang itu, itu lebih rumit daripada yang terlihat," katanya.

Menurutnya, jika pebalap melaju sendirian, karet ban cenderung mendingin dan tekanannya turun. Jika berada di belakang pebalap lain yang terjadi adalah sebaliknya, karet ban memanas dan tekanannya naik.

"Ini adalah fenomena yang terjadi di beberapa sirkuit lebih dari yang lain dan bahkan ketika suhu lebih tinggi, belum lagi ada motor yang lebih sensitif dan gaya balap juga diperhitungkan. Ada begitu banyak parameter yang perlu dipertimbangkan saat memutuskan tekanan dalam kondisi dingin. Ini bukan pengoperasian yang mudah, Michelin memiliki teknisi khusus yang bekerja dengan semua pabrikan," jelasnya.



Simak Video "Marc Marquez: Roger Federer Seperti Valentino Rossi"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT